google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Griselda Nuria Alisha, Ketua OSIS MAN 1 Kota Malang Juara 1 Lomba Pidato Trio

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar Kota Malang di kancah provinsi. Kali ini datang dari Griselda Nuria Alisha, Ketua OSIS MAN 1 Kota Malang, yang bersama dua rekannya Saskia Prisilia Nanda Huda dan Fadlilatul Afwania Sofia Zahra berhasil meraih Juara 1 Lomba Pidato Trio 2025. Ajang bergengsi ini diselenggarakan oleh Dewan Harian Daerah (DHD) 45 Jawa Timur, bekerja sama dengan Center for Indonesian Community Studies (CICS), Dewan Harian 45 Cabang Kota Surabaya, dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa), di Kompleks Gedung Juang 45 Surabaya, Sabtu (1/11/2025).

Lomba pidato trio tahun ini digelar dalam rangka memperingati G30S/PKI, Hari Kesaktian Pancasila, dan Hari Pahlawan, dengan tema besar tentang semangat kebangsaan dan perjuangan pahlawan. Griselda dan timnya tampil memukau di hadapan dewan juri melalui pidato berjudul Pahlawan Tanpa Nama dari Cemetuk – Nyala Abadi di Tanah Merdeka.

Pidato tersebut mengangkat kisah heroik pahlawan-pahlawan rakyat yang namanya tak tercatat dalam sejarah, tetapi pengorbanannya menjadi fondasi kemerdekaan bangsa. Dengan gaya penyampaian yang penuh penghayatan dan argumentasi yang kuat, Griselda bersama tim sukses membangun suasana emosional yang menggugah penonton dan juri.

Ketua Panitia Lomba, Abdul Latief, mengatakan tahun ini kualitas peserta meningkat tajam dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ia mengapresiasi keberanian peserta muda yang tampil dengan orasi menyentuh nilai nasionalisme dan kepahlawanan.

“Lomba pidato trio ini tidak hanya mengasah kemampuan berbicara di depan publik, tetapi juga menanamkan nilai sejarah dan kebangsaan. Kami sangat bangga karena anak-anak muda seperti Griselda dan timnya mampu menjiwai makna perjuangan dengan cara yang relevan bagi generasinya,” katanya kepada iKoneksi.com saat ditemui seusai lomba, Sabtu (1/11/2025).

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Harian 45 Jawa Timur, Bambang Eko Witono, menilai kemenangan tim MAN 1 Kota Malang ini bukan semata keberhasilan dalam kompetisi, tetapi juga cerminan keberhasilan pendidikan karakter di sekolah.

“Generasi muda harus terus meneladani semangat juang para pahlawan. Mereka yang hari ini berdiri di podium juara adalah simbol bahwa api nasionalisme masih menyala di dada anak-anak Indonesia,” katanya.

Menurut Bambang, lomba seperti ini sangat penting di era digital yang cenderung mengikis kesadaran sejarah.

“Pidato mereka menggugah hati, bukan hanya karena retorika yang kuat, tapi karena nilai-nilai yang disampaikan begitu relevan: tentang pengabdian, keberanian, dan cinta tanah air,” jelasnya.

Kepala MAN 1 Kota Malang, Sutirjo, menyambut prestasi tersebut dengan rasa haru dan bangga. Ia mengatakan, kemenangan ini adalah hasil kerja keras dan kolaborasi antara siswa, guru pembimbing, dan lingkungan sekolah yang selalu mendukung pengembangan potensi siswa.

“Kami sangat bangga pada Griselda, Saskia, dan Fadlilatul. Mereka tidak hanya berkompetisi untuk menang, tetapi membawa semangat Pancasila dan nasionalisme yang sejati. Ini adalah bukti bahwa pelajar MAN 1 tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga dalam karakter dan kepemimpinan,” kata Sutirjo.

Ia menambahkan kemenangan ini juga menjadi motivasi bagi siswa lain untuk terus berprestasi dan berani tampil membawa pesan kebangsaan di ruang publik.

“Sekolah selalu membuka ruang bagi siswa yang ingin mengembangkan diri, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Prestasi ini menegaskan bahwa generasi muda Madrasah mampu bersaing di level manapun,” tegasnya.

Sementara itu, Eka Wijayanti, guru pembimbing yang mendampingi tim pidato trio MAN 1 Kota Malang, mengungkapkan latihan dilakukan intensif selama beberapa minggu sebelum lomba. Ia menuturkan, timnya berlatih bukan hanya untuk menghafal teks pidato, tetapi juga memahami makna yang terkandung di dalamnya.

“Saya selalu menekankan kepada anak-anak pidato bukan sekadar soal kata-kata indah, tapi tentang keyakinan dan rasa. Mereka harus bisa menyampaikan pesan perjuangan itu dengan hati,” tutur Eka.

Menurutnya, tantangan terbesar dalam lomba pidato trio adalah menjaga kekompakan dan keharmonisan penyampaian antaranggota tim.

“Tapi mereka luar biasa. Setiap gestur, intonasi, dan emosi begitu menyatu. Hasilnya, mereka berhasil membuat dewan juri terharu,” sebutnya.

Griselda sendiri mengaku tidak menyangka akan keluar sebagai juara pertama.

“Kami hanya ingin memberikan yang terbaik dan menyampaikan pesan bahwa semangat pahlawan itu tidak pernah padam. Kemenangan ini untuk seluruh keluarga besar MAN 1 Kota Malang dan semua pelajar Indonesia yang terus berjuang dengan caranya masing-masing,” ujarnya dengan senyum bahagia.

Sementara itu, Griselda Nuria Alisha sendiri mengaku tidak menyangka timnya akan keluar sebagai juara pertama. Ia mengatakan bahwa kemenangan ini bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi juga persembahan bagi sekolah, guru, dan teman-teman yang telah mendukungnya.

“Awalnya kami hanya ingin tampil sebaik mungkin dan menyampaikan pesan tentang semangat para pahlawan tanpa nama. Tapi ternyata, kerja keras kami berbuah manis. Saya sangat berterima kasih kepada sekolah dan pembimbing kami yang selalu percaya bahwa kami bisa,” kata Griselda dengan senyum bangga.

Ia juga menegaskan nilai-nilai Pancasila dan semangat kepahlawanan harus terus dihidupkan oleh generasi muda, terutama di tengah arus modernisasi dan globalisasi yang kian deras.

“Bagi kami, menjadi pelajar bukan hanya soal nilai akademik, tapi bagaimana menjaga semangat nasionalisme dan karakter kebangsaan. Itu yang kami pelajari dari lomba ini,” tukasnya.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *