google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Kaesang Sindir “Isi Tas” Saat Instruksikan PSI Sulteng Gaspol

  • Bagikan
banner 468x60

Jakarta, iKoneksi.com – Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep kembali melontarkan pernyataan bernada sindiran yang menarik perhatian publik. Dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) PSI se-Sulawesi Tengah di Palu, Rabu (19/11/2025), Kaesang menegaskan bahwa elektabilitas tinggi tidak akan berarti apa pun jika partai tidak memiliki “isi tas”. Ungkapan itu langsung memicu tawa dan tepuk tangan kader yang hadir, namun juga menghadirkan tanda tanya besar mengenai maksud sebenarnya.

Kaesang meminta kader PSI Sulawesi Tengah bekerja lebih keras agar bisa menjadi salah satu penyumbang suara terbesar pada Pemilu 2029. Ia menekankan bahwa kekuatan politik tidak hanya bergantung pada popularitas, tetapi juga kemampuan organisasi dalam menggerakkan struktur dan sumber daya.

“Teman-teman, saya ingin Sulawesi Tengah ini menjadi penyumbang suara besar di pemilu nanti. Jadi tolong kerja kerasnya. Turun ke masyarakat,” kata Kaesang, membuka arahannya.

Namun pernyataan berikutnya justru menjadi sorotan.

“Percuma punya elektabilitas tinggi tapi enggak punya isi tas. Masa isi tas enggak punya? Kalau saya enggak bawa tas, yang bawa Bendum. Kalau ada apa-apa khusus Sulteng, soal isi tas kita ke Ayahanda kita, Ahmad Ali,” ucap Kaesang sambil tersenyum, memancing riuh peserta Rakorwil.

Meski tidak menjelaskan detail, sindiran “isi tas” dipahami sebagai penekanan bahwa operasional partai tetap membutuhkan logistik yang memadai. Kehadiran Ahmad Ali tokoh politik berpengaruh di Sulteng disebut Kaesang sebagai bentuk dukungan moral dan jaringan.

Dalam arahannya, Kaesang juga mengingatkan agar tidak ada kader yang menambah-nambahi instruksi partai. Ia menyebut pesan yang diberikan dari pusat seringkali berubah saat sampai ke pengurus tingkat bawah.

“Saya ingatkan, jangan ada gerakan tambahan. Biasanya saya beri perintah A ke Ketua Harian, turun jadi A plus, turun lagi jadi A plus plus plus. Banyak kegiatan tambahan yang enggak terlalu berguna,” katanya.

Kaesang menegaskan perlunya disiplin garis komando serta kerapihan struktur partai hingga tingkat akar rumput. Ia meminta kader mempercepat penyempurnaan struktur di seluruh daerah, dan kembali menjanjikan bahwa ia tidak akan memberi permintaan tambahan hingga tahun 2027.

“Sempurnakan struktur partai. Saya tidak akan minta apa-apa lagi sampai 2027,” ujarnya.

Pernyataan Kaesang tersebut mempertegas gaya politiknya yang selama ini dikenal lugas dan penuh humor, namun tetap menekankan pesan strategis. PSI Sulteng kini dihadapkan pada tugas besar: mengonversi instruksi tersebut menjadi kerja elektoral yang terukur dan konsisten menjelang Pemilu 2029.

Dengan penekanan soal “isi tas”, kedisiplinan struktur, serta target besar di Sulawesi Tengah, Kaesang menegaskan PSI tidak ingin sekadar hadir, tetapi ingin lebih diperhitungkan dalam percaturan politik nasional.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *