google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Guru Sergai Akhirnya Terima Tunjangan Sertifikasi Rp5,09 Miliar

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Serdang Bedagai, iKoneksi.com– Kabar gembira akhirnya datang bagi ratusan guru di Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), Sumatera Utara. Setelah sempat tertunda beberapa bulan, sebanyak 458 guru Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) akhirnya menerima Tunjangan Profesi Guru (TPG) atau tunjangan sertifikasi untuk triwulan IV tahun 2024.

Kepastian itu disampaikan Plt Kepala Dinas Pendidikan Sergai, Suwanto Nasution SPd MM, melalui Sekretaris Dinas, Agus Salim Berutu SPd MM, pada Kamis (28/8/2025). Menurutnya, pencairan tunjangan tersebut dilakukan langsung oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan ke rekening masing-masing guru penerima.

Penyaluran Dana TPG

Agus menjelaskan, penyaluran dana dilakukan melalui sistem Online Monitoring Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (OM-SPAN) Kementerian Keuangan. Berdasarkan data yang dipantau Dinas Pendidikan, tunjangan sertifikasi guru itu cair dalam dua tahap.

Pertama, pada akhir Juli 2025, sebanyak 448 guru menerima Rp4.987.145.300. Sementara itu, tahap kedua dilakukan pada 26 Agustus 2025, di mana 10 guru lainnya menerima Rp110.028.500. Total pencairan untuk 458 guru tersebut mencapai Rp5.097.173.800.

“Dengan demikian, seluruh penerima TPG triwulan IV tahun 2024 sudah terealisasi penuh. Total ada 1.998 guru yang menerima, dengan rincian 1.540 guru sebelumnya sudah mendapat Rp20,07 miliar melalui transfer pusat ke RKUD Sergai, sedangkan sisanya 458 guru menerima Rp5,09 miliar langsung ke rekening masing-masing,” jelas Agus.

Tertunda Karena Kendala Dana Transfer

Pencairan tunjangan profesi guru ini sebelumnya sempat tertunda. Hal itu disebabkan keterbatasan dana transfer dari pusat ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Sergai. Kekosongan dana itulah yang membuat sebagian guru harus bersabar menanti pencairan.

Namun, setelah melalui proses koordinasi antara Pemkab Sergai, Dinas Pendidikan, dan Kementerian Keuangan, pembayaran akhirnya bisa direalisasikan pada Juli hingga Agustus 2025.

“Memang ada keterlambatan, tapi pemerintah tetap berkomitmen memastikan hak para guru dipenuhi. Ini bentuk penghargaan negara terhadap dedikasi guru yang telah bekerja keras mencerdaskan generasi bangsa,” kata Agus.

Suara Lega Para Guru

Bagi para guru penerima, pencairan tunjangan sertifikasi ini menjadi angin segar. Mereka mengaku lega dan bersyukur karena dana tersebut sangat membantu untuk menunjang kinerja di sekolah.

Wilda Salina (26), guru kelas I di SDN 107967 Pelintahan, Kecamatan Telukmengkudu, mengatakan tunjangan itu akan digunakan untuk membeli laptop dan kendaraan tambahan.

“Sebagai guru, saya butuh fasilitas pendukung untuk menyiapkan bahan ajar. Laptop baru ini sangat penting agar pembelajaran bisa lebih efektif,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Asnidar (33), guru bidang studi IPA di SMPN I Seirampah. Ia menggunakan dana TPG untuk membeli laptop dan sepeda motor.

“Laptop untuk kebutuhan mengajar, motor untuk mobilitas. Jadi tunjangan ini benar-benar bermanfaat langsung bagi kami,” katanya.

Apresiasi untuk Pemerintah

Baik Wilda maupun Asnidar menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, Pemkab Sergai, serta Dinas Pendidikan yang telah memperjuangkan pencairan TPG tersebut. Menurut mereka, tunjangan sertifikasi bukan sekadar tambahan pendapatan, melainkan wujud kepedulian terhadap kesejahteraan guru.

“Dengan adanya tunjangan ini, kami semakin bersemangat menjalankan tugas. Guru juga merasa dihargai dan diperhatikan oleh pemerintah,” terang Wilda.

Komitmen Meningkatkan Kesejahteraan Guru

Pemerintah Kabupaten Sergai menegaskan, meski sempat tertunda, pembayaran TPG triwulan IV tahun 2024 telah selesai dan tidak ada lagi guru yang tertinggal menerima haknya. Ke depan, pemerintah daerah berkomitmen memperkuat koordinasi dengan pusat agar keterlambatan serupa tidak terulang.

“Guru adalah ujung tombak pendidikan. Maka kesejahteraan mereka harus menjadi prioritas. Pemerintah berupaya semaksimal mungkin agar proses pencairan TPG berikutnya berjalan lebih lancar,” ungkap Agus.

‘Dengan tuntasnya pencairan ini, seluruh 1.998 guru di Sergai kini telah menerima hak mereka senilai total lebih dari Rp25 miliar. Sebuah langkah yang diharapkan tidak hanya meringankan beban ekonomi, tetapi juga memacu motivasi para pendidik untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di daerah,” tandas Agus. (05/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *