google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Inovasi Dokter UB Raih Penghargaan Dunia di Brasil

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Sebuah inovasi sederhana namun berdampak besar lahir dari tangan dingin dokter muda Universitas Brawijaya. dr. Domy Pradana Putra, Sp.OT, dari Departemen Orthopaedi dan Traumatologi, Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (UB), sukses menorehkan prestasi internasional melalui inovasinya bernama Domy Brush Suction.

Karya orisinalnya ini berhasil meraih 2nd Winner of “Most Innovative Project Private Sector” dalam ajang Global Innovation Management Institute (GIMI) Innovation Awards 2025 yang digelar di Rio de Janeiro, Brasil, pada 7 November 2025.

Ajang bergengsi ini diikuti oleh para inovator, eksekutif, dan pembuat kebijakan dari lebih dari 30 negara di seluruh dunia. Bagi Domy, mendengar nama Indonesia dan Universitas Brawijaya disebut di panggung dunia menjadi momen yang tak terlupakan.

“Mendengar nama Indonesia dan Universitas Brawijaya disebut di atas panggung Rio de Janeiro adalah momen yang tidak akan pernah saya lupakan,” kata Domy dengan mata berbinar.

Inovasi dari Empati, Bukan Sekadar Teknologi

Bagi Domy, keberhasilan ini bukan semata karena kecanggihan teknologi, melainkan karena inovasi yang lahir dari empati terhadap pasien dan tantangan nyata di ruang operasi.

Ia menjelaskan, Domy Brush Suction berawal dari keprihatinannya terhadap masalah klasik di ruang bedah: sumbatan pada selang penghisap (suction) saat menangani luka terbuka. Masalah sederhana itu kerap menambah waktu operasi hingga 5–10 menit, memperbesar risiko infeksi, dan memperlambat proses penyembuhan.

Dari situ, ia mulai merancang alat penghisap baru dengan sistem multi-lumen fleksibel. Alat ini memiliki 6 selang kecil dengan 2 lubang di tiap selang, yang secara signifikan mengurangi risiko sumbatan. Ujungnya yang lembut mencegah trauma jaringan, sementara thumb valve control memungkinkan dokter mengatur tekanan hisap dengan presisi.

“Penghargaan ini membuktikan bahwa inovasi tidak harus rumit. Ia berawal dari empati, pengamatan, dan tekad untuk memecahkan masalah nyata di ruang operasi,” tutur Domy.

Dari Ruang Operasi ke Panggung Dunia

Setelah melalui serangkaian uji klinis dan riset intensif, Domy Brush Suction akhirnya memperoleh Nomor Izin Edar Kemenkes RI (AKD 20903322582). Alat ini kemudian diproduksi secara massal oleh PT Jayamas Medica Industri (Onemed) dan diluncurkan secara nasional pada Medical Device Ecosystem Day (MADE Day), Januari 2024.

Kini, alat inovatif tersebut telah terdaftar di e-Katalog LKPP, membuka akses bagi rumah sakit di seluruh Indonesia untuk menggunakannya secara luas.

Dalam ajang GIMI Innovation Awards, Domy Brush Suction dinilai unggul karena kesederhanaan desain, nilai klinis yang tinggi, dan dampak nyata terhadap efisiensi pelayanan kesehatan. Alat ini terbukti mengurangi waktu operasi, meningkatkan keamanan pasien, serta mempercepat alur kerja di ruang bedah.

Dukungan UB dan RS Saiful Anwar: Pilar Inovasi Medis

Domy tak lupa menegaskan keberhasilannya adalah hasil kerja kolektif. Ia menyebut dukungan penuh dari Universitas Brawijaya dan RSUD Dr. Saiful Anwar Malang sebagai faktor kunci di balik kesuksesan ini.

“Keberhasilan ini bukan milik saya semata, tetapi milik para pembimbing, rekan sejawat, dan mahasiswa yang percaya bahwa inovasi adalah bagian dari penyembuhan,” ujarnya.

Universitas Brawijaya sendiri terus berkomitmen menjadi pelopor riset medis translasional riset yang menjembatani praktik klinik dan teknologi biomedis. Melalui dukungan lembaga riset dan inkubasi inovasi, UB mendorong para klinisi muda untuk tidak hanya menjadi pelaksana medis, tetapi juga pencipta solusi kesehatan berbasis riset.

GIMI Awards dan Pengakuan Dunia

Global Innovation Management Institute (GIMI), lembaga berbasis di Amerika Serikat, dikenal sebagai institusi yang memberikan penghargaan kepada individu dan organisasi yang berhasil menghadirkan inovasi berdampak nyata di berbagai sektor.

Dalam edisi 2025 ini, GIMI menyoroti inovasi yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB, termasuk bidang kesehatan dan teknologi tepat guna. Keikutsertaan dr. Domy mewakili Indonesia di ajang ini menegaskan bahwa kreativitas dan kepedulian sosial dapat bersinergi untuk menghasilkan perubahan global.

Dari Malang untuk Dunia

Kisah Domy Brush Suction menjadi bukti bahwa inovasi besar bisa lahir dari ruang operasi di kota kecil seperti Malang dan menggema hingga ke panggung dunia.

Lebih dari sekadar alat medis, inovasi ini adalah cermin semangat ilmuwan muda Indonesia yang berpikir kritis, bekerja dengan hati, dan berani bersaing di level internasional.

“Inovasi adalah bagian dari penyembuhan. Dari Malang, kami ingin menunjukkan bahwa karya anak bangsa mampu memberi manfaat bagi dunia,” tutup Domy dengan penuh keyakinan.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *