google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Kadisparta Kota Batu: Pariwisata Kota Batu Dongkrak Perputaran Uang Daerah

  • Bagikan
filter: 0; jpegRotation: 0; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0; module:1facing:0; hw-remosaic: 0; touch: (-1.0, -1.0); modeInfo: ; sceneMode: Auto; cct_value: 0; AI_Scene: (-1, -1); aec_lux: 0.0; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~15: 0.0;
banner 468x60

Kota Batu, iKoneksi.com — Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu merilis hasil survei digital terkait pola belanja wisatawan sepanjang 2025. Hasilnya, rata-rata pengeluaran wisatawan selama berlibur di Kota Batu mencapai Rp 2,1 juta per hari, atau sekitar Rp 6,2 juta per kunjungan dengan rata-rata lama tinggal 2,86 hari.

Survei tersebut dihimpun melalui kuesioner digital berbasis WhatsApp Blast yang disebarkan kepada 1.000 responden wisatawan. Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Ony Ardianto, mengatakan angka pengeluaran itu mencerminkan kontribusi signifikan sektor pariwisata terhadap perputaran ekonomi daerah.

“Pengeluaran Rp 2,1 juta per hari itu mencakup seluruh komponen belanja wisatawan, mulai dari akomodasi, tiket wisata, kuliner, transportasi menuju dan selama di Kota Batu, oleh-oleh, parkir, hingga toilet berbayar,” kata Ony, Kamis (11/12/2025).

Menurut Ony, survei ini dilakukan untuk memetakan dampak ekonomi sektor pariwisata sekaligus menjadi dasar penyusunan kebijakan pengembangan pariwisata Kota Batu pada 2026. Pemerintah daerah menilai belanja wisatawan yang relatif tinggi membuka peluang peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Potensi ini masih bisa ditingkatkan melalui penguatan kualitas destinasi, peningkatan konektivitas, serta pengembangan event yang mampu mendorong lama tinggal wisatawan,” tuturnya.

Disparta Kota Batu juga mencatat adanya tren kenaikan belanja wisatawan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada libur Lebaran 2024, rata-rata wisatawan menghabiskan sekitar Rp 1,8 juta per orang untuk kunjungan selama dua hari. Pengeluaran tersebut meliputi biaya akomodasi, konsumsi, oleh-oleh, transportasi, tiket wisata, hingga jasa penunjang lainnya.

“Sementara itu, dari sisi kunjungan, hingga awal Desember 2025 jumlah wisatawan yang datang ke Kota Batu tercatat sekitar 5 juta kunjungan. Angka ini masih berada di bawah target pemerintah daerah yang menargetkan 7,5 juta kunjungan wisatawan sepanjang 2025,” jelas Ony.

Meski demikian, Ony menyatakan optimistis jumlah kunjungan masih akan meningkat signifikan pada periode libur Natal dan Tahun Baru 2026. Data kunjungan Desember, menurutnya, belum bersifat final karena masih menunggu rekapitulasi okupansi hotel dan destinasi wisata.

“Angka itu belum final. Kami masih menunggu data kunjungan dan tingkat hunian selama Desember ini. Puncaknya biasanya terjadi saat libur Natal dan Tahun Baru,” ujarnya.

Pemerintah Kota Batu berharap jumlah kunjungan wisatawan hingga akhir tahun bisa menembus 7 hingga 8 juta kunjungan.

“Selain wisatawan domestik yang didominasi dari Jawa Timur, kunjungan wisatawan mancanegara juga memberi kontribusi. Dari Januari hingga November 2025, tercatat 8.892 wisatawan asing berkunjung ke Kota Batu,” beber Ony.

Wisatawan mancanegara terbanyak berasal dari Malaysia dengan 4.515 kunjungan, disusul Belanda sebanyak 1.361 wisatawan, dan Singapura sebanyak 1.028 wisatawan.

“Saya menilai pasar wisatawan asing masih memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan ke depan,” tukasnya.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *