google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Hanya Di Matos! Dari Lunar Joy Menuju Ramadan Light

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Semarak perayaan hari besar kembali terasa di Kota Malang. Malang Town Square (Matos) menghadirkan konsep dekorasi unik dengan memadukan nuansa Tahun Baru Imlek dan Ramadan dalam satu tema besar bertajuk “From Lunar Joy to Ramadan Light.”

Sejak memasuki area utama mal, pengunjung langsung disambut lampion merah yang menggantung di berbagai sudut. Replika pohon sakura, ornamen bernuansa oriental, serta cahaya lampu kuning temaram memperkuat atmosfer Imlek. Dekorasi serupa juga menghiasi lorong-lorong hingga akses menuju rooftop.

Manager Marketing Communication Matos, Sasmita Rahayu, mengatakan tahun ini pihaknya sengaja mengangkat konsep kebersamaan karena perayaan Imlek berdekatan dengan Ramadan.

“Kami menyebutnya dekorasi kebersamaan. Minggu ini ada dua tema besar, Imlek dan Ramadan. Kami ingin memperlihatkan semangat kebersamaan itu dimulai dari dekorasi,” kata Sasmita kepada iKoneksi.com, Kamis (12/2/2026).

Imlek yang jatuh pada 17 Februari masih menjadi fokus utama dekorasi di sejumlah lantai. Warna merah dan emas mendominasi, mempertegas identitas perayaan Tahun Baru Cina. Namun, elemen Ramadan mulai diperkenalkan sebagai transisi menuju bulan suci yang diperkirakan tiba pada Maret.

“Nanti setelah Imlek, seluruh dekorasi akan berganti total menyambut Ramadan,” tegasnya.

Rangkaian Acara Padat hingga Puncak Imlek

Tak hanya dekorasi, Matos juga menyiapkan agenda perayaan bertajuk “The Great Lunar Harmony” yang berlangsung mulai Sabtu, 14 Februari hingga puncaknya pada Selasa, 17 Februari.

Sekitar 350 pelajar dari berbagai sekolah, termasuk St. Maria, dijadwalkan tampil dalam pertunjukan seni. Rangkaian kegiatan mencakup tarian, lomba, hingga fashion show bertema Imlek.

“Hari Minggu akan menjadi momen utama dengan penampilan anak-anak sekolah. Konsepnya pure Imlek,” jelas Sasmita.

Pertunjukan Barongsai Leang-Leong dan Wushu menjadi daya tarik utama. Pada hari puncak, atraksi tersebut akan berkeliling dari lantai ke lantai, menyapa pengunjung secara langsung.

“Selain itu, fashion show busana Imlek hasil kolaborasi dengan Color Model Inc. turut meramaikan agenda. Mahasiswa Pusat Bahasa Mandarin Universitas Negeri Malang juga akan menampilkan pertunjukan seni budaya untuk memperkaya suasana perayaan,” ungkap Sasmita.

Kampung Pecinan dan Kuliner Legendaris

Matos juga menghadirkan “Kampung Pecinan” di lantai dua, tepatnya di depan Cinepolis. Sebanyak 14 stan kuliner khas Chinese food legendaris dibuka untuk pengunjung.

Menurut Sasmita, seluruh sajian dipastikan ramah bagi semua kalangan. Konsep ini diharapkan tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga pengalaman kuliner yang autentik.

“Sepanjang hari puncak perayaan, pengunjung akan disuguhi berbagai pertunjukan hiburan yang berlangsung bergantian. Tradisi merayakan hari besar bersama masyarakat, kata Sasmita, menjadi komitmen tahunan Matos,” bebernya.

Harap Dongkrak Kunjungan

Momentum berdekatan antara Imlek dan Ramadan dinilai menjadi peluang untuk meningkatkan kunjungan pengunjung. Matos berharap dekorasi tematik dan rangkaian acara mampu menghadirkan pengalaman berbeda.

“Semoga jumlah pengunjung meningkat. Tidak hanya berbelanja, tetapi juga menikmati suasana hari raya dan semangat kebersamaan,” terang Sasmita.

“Perpaduan dua perayaan besar dalam satu ruang publik ini menjadi simbol toleransi sekaligus strategi menarik minat masyarakat. Dari lampion merah hingga nuansa Ramadan yang segera hadir, Matos mencoba menghadirkan ruang perjumpaan budaya di tengah kota,” tukas dia.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *