google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Investasi Kota Malang Menggeliat, Hotel dan Pabrik Baru Segera Dibangun

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Iklim investasi di Kota Malang diproyeksikan terus tumbuh pada awal 2026. Sejumlah proyek hotel, apartemen, hingga pabrik baru dipastikan segera memasuki tahap pembangunan fisik setelah perizinannya rampung sepanjang 2025. Pemerintah Kota Malang menargetkan kehadiran investasi tersebut mampu menyerap tenaga kerja lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Kota Malang, Arif Tri Sastyawan, mengatakan sejumlah izin pembangunan hotel telah diselesaikan dan siap ditindaklanjuti dengan konstruksi.

“Di Kecamatan Sukun akan dibangun Novotel. Di Jalan Cokroaminoto ada Java Dwipa Hotel. Sementara di kawasan Dinoyo terdapat proyek Apartemen Dinoyo Oasis serta Luminor Hotel & Apartemen,” kata Arif.

Menurut Arif, beberapa proyek tersebut bahkan sudah memasuki tahap awal pembangunan. Proyek hotel dan apartemen di kawasan Dinoyo telah ditandai dengan peletakan batu pertama beberapa hari lalu, sedangkan proyek lainnya dijadwalkan mulai konstruksi fisik pada awal 2026.

“Setelah pembangunan fisik selesai, baru diterbitkan Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Selanjutnya menyusul izin operasional hotel, restoran, dan fasilitas pendukung lainnya,” jelasnya.

Arif memperkirakan, proses pembangunan hotel dan apartemen tersebut membutuhkan waktu sekitar dua tahun sejak konstruksi dimulai. Dengan demikian, sebagian proyek diproyeksikan mulai beroperasi penuh pada 2027.

“Selain sektor perhotelan, Kota Malang juga mulai menarik minat investor di sektor industri. Salah satu rencana investasi yang tengah disiapkan adalah pendirian pabrik rokok di wilayah Kecamatan Kedungkandang,” terangnya.

“Untuk sektor industri, ada rencana pembangunan pabrik rokok di Kedungkandang,” sambungnya Arif.

Ia menegaskan, Pemkot Malang memberi perhatian besar terhadap dampak ketenagakerjaan dari setiap investasi yang masuk. Setiap proyek diharapkan memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal, baik pada tahap konstruksi maupun saat operasional.

“Setiap titik investasi diperkirakan bisa menyerap sekitar 100 hingga 500 tenaga kerja. Tentu kehadiran investor-investor baru ini diharapkan memberi manfaat nyata bagi warga Kota Malang,” ujarnya.

Di sisi lain, Arif juga memaparkan capaian realisasi investasi Kota Malang sepanjang 2025. Berdasarkan data Disnaker-PMPTSP, nilai investasi yang masuk hingga akhir tahun mencapai Rp 2,5 triliun dari target Rp 3 triliun. Capaian tersebut dinilai menunjukkan tren positif meski belum sepenuhnya memenuhi target. Pemerintah Kota Malang optimistis realisasi investasi akan terus meningkat seiring mulai dibangunnya sejumlah proyek besar pada awal 2026.

“Dengan proyek-proyek yang sudah berizin dan siap dibangun, kami optimistis iklim investasi Kota Malang akan semakin bergairah dan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkas Arif.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *