google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

HUT ke-112 DPRD Kota Malang, Sri Rahayu Tegaskan Aspirasi Harus Jadi Solusi Nyata

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 DPRD Kota Malang berlangsung khidmat di ruang rapat paripurna lantai 3. Momentum ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga refleksi kinerja lembaga legislatif di tengah sorotan publik.

Sejumlah tokoh politik lintas generasi hadir dalam peringatan tersebut. Salah satu yang mencuri perhatian adalah kehadiran Sri Rahayu, politisi senior yang dikenal sebagai sosok perempuan tangguh dalam dunia politik lokal.

Kehadiran Tokoh Senior Jadi Suntikan Moral

Kehadiran Sri Rahayu di ruang paripurna dinilai memberikan suntikan moral bagi 45 anggota legislatif aktif. Pengalamannya memimpin DPRD di masa lalu menjadi cermin perjalanan sekaligus pembanding bagi kinerja dewan saat ini.

Bagi pimpinan DPRD periode 2024–2029, kehadiran tokoh senior seperti Sri Rahayu dianggap sebagai bagian penting dalam memperkuat semangat dan arah kinerja kelembagaan.

Pesan Tegas: Aspirasi Harus Jadi Solusi Nyata

Dalam keterangannya kepada iKoneksi.com, Sri Rahayu menyampaikan pesan tegas kepada para anggota dewan. Menurutnya, tugas dan fungsi (tusi) legislatif tidak cukup hanya berhenti pada pengawasan, penganggaran, dan legislasi.

“Aspirasi masyarakat harus benar-benar diwujudkan dalam solusi konkret,” tegasnya.

Ia mengingatkan, anggota DPRD tidak boleh hanya menjadikan aspirasi sebagai bahan diskusi tanpa tindak lanjut nyata.

“Jangan hanya jadi wacana. Harus ada solusi yang jelas dan dirasakan masyarakat,” lanjutnya.

Refleksi Masa Lalu: Pernah Alami Penurunan Kinerja

Sri Rahayu juga secara terbuka mengungkapkan pengalaman saat menjabat sebagai Ketua DPRD periode 1999–2004. Ia mengakui, pada masa tersebut sempat terjadi penurunan kinerja lembaga. Namun, ia melihat kondisi saat ini menunjukkan tren yang lebih baik, terutama dalam merespons berbagai persoalan masyarakat.

“Saya melihat ada peningkatan, khususnya dalam merespons aspirasi,” sebutnya.

Pernyataan ini menjadi catatan penting bahwa dinamika kinerja legislatif merupakan hal yang terus berkembang dari waktu ke waktu.

Tantangan Era Digital dan Media Sosial

Lebih lanjut, Sri Rahayu menyoroti tantangan baru yang dihadapi DPRD di era digital. Menurutnya, perkembangan media sosial telah mengubah pola interaksi antara masyarakat dan lembaga legislatif. Di satu sisi, hal ini menjadi tantangan karena tuntutan transparansi dan responsivitas semakin tinggi. Namun di sisi lain, kondisi ini juga membuka peluang bagi DPRD untuk meningkatkan kualitas kinerja.

“Media sosial memperkuat kontrol publik. Ini tantangan sekaligus peluang,” lugasnya.

Dorongan untuk DPRD Lebih Responsif

Dengan semakin kompleksnya persoalan masyarakat, Sri Rahayu menekankan pentingnya DPRD untuk lebih adaptif dan responsif. Ia berharap anggota dewan mampu memanfaatkan perkembangan teknologi untuk mempercepat penyerapan aspirasi dan pengambilan keputusan.

“Momentum HUT ke-112 ini diharapkan tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga titik evaluasi untuk memperkuat peran DPRD sebagai representasi rakyat,” terang Sri Rahayu.

Refleksi dan Harapan ke Depan

Peringatan HUT DPRD Kota Malang ke-112 menjadi ruang refleksi penting bagi seluruh anggota legislatif. Selain mengenang perjalanan panjang lembaga, momen ini juga menjadi pengingat akan tanggung jawab besar dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Pesan yang disampaikan Sri Rahayu menegaskan legitimasi DPRD tidak hanya ditentukan oleh kewenangan formal, tetapi juga oleh kemampuan menghadirkan solusi nyata.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *