google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Kadispangtan Kota Malang Pastikan 2 SPPG Tutup Bukan Karena Dana

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Dua dari belasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Malang untuk sementara waktu menghentikan operasionalnya. Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) memastikan penghentian layanan tersebut tidak berkaitan dengan persoalan pendanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Dispangtan Kota Malang Slamet Husnan menjelaskan, dua SPPG yang berhenti sementara adalah SPPG Yayasan LP Ma’arif NU di Jalan IR Rais, Kecamatan Sukun, serta SPPG Lanal yang dikelola Yayasan Salman Peduli Berkarya di Jalan Yos Sudarso.

“Benar, ada dua SPPG yang saat ini tidak beroperasi. Namun penghentian ini tidak ada kaitannya dengan pendanaan,” kata Slamet.

Menurut Slamet, jeda operasional dipicu oleh proses pergantian yayasan pengelola serta kebutuhan pembenahan sarana dan prasarana agar sesuai dengan standar layanan yang ditetapkan pemerintah. Ia menegaskan, penghentian bersifat sementara dan akan dilanjutkan setelah seluruh proses administrasi serta kesiapan infrastruktur rampung.

“Ini sifatnya sementara sampai seluruh administrasi dan sarana prasarana selesai. Perkiraan sekitar satu bulan, tetapi kami masih menunggu proses internalnya,” tuturnya.

Koordinator Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Kota Malang Muhammad Atho’illah turut membenarkan penghentian sementara tersebut. Ia mengatakan proses pergantian yayasan pengelola masih berlangsung dan menjadi faktor utama terhentinya layanan.

“Iya, benar. Ada pergantian yayasan, dan saat ini masih dalam proses administrasi,” kata Atho’illah saat dihubungi iKoneksi.com.

Ia menjelaskan, penghentian operasional dua SPPG itu berdampak langsung pada layanan MBG di sekolah-sekolah yang berada dalam wilayah pelayanannya. Selama masa jeda, distribusi makanan bergizi di sekolah-sekolah tersebut belum dapat dilakukan.

“Karena SPPG-nya libur sementara, layanan MBG ikut terhenti. SPPG lain di sekitar lokasi juga belum siap mengambil alih,” ujarnya.

Sebelumnya, SPPG Yayasan LP Ma’arif NU melayani 13 sekolah dengan total sekitar 3.100 siswa penerima MBG, serta 252 balita nonsekolah, dan puluhan ibu hamil serta menyusui. Sementara itu, SPPG Lanal melayani sekitar 3.000 siswa, namun masih membutuhkan pembenahan infrastruktur agar memenuhi Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS).

“Jika seluruh pembenahan sudah selesai dan standar terpenuhi, layanan MBG akan kembali berjalan normal,” ujar Atho’illah.

Diketahui, Pemerintah Kota Malang menargetkan 84 SPPG beroperasi sebagai penopang utama program MBG. Hingga saat ini, 17 SPPG telah aktif melayani ribuan siswa, ibu hamil dan menyusui, serta lansia. Selain itu, terdapat 12 SPPG tambahan yang masih dalam tahap persiapan, sementara 14 SPPG telah mengantongi sertifikat SLHS.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *