google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Karangploso Dilirik Jadi Primadona Hunian, Ketua Apersi: Lokasinya Strategis Seperti Singapura

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Kawasan Karangploso, Kabupaten Malang, kini semakin menarik perhatian masyarakat yang tengah mencari hunian ideal. Ketua DPD Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Jawa Timur, Makhrus Sholeh, bahkan menyebut Karangploso ibarat “Singapura-nya” Malang Raya. Ungkapan itu bukan tanpa alasan. Menurutnya, Karangploso memiliki keunggulan lokasi strategis, akses transportasi yang mudah, serta dikelilingi fasilitas publik seperti pusat pendidikan, layanan kesehatan, hingga wisata kuliner. Pernyataan tersebut disampaikan Makhrus saat dikonfirmasi iKoneksi.com.

“Karangploso ini kalau di Malang Raya, ya Singapura-nya. Dekat dengan Kota Malang dan Kota Batu, tapi harga tanah dan rumah masih lebih terjangkau,” ujarnya.

Karangploso, Alternatif Hunian Nyaman di Pinggiran Kota

Wilayah Karangploso memang terletak di perbatasan Kota Malang dan Kota Batu, menjadikannya pilihan strategis bagi masyarakat yang menginginkan ketenangan tanpa harus jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Menurut Makhrus, minat masyarakat untuk membeli rumah di kawasan ini meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir.

“Kalau kita bicara Malang, ini kota yang cocok untuk hunian. Udaranya sejuk, kuliner melimpah, sarana pendidikan lengkap, dan ada fasilitas kesehatan terbaik. Jadi sangat ideal,” jelas Makhrus, yang juga dikenal sebagai pengusaha properti dan kuliner di Malang.

Namun di balik meningkatnya minat masyarakat, Makhrus juga mengingatkan potensi jebakan yang dapat merugikan calon pembeli, khususnya dari pengembang-pengembang nakal yang tidak bertanggung jawab.

Agar Tak Tertipu, Ini 5 Tips Beli Rumah dari Ahlinya

Berangkat dari pengalaman sebagai pelaku industri properti, Makhrus membagikan lima tips penting untuk masyarakat agar tidak terjebak dalam transaksi pembelian rumah yang merugikan. Berikut ini penjelasannya:

  1. Pastikan Pengembang Terdaftar di Asosiasi Resmi
    “Pengembang yang tergabung dalam asosiasi seperti Apersi cenderung telah melalui proses seleksi yang ketat. Ini menjamin kredibilitas dan komitmen pengembang terhadap konsumen,” jelas Makhrus.
  2. Periksa Legalitas Surat Tanah dan Bangunan
    Makhrus menekankan sertifikat rumah seharusnya atas nama pengembang, khususnya untuk status Hak Guna Bangunan (HGB). Jangan tergiur harga murah tanpa kepastian legalitas.
  3. Tinjau Site Plan dan Pastikan Ditandatangani Pemerintah
    “Site plan yang sah harus memiliki tanda tangan pejabat terkait dan bisa dicek melalui situs resmi dinas perizinan,” sebutnya
  4. Waspadai Jika Tidak Ada PBG (Persetujuan Bangunan Gedung)
    Dikatakan Makhrus PBG adalah dokumen penting yang menunjukkan bahwa pengembang memiliki izin resmi untuk membangun. Tanpa dokumen ini, pembangunan rumah berpotensi bermasalah secara hukum.
  5. Cek Testimoni Warga atau Lokasi Proyek Sebelumnya
    Melihat kepuasan konsumen sebelumnya menjadi tolok ukur penting. Jika pengembang memiliki rekam jejak baik, kecil kemungkinan terjadi kecurangan.

“Kalau mereka puas, testimoninya bagus, berarti bisa lanjut beli,” kata Makhrus.

Apersi Dorong Kepemilikan Hunian Layak Lewat Rumah Subsidi

Makhrus juga menjelaskan kiprah Apersi dalam mendukung program pemerintah melalui penyediaan rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Ia mengatakan, hampir 70 persen anggota Apersi Jatim adalah pengembang rumah subsidi FLPP, dan telah mengembangkan ratusan proyek hunian di Malang Raya.

Salah satu contoh rumah FLPP bahkan dijual dengan harga hanya Rp 166 juta.

“Ini rumah dibantu pemerintah. Kalau ambil kredit, angsurannya hanya sekitar Rp 1 juta 45 ribu per bulan. Tanpa subsidi, bisa Rp 1,4 juta. Jadi ini sangat terjangkau,” terang Makhrus.

Syarat Beli Rumah Subsidi FLPP

Bagi masyarakat yang berminat membeli rumah subsidi ini, ada beberapa syarat utama. Di antaranya, calon pembeli belum memiliki rumah dan berpenghasilan di bawah Rp 8 juta per bulan.

“Siapa pun yang belum punya rumah dan gajinya di bawah Rp 8 juta, bisa membeli rumah FLPP. Ini program untuk membantu masyarakat punya hunian layak,” terangnya.

Kawasan Karangploso bukan hanya menawarkan lokasi strategis, tetapi juga peluang emas bagi masyarakat menengah untuk memiliki rumah dengan harga terjangkau. Namun, di tengah maraknya pembangunan perumahan, penting bagi masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti tips dari ahli agar tidak tertipu.

“Beli rumah itu bukan seperti beli gorengan, perlu cek dokumen dan reputasi pengembang.” pesannya menutup wawancara. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *