google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Hari Lahir Pancasila 2026, Sutarto Ajak Generasi Muda Perkuat Ideologi Bangsa di Era Digital

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Medan, iKoneksi.com – Momentum peringatan Hari Lahir Pancasila setiap 1 Juni dinilai menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat kembali komitmen generasi muda terhadap ideologi negara. Di tengah derasnya arus globalisasi, perkembangan teknologi digital, dan kemajuan komunikasi yang semakin cepat, nilai-nilai Pancasila dinilai harus terus ditanamkan agar tidak tergerus perubahan zaman.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara, Sutarto, saat memperingati Hari Lahir Pancasila yang bertepatan dengan momentum bersejarah pidato Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, di hadapan sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 1 Juni 1945.

Menurut Sutarto, pidato Soekarno yang menjawab pertanyaan Ketua BPUPKI Radjiman Wedyodiningrat tentang dasar negara Indonesia merdeka telah melahirkan fondasi ideologis yang hingga kini menjadi perekat bangsa Indonesia.

“Pancasila merupakan satu-satunya ideologi bangsa yang mampu menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia. Karena itu, nilai-nilainya harus terus diinternalisasikan kepada generasi muda agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun kehidupan bermasyarakat,” ujarnya kepada iKoneksi.com, Senin (1/6/2026).

Sutarto menilai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini jauh berbeda dibanding masa sebelumnya. Kemajuan teknologi digital dan derasnya arus informasi membawa banyak peluang, tetapi di sisi lain juga menghadirkan tantangan terhadap identitas kebangsaan.

“Di tengah tantangan global yang begitu besar, kemajuan digital, dan perkembangan teknologi komunikasi yang sangat pesat, generasi muda menghadapi tantangan yang tidak ringan. Karena itu, momentum 1 Juni harus menjadi pengingat untuk terus memperkuat komitmen terhadap ideologi negara,” tegasnya.

Ia menjelaskan Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara, tetapi juga pedoman dalam menghadapi berbagai perubahan sosial, budaya, ekonomi, dan politik yang terjadi di era modern. Nilai gotong royong, persatuan, keadilan sosial, dan kemanusiaan dinilai tetap relevan sebagai panduan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Bagi keluarga besar PDI Perjuangan, lanjut Sutarto, bulan Juni memiliki makna historis yang sangat penting. Selain diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni, bulan ini juga menjadi bulan kelahiran Proklamator sekaligus Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, pada 6 Juni, serta bulan wafatnya Sang Proklamator pada 21 Juni,” bebernya.

“Bagi PDI Perjuangan, bulan Juni merupakan bulan yang penuh nilai perjuangan dan sejarah kebangsaan. Karena itu kami memiliki komitmen untuk terus menginternalisasikan Pancasila sebagai ideologi bangsa dalam setiap gerak langkah partai,” sambungnya.

Menurutnya, pengamalan Pancasila tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila harus diwujudkan dalam berbagai program nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Salah satu implementasi yang terus didorong adalah kepedulian terhadap lingkungan hidup. Sutarto menilai menjaga kelestarian alam merupakan bagian dari pengamalan nilai-nilai Pancasila yang harus dilakukan secara berkelanjutan oleh seluruh elemen bangsa.

“Bagaimana kita menjaga lingkungan hidup, menjalankan kegiatan-kegiatan kerakyatan, dan hadir di tengah masyarakat, itulah bentuk nyata pengamalan Pancasila yang harus terus dilakukan,” terang Wakil Ketua DPRD Sumut itu.

Ia juga mengingatkan seluruh kader partai, baik yang berada di struktur organisasi maupun yang mendapat amanah sebagai anggota legislatif dan eksekutif, untuk terus hadir bersama rakyat serta menjadi teladan dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila.

Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini, Sutarto berharap generasi muda tidak hanya memahami Pancasila sebagai materi pelajaran atau simbol kenegaraan, tetapi mampu menjadikannya sebagai pedoman dalam berpikir, bersikap, dan bertindak di tengah tantangan zaman yang terus berkembang.

“Pancasila adalah rumah besar bangsa Indonesia. Jika nilai-nilainya terus dijaga dan diamalkan, maka persatuan, keadilan, dan kemajuan bangsa akan tetap terpelihara di tengah perubahan dunia yang semakin cepat,” pungkas alumnus USU itu.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *