google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Hari Pertama Makan Bergizi Gratis di Rembang Tersendat

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Rembang, iKoneksi.com – Antusiasme pelaksanaan perdana program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 3 Rembang, Senin (1/9/2025), sempat terkendala masalah teknis. Alih-alih sesuai jadwal pukul 11.30–12.00 WIB, distribusi makan siang baru bisa dilakukan sekitar pukul 13.00 WIB. Situasi ini menimbulkan sedikit keterlambatan, meski tidak mengurangi semangat siswa dalam menyambut program baru tersebut.

Kendala Teknis di Hari Pertama

Reza, petugas pengawal program MBG, mengakui ada hambatan teknis dalam persiapan. Persoalan ini membuat jadwal molor hampir satu setengah jam dari waktu yang direncanakan.

“Karena ini hari pertama, kami sedikit gugup menghadapi masalah teknis pada persiapan makanan. InsyaAllah besok bisa sesuai waktu,” ujarnya singkat tanpa merinci detail kendala.

Keterlambatan tersebut menjadi perhatian karena MBG merupakan salah satu program yang ditunggu masyarakat. Banyak siswa yang sudah menanti waktu makan siang, namun harus bersabar hingga makanan tiba.

Peran Pihak Sekolah

Kepala SMPN 3 Rembang, Anwar Sanusi, menjelaskan bahwa hambatan terjadi lantaran dapur penyedia MBG baru pertama kali melayani jumlah penerima yang cukup banyak. Distribusi makanan pun membutuhkan tenaga tambahan karena waktu sudah mendekati jam pulang sekolah.

“Alhamdulillah sekitar pukul 13.00 makanan sudah sampai. Kami bersama siswa dan tenaga administrasi langsung bergerak membantu distribusi ke tiap kelas,” kata Anwar.

Ia menambahkan, keterlambatan juga dipengaruhi sistem pengiriman. SMPN 3 Rembang mendapat giliran terakhir, sehingga logistik datang lebih lambat dibanding sekolah lain. Anwar berharap distribusi ke depan bisa dipercepat agar siswa dapat menikmati makan siang dengan tenang, bukan terburu-buru.

Suara dari Siswa

Meski sempat terlambat, siswa tetap menyambut positif MBG. Naura, siswi kelas 8F, mengaku senang dengan adanya makanan gratis di sekolah.

“Kebetulan pas jam pulang perut sudah lapar, jadi makanannya langsung habis,” ucapnya sambil tersenyum.

Sementara itu, Arsa, siswa kelas 8 lainnya, berharap menu MBG bisa lebih bervariasi agar tidak cepat membosankan. Beberapa siswa juga sempat berkomentar porsinya kurang banyak dan tekstur ayam agak keras, namun hal itu justru memancing gelak tawa dan candaan di antara mereka.

Menu Perdana dan Distribusi

Pada hari pertama, menu yang dibagikan berupa nasi, ayam goreng oseng, buah anggur merah, serta susu fermentasi kotak. Untuk memperlancar distribusi, sekolah menunjuk enam siswa sukarelawan di tiap kelas. Dengan total 662 siswa penerima, peran sukarelawan sangat membantu, terutama untuk kelas yang berada di lantai dua.

Harapan ke Depan

Kendati diwarnai keterlambatan, pelaksanaan perdana MBG di SMPN 3 Rembang tetap dianggap sukses. Program ini menjadi pengalaman baru bagi siswa sekaligus tantangan bagi penyelenggara untuk melakukan perbaikan.

Anwar berharap ke depan semua aspek teknis, mulai dari pengiriman hingga distribusi, bisa berjalan lebih rapi. Dengan demikian, siswa benar-benar dapat merasakan manfaat program, bukan sekadar formalitas.

“Bagi siswa, MBG bukan hanya soal makan siang gratis, melainkan juga dukungan pemerintah terhadap kesehatan dan gizi generasi muda. Meski di hari pertama ada catatan, semangat untuk memperbaiki layanan membuat optimisme program ini tetap tinggi,” tukasnya. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *