google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Harmoni dan Spiritualitas: Wali Kota Batu Hadiri Tawur Agung Jelang Nyepi

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Batu, iKoneksi.com – Kota Batu kembali merayakan salah satu momen sakral dalam tradisi umat Hindu, yaitu Upacara Tawur Agung, yang digelar dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1947. Acara ini berlangsung di Lapangan Gelora Bumiaji pada Jumat (28/3/2025) dan dihadiri langsung oleh Wali Kota Batu, Nurochman, serta Wakil Wali Kota, Heli Suyanto. Kehadiran mereka memberikan dukungan dan apresiasi bagi umat Hindu Dharma yang menjalankan ritual penyucian alam dan diri menjelang perayaan Nyepi.

Upacara yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri oleh tokoh agama, perangkat desa, serta umat Hindu se-Kota Batu. Tawur Agung sendiri merupakan ritual penting dalam ajaran Hindu yang bertujuan untuk menyeimbangkan energi di alam semesta dengan menghilangkan pengaruh negatif sebelum memasuki Nyepi.

Dalam sambutannya, Wali Kota Batu, Nurochman menyampaikan apresiasi yang tinggi atas pelaksanaan upacara ini. Ia menekankan Nyepi bukan sekadar hari tanpa aktivitas, tetapi sebuah perjalanan spiritual untuk mengendalikan hawa nafsu dan merenungi makna kehidupan melalui Catur Brata Penyepian.

“Perjuangan umat Hindu dalam menjalankan Brata Penyepian adalah bentuk pengendalian diri yang luar biasa. Amati Geni, Amati Karya, Amati Lelungan, dan Amati Lelanguan bukan hanya sekadar aturan, tetapi refleksi spiritual yang mengajarkan kita tentang kedamaian dan keseimbangan hidup. Semoga momen ini membawa harmoni dan keberkahan bagi Kota Batu,” kata Nurochman dalam pidatonya, Jumat (28/3/2025).

Tak hanya menyampaikan pesan moral, Wali Kota dan Wakil Wali Kota juga menunjukkan kedekatan mereka dengan masyarakat. Dalam kesempatan ini, keduanya berbaur dengan warga, bahkan turut memainkan beberapa alat musik tradisional yang disambut meriah oleh peserta upacara. Momen kebersamaan ini semakin menguatkan nilai-nilai persaudaraan antarumat beragama di Kota Batu.

Makna Tawur Agung yang menjadi inti acara ini semakin terasa mendalam. Ritual ini bukan hanya simbol pembersihan secara fisik, tetapi juga bentuk penghapusan sifat-sifat buruk dalam diri manusia. Dengan memberikan persembahan kepada alam dan makhluk tak kasatmata, umat Hindu meyakini bahwa keseimbangan energi dapat terjaga, sehingga kedamaian bisa terwujud dalam kehidupan sehari-hari.

“Pemerintah Kota Batu juga mengimbau seluruh warga, tanpa memandang latar belakang agama, untuk menghormati perayaan Nyepi dengan menjaga ketenangan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat mengganggu kekhidmatan umat Hindu dalam menjalankan ibadahnya. Langkah ini diharapkan dapat semakin memperkuat toleransi dan keharmonisan di tengah masyarakat yang majemuk,” jelas Nurochman.

Dengan berakhirnya Upacara Tawur Agung, Kota Batu bersiap menyambut Nyepi dengan penuh ketenangan dan refleksi diri.

“Momentum ini menjadi pengingat bahwa dalam kesunyian, manusia dapat menemukan makna kehidupan yang lebih dalam, serta mempererat tali persaudaraan antarumat beragama. Semoga semangat Nyepi membawa kedamaian dan kesejahteraan bagi semua,” pungkas Cak Nur sapaan akrabnya. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *