google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Interdisciplinary Lab UM Perkuat Demokratisasi Pengetahuan

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Universitas Negeri Malang (UM) meluncurkan Interdisciplinary Lab (ILab) sebagai ruang kolaborasi lintas disiplin ilmu untuk merespons persoalan-persoalan kontemporer yang semakin kompleks. Kehadiran ILab menegaskan komitmen UM dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan mendorong demokratisasi pengetahuan di lingkungan kampus.

ILab diluncurkan pada Kamis, 27 November 2025, di Pustakafe UM. Laboratorium lintas disiplin ini digagas oleh sejumlah dosen muda UM sebagai jembatan kolaborasi antara berbagai bidang keilmuan, sekaligus penghubung antara kampus dan masyarakat.

Salah satu inisiator ILab, Nora Titahning Ayudha, menjelaskan ILab lahir dari kesadaran bahwa ilmu pengetahuan tidak dapat berdiri sendiri dalam menjawab tantangan zaman. Menurutnya, pendekatan interdisipliner menjadi kebutuhan mendesak dalam dunia akademik saat ini.

“Interdisciplinary Lab ini kami dirikan sebagai ruang untuk mengembangkan narasi dan gagasan mengenai pendidikan inklusif ala UM. Kami ingin merumuskan tawaran konseptual tentang apa itu pendidikan inklusif, tidak hanya untuk kampus, tetapi juga bagi Indonesia,” ujar Nora.

Ia menegaskan, inklusivitas menjadi prinsip utama yang diusung ILab. Dalam konsep tersebut, kampus tidak lagi berdiri sebagai menara gading, melainkan hadir sebagai ruang terbuka yang memungkinkan pertukaran gagasan antara akademisi dan masyarakat.

“Inklusivitas adalah jaminan bahwa kampus menerima siapa saja tanpa memandang latar belakang. UM membuka diri terhadap ide-ide baru dan kolaborasi dari berbagai disiplin dan profesi,” katanya.

ILab diinisiasi oleh sejumlah akademisi lintas fakultas di UM, di antaranya Nora Titahning Ayudha dan Abdul Kodir dari Departemen Pendidikan Sosiologi, Nurrenzia Yannuar dari Program Studi Sastra Inggris, Evania Yafie dari PG PAUD, serta Yogi Dwi Satrio dari Pascasarjana Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Peluncuran ILab diawali dengan speech remarks Rektor UM, Prof. Hariyono, yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas ilmu dalam pengembangan budaya akademik yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Kegiatan ini juga menghadirkan dua dosen UM sebagai narasumber, yakni Nuril Munfaridah dan Prof. (H.C) Ediyanto. Keduanya berbagi pengalaman menempuh pendidikan doktoral di luar negeri serta memaparkan bagaimana budaya akademik yang mapan membentuk cara pandang baru terhadap peran akademisi.

Dalam paparannya, para narasumber menekankan bahwa pengalaman akademik global memperkuat pemahaman tentang Tri Dharma Perguruan Tinggi, tidak hanya sebagai kewajiban formal, tetapi sebagai praktik nyata dalam pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Ke depan, ILab akan secara rutin menggelar forum diskusi lintas disiplin ilmu setiap bulan, dengan melibatkan akademisi dari berbagai fakultas di UM. Selain itu, ILab juga tengah menyiapkan database kolaborasi yang dapat dimanfaatkan civitas akademika UM untuk menjalin kerja sama riset dan pengembangan gagasan lintas bidang.

“Melalui ILab, saya berharap dapat melahirkan ruang akademik yang lebih terbuka, inklusif, dan kolaboratif, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam menawarkan solusi atas persoalan-persoalan sosial yang dihadapi masyarakat,” tutup Nora.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *