google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Guru Kota Batu Keluhkan SIMTENDIK Lambat, Kemendikdasmen Janji Evaluasi

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Batu, iKoneksi.com – Transformasi digital di dunia pendidikan ternyata masih menyisakan banyak persoalan teknis di lapangan. Sejumlah tenaga pendidik di Kota Batu mengeluhkan lambatnya sistem administrasi pendidikan digital yang dinilai justru menghambat pekerjaan guru.

Keluhan itu mencuat dalam agenda Penguatan Program Pendidikan yang digelar Dinas Pendidikan Kota Batu bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di Aston Inn Batu.

Staf Ahli Bidang Manajemen Talenta Kemendikdasmen, Mariman Darto, mengakui banyak masukan yang diterima terkait performa Sistem Informasi Tenaga Kependidikan (SIMTENDIK).

Para guru mengeluhkan sistem yang kerap lambat, sulit diakses, hingga menghambat proses administrasi sekolah sehari-hari. Kondisi tersebut dinilai memperberat beban tenaga pendidik yang seharusnya lebih fokus pada proses belajar-mengajar.

“Kami mencatat perlunya perbaikan infrastruktur digital pendidikan agar lebih responsif terhadap kebutuhan guru di lapangan,” ujar Mariman.

Menurutnya, digitalisasi pendidikan memang tidak bisa dihindari di tengah perkembangan teknologi. Namun, implementasi sistem digital harus dibarengi kesiapan infrastruktur dan dukungan teknis yang memadai.

“Persoalan teknis tersebut menjadi salah satu fokus evaluasi Kemendikdasmen dalam menyusun kebijakan pendidikan nasional ke depan. Pemerintah pusat disebut tidak ingin transformasi digital justru menjadi hambatan baru di lingkungan sekolah,” terang dia.

Mariman membeberkan selain persoalan sistem digital, forum tersebut juga menyoroti masih banyaknya jabatan kepala sekolah yang diisi pelaksana tugas (Plt). Mariman menegaskan bahwa Kemendikdasmen kini mempercepat pelatihan calon kepala sekolah dengan standar kompetensi ketat. Ia menyebut ada tiga kompetensi utama yang wajib dimiliki kepala sekolah, yakni kompetensi manajerial, teknis pendidikan, dan kemampuan sosial-kultural.

“Seorang kepala sekolah harus berangkat dari seorang guru. Tidak mungkin memimpin sekolah tanpa memahami dunia pendidikan secara mendalam,” ungkapnya.

“Saya berharap masukan dari daerah menjadi dasar penting dalam memperbaiki kualitas layanan pendidikan nasional, termasuk dalam penguatan sistem digital pendidikan yang selama ini menjadi sorotan para guru,” lugasnya.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *