google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Holimie Bikin Heboh, Satu Mangkok Bisa Tiga Topping Sekaligus!

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Dunia kuliner Kota Malang kembali diramaikan oleh kehadiran pendatang baru yang langsung mencuri perhatian para pecinta mi. Adalah Holimie, sebuah brand kuliner yang resmi diluncurkan pada Selasa (4/11/2025) di Jalan Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Kehadirannya bukan sekadar menambah daftar panjang tempat makan mi di kota ini, tetapi juga memperkenalkan inovasi baru yang belum pernah ada sebelumnya: varian Mi Mentai pertama di Malang Raya.

Di tengah maraknya bisnis kuliner berbasis mi yang didominasi oleh merek-merek besar seperti Mi Setan dan Gacoan, Holimie tampil berani menantang arus. Sang pemilik, Roy Saputra Yuwono, menegaskan bahwa kehadiran Holimie bukan untuk meniru, melainkan membawa warna baru di dunia kuliner mi. Ia menyebut bahwa banyak brand di Malang hanya menjadi “copycast” dari pelopor mi pedas terkenal, sementara Holimi hadir dengan konsep yang benar-benar berbeda.

“Brand-brand yang ada hari ini banyak meng-copy Mi Setan. Mi Setan itu berdiri sejak 2009, dan semua yang datang setelahnya cenderung meniru. Tapi kami di Holimie hadir dengan cara berbeda,” kata Roy kepada iKoneksi.com saat launching.

Roy menjelaskan konsep Holimie terinspirasi dari gaya makan modern seperti Subway, di mana pelanggan dapat menyesuaikan sendiri hidangannya.

“Kami terapkan sistem customize your own food. Jadi pelanggan bebas memilih jenis karbohidrat, minyak, hingga topping sesuai selera. Mau di-double, di-mix, semuanya bisa,” tuturnya.

Selain fleksibilitas menu, Holimie juga menawarkan inovasi yang tak dimiliki kompetitor Mie Mentai, sebuah varian yang menggabungkan kelezatan mi khas Malang dengan cita rasa creamy dan gurih saus mentai khas Jepang. Tak berhenti di situ, Roy mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat, Holimie akan meluncurkan dua varian menu baru yang diklaim belum ada di tempat lain.

Konsep bisnis Holimie pun dirancang dengan serius. Roy menjelaskan bahwa Holimi membuka peluang kemitraan sistem autopilot, yang bisa dimulai dari modal Rp 150 juta. Dalam dua hari sejak dibuka, Holimie bahkan telah membuka satu cabang kemitraan baru di area ITSK, tepatnya di belakang Balai Kota Malang.

“Ke depan kami sudah rencanakan ekspansi ke Watu Gong, bahkan Bali dan Jakarta,” katanya optimis.

Ketika ditanya soal rasa, Roy tak ragu menegaskan bahwa Holimie menawarkan karakter rasa yang berbeda dari kebanyakan mi pedas di Malang.

“Kami tidak berusaha meniru Mi Setan atau Gacoan. Kami punya taste sendiri mulai dari asinnya, manisnya, hingga mentainya. Bahkan kami gunakan olive oil agar cita rasanya punya karakter khas. Banyak pelanggan sudah kembali di hari ke-6 ini, artinya rasa kami diterima,” ungkapnya.

Holimie juga menonjol dalam hal branding dan keamanan pangan. Menurut Roy, semua elemen dari kemasan, desain mangkuk, hingga bahan pembungkus menggunakan food-grade quality untuk memastikan makanan aman dikonsumsi.

Tak hanya mi, Holimie juga memperkenalkan menu unik bernama Buli Box Karaage, yakni nasi dengan potongan ayam karaage dan lima pilihan saus istimewa teriyaki, mentai, asam manis, korean sauce, dan kimchi sauce. Ide ini muncul dari kebiasaan pelanggan yang datang bersama keluarga.

“Banyak keluarga yang makan bersama anak-anak, dan tidak semua anak suka mi. Jadi kami tambahkan nasi box agar semua bisa menikmati. Korean sauce-nya kami buat dengan cita rasa kimchi, biar beda,” sebut Roy.

Soal harga, Holimie juga memecah paradigma. Dengan banderol mulai Rp7.000 hingga Rp19.000, pelanggan bisa mendapatkan menu variatif dengan topping yang bisa di-double atau bahkan triple.

“Kalau di tempat lain beli satu menu ya itu saja. Di sini satu mangkuk bisa tiga topping sekaligus. Mau sampai Rp50 ribu pun bisa, kalau topping-nya banyak,” terang Roy sambil tertawa.

Selain inovasi menu, Roy juga mengungkapkan bahwa Holimie membawa semangat positif lewat slogan #BukanPemula yang menggambarkan keseriusan brand ini dalam menghadirkan kualitas, bukan sekadar ikut-ikutan tren.

“Kami bukan pemula dalam hal konsep dan rasa. Semua kami rancang dengan riset dan pengalaman. Sebelum Ramadan tahun depan, kami juga akan menambah dua menu baru yaitu mi spesial dan dimsum,” lugasnya.

Kehadiran Holimie menjadi penanda bahwa dunia kuliner Malang masih sangat dinamis dan terbuka untuk inovasi. Dengan konsep customized dining, varian Mi Mentai pertama di Malang Raya, serta sistem kemitraan yang menjanjikan, Holimi berpotensi menjadi ikon kuliner baru di Kota Pendidikan ini.

Dalam waktu singkat, Holimie tak hanya menawarkan mie tapi juga pengalaman baru dalam menikmati makanan yang menggabungkan cita rasa lokal dan sentuhan global. Seperti yang dikatakan Roy dengan yakin, Holimie bukan sekadar mi biasa, tapi cara baru menikmati rasa.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *