google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Kemdiktisaintek Desak Kampus Jadi Ruang Aman Pasca Tragedi Mahasiswa Unud

  • Bagikan
banner 468x60

Jakarta, iKoneksi.com – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menegaskan komitmennya menciptakan ruang aman di lingkungan kampus usai meninggalnya mahasiswa Universitas Udayana (Unud), Timothy Anugerah Saputra. Tragedi ini mengguncang dunia pendidikan tinggi dan menjadi cermin bahwa kekerasan, dalam bentuk apa pun, masih menjadi ancaman nyata bagi mahasiswa di Indonesia.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tersebut. Ia menyebut kejadian ini bukan sekadar duka bagi keluarga korban dan Universitas Udayana, tetapi juga menjadi momentum penting untuk memperkuat sistem perlindungan di lingkungan akademik.

“Kami sangat prihatin dan menaruh duka cita yang mendalam pada keluarga Timothy Anugerah Saputra maupun keluarga besar Universitas Udayana. Kami sudah berkomunikasi langsung dengan Rektor Unud dan meminta pihak kampus menjalin komunikasi intens dengan keluarga korban,” kata Brian kepada iKoneksi.com, Ahad (19/10), seusai memenuhi undangan ke kediaman Presiden RI, Prabowo Subianto.

Langkah Tegas Pemerintah

Mendiktisaintek menegaskan, seluruh kampus di Indonesia wajib menjadi ruang aman, inklusif, dan bebas kekerasan. Ia mengingatkan bahwa saat ini telah berlaku Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (PPKPT).

Kemdiktisaintek, kata Brian, sudah menerima laporan bahwa Unud telah membentuk tim investigasi internal untuk menelusuri penyebab insiden dan memastikan pendampingan diberikan kepada keluarga korban.

“Kami sudah dapat laporan dari Rektor bahwa tim investigasi telah dibentuk, termasuk pendampingan psikologis dan hukum. Kami mendorong agar semua proses dilakukan transparan,” tegas Brian.

Ia menambahkan, kasus ini menjadi refleksi nasional bagi seluruh perguruan tinggi. Kampus, menurutnya, bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang pembinaan karakter dan kesejahteraan psikologis mahasiswa.

“Kita semua perlu lebih peka terhadap kondisi sosial dan psikologis mahasiswa. Jangan tunggu tragedi baru bereaksi,” ujar Brian.

Dorong Pembentukan Satgas Pencegahan Kekerasan

Sebagai langkah sistemik, Kemdiktisaintek kini tengah menggelar Kampanye Nasional PPKPT. Melalui kampanye ini, seluruh kampus di Indonesia diwajibkan membentuk Satuan Tugas (Satgas) PPKPT.

Satgas ini memiliki empat fungsi utama:

  1. Pencegahan, menciptakan lingkungan kampus yang aman dan bebas kekerasan.
  2. Penanganan, menyediakan mekanisme pelaporan, investigasi, serta pendampingan korban.
  3. Pendampingan, memastikan dukungan psikologis, hukum, dan sosial.
  4. Membangun budaya positif, memperkuat relasi yang sehat dan berintegritas antarwarga kampus.

Untuk mempermudah akses pelaporan, Kemdiktisaintek juga mengembangkan portal SAHABAT (Satgas Harmoni, Anti Kekerasan, dan Bantuan Tanggap) yang bisa diakses melalui sahabat.kemdiktisaintek.go.id. Portal ini menjadi wadah aman bagi mahasiswa untuk berkonsultasi, melapor, dan belajar mengenai pencegahan kekerasan.

“Selain itu, masyarakat juga dapat menggunakan kanal LAPOR! di lapor.go.id untuk melaporkan dugaan kekerasan di kampus. Laporan akan diteruskan langsung ke instansi atau kampus terkait agar penanganannya bisa segera dilakukan,” ungkap Brian.

Refleksi Bersama Dunia Pendidikan

Menurut Brian, langkah-langkah ini bukan hanya tanggung jawab Kemdiktisaintek, tetapi juga menjadi tugas moral bersama antara pimpinan perguruan tinggi, organisasi kemahasiswaan, dosen, dan seluruh sivitas akademika.

“Kita harus ciptakan atmosfer kampus yang sehat, di mana mahasiswa bisa tumbuh, berprestasi, dan berinteraksi tanpa rasa takut,” ujarnya.

Kemdiktisaintek juga menegaskan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas implementasi Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024, termasuk memastikan setiap kampus benar-benar menjalankan fungsi Satgas secara nyata, bukan sekadar formalitas administrasi.

Sinergi dengan Arah Pembangunan Nasional

Dalam kesempatan yang sama, pertemuan Mendiktisaintek dengan Presiden Prabowo juga membahas penguatan sumber daya manusia (SDM) nasional. Pemerintah menekankan pentingnya keselarasan antara sistem pendidikan tinggi dan arah pembangunan industri Indonesia.

Brian menilai, tragedi yang menimpa mahasiswa Unud menjadi alarm sosial agar dunia pendidikan tak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan dan keselamatan mahasiswa.

“Pendidikan tinggi harus membangun manusia seutuhnya berilmu, berintegritas, dan terlindungi,” pungkas Brian.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *