google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Harvad Kurniawan: Santri Adalah Penjaga Indonesia

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com —
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Malang terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat semangat nasionalisme di kalangan masyarakat, khususnya di lingkungan pesantren. Melalui kegiatan sosialisasi wawasan kebangsaan bertema “Peran Pengasuh Pondok Pesantren dalam Meningkatkan Cinta Tanah Air dan Bela Negara”, acara yang digelar pada Kamis (23/10/2025) ini menjadi ajang penting dalam memperingati Hari Santri sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan tokoh pesantren.

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka fasilitasi pokok-pokok pikiran (Pokir) anggota DPRD Kota Malang, dan dihadiri oleh Anggota DPRD Kota Malang, Harvad Kurniawan. Dalam kesempatan itu, Harvad menegaskan pentingnya keterlibatan pesantren dalam menjaga semangat kebangsaan, terutama di tengah tantangan global dan arus modernisasi yang kian cepat.

Pesantren sebagai Benteng Kebangsaan

Menurut Harvad, pesantren tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan agama, tetapi juga benteng moral dan ideologi bangsa. Ia menekankan bahwa nilai-nilai kebangsaan sesungguhnya tumbuh dari ajaran pesantren yang menanamkan rasa cinta tanah air, disiplin, dan tanggung jawab sosial.

“Acara ini bukan hanya sekadar sosialisasi, tapi juga menjadi ruang dialog antara pemerintah dan para pengasuh pesantren. Kita berdiskusi bersama tentang bagaimana menumbuhkan jiwa santri yang mencintai bangsanya,” kata Harvad kepada iKoneksi.com di sela kegiatan, Kamis (23/10/2025)

Ia menyebutkan, kegiatan tersebut terasa semakin bermakna karena bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional, momentum yang selalu menjadi refleksi terhadap peran santri dan ulama dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Kehadiran Ulama dan Santri dalam Sejarah Kemerdekaan

Dalam pemaparannya, Harvad mengingatkan kembali sejarah panjang keterlibatan ulama dan tokoh pesantren dalam proses pendirian bangsa. Ia menegaskan bahwa ulama bukan hanya pengajar agama, tetapi juga pejuang dan pendiri bangsa.

“Ulama kita ikut dalam perumusan dasar negara, bahkan menjadi bagian dari BPUPKI yang diketuai oleh Bung Karno. Indonesia ini berdiri juga karena pemikiran tokoh-tokoh Islam dari lingkungan pesantren,” tegasnya.

Harvad berharap, para pengasuh pesantren yang hadir dapat terus menanamkan semangat kebangsaan kepada para santrinya. Ia menilai bahwa pesantren memiliki peran vital dalam menjaga nilai-nilai keislaman yang moderat, nasionalisme yang kuat, serta ketahanan moral bangsa.

Antusiasme Pengasuh Pesantren

Acara yang digelar di Kota Malang itu dihadiri sekitar 100 hingga 150 pengasuh pondok pesantren dari berbagai wilayah. Para peserta tampak antusias mengikuti sesi pemaparan dan diskusi. Mereka menyadari bahwa tantangan generasi muda saat ini bukan hanya soal literasi digital, tetapi juga bagaimana menjaga identitas dan kecintaan terhadap bangsa di tengah derasnya arus globalisasi.

Kegiatan ini diharapkan Harvad menjadi wadah strategis dalam memperkuat peran pesantren sebagai pusat pembentukan karakter bangsa. Dengan peserta yang mayoritas pengasuh pesantren, sosialisasi ini diharapkan dapat berlanjut hingga ke level santri, sehingga semangat cinta tanah air terus tumbuh dari akar rumput.

Menumbuhkan Cinta Tanah Air di Kalangan Santri

Harvad menegaskan, target utama kegiatan ini adalah bagaimana pesantren dapat menumbuhkan kesadaran cinta tanah air di kalangan santri. Menurutnya, nilai-nilai keindonesiaan harus hidup dalam kehidupan sehari-hari santri dari cara berpikir, berperilaku, hingga berinteraksi di masyarakat.

“Cinta tanah air itu bukan sekadar slogan. Ia harus menjadi karakter. Santri harus tahu bahwa mencintai Indonesia juga bagian dari iman. Dengan begitu, pesantren akan selalu menjadi pusat lahirnya generasi berjiwa nasionalis dan religius,” seru Harvad.

Pesan Akhir: Pesantren Pilar Ketahanan Bangsa

Sosialisasi ini menjadi bukti nyata bahwa semangat nasionalisme dan keislaman dapat berjalan beriringan. Di tengah tantangan zaman yang kompleks, pesantren tetap menjadi pilar ketahanan bangsa baik secara ideologis maupun moral.

Melalui kolaborasi antara Bakesbangpol, DPRD, dan para pengasuh pesantren, diharapkan akan lahir generasi santri yang bukan hanya taat beragama, tetapi juga memiliki rasa cinta tanah air yang mendalam. Sebab, sebagaimana dikatakan Harvad, Bangsa ini berdiri karena perjuangan para ulama, maka menjaga Indonesia adalah bagian dari menjaga amanah para pendirinya.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *