google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Kepala DLH Kota Malang: Proyek Drainase Tunda Penanaman Pohon di Jalan Suhat

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang memastikan program penghijauan di sepanjang koridor Jalan Soekarno-Hatta (Suhat) tetap akan dilaksanakan. Namun, penanaman pohon tersebut masih menunggu rampungnya proyek drainase yang saat ini tengah berlangsung di kawasan itu.

Pelaksana harian (Plh) Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, mengatakan penghijauan menjadi langkah pemulihan lingkungan setelah pengerjaan drainase berdampak pada sejumlah pohon di sepanjang jalur Suhat.

“Sebagian pohon mengalami pemotongan akar akibat proyek drainase. Karena itu, kami perlu melakukan pengecekan lanjutan untuk memastikan tingkat keamanannya,” kata Raymond kepada iKoneksi.com, Senin (15/12/2025).

DLH Kota Malang telah berkoordinasi dengan tim ahli serta Bidang Ruang Terbuka Hijau (RTH) untuk melakukan asesmen langsung di lapangan. Selain itu, perempesan atau pemangkasan dahan dilakukan secara berkala guna mengurangi risiko pohon tumbang.

Raymond menjelaskan, pohon jenis Palem Raja yang kehilangan akar kurang dari 10 persen masih tergolong aman. Namun, jika kerusakan akar mencapai lebih dari 30 persen, langkah awal yang ditempuh adalah perempesan intensif.

“Jika setelah perempesan masih dinilai berisiko, maka opsi terakhir adalah penebangan,” tegasnya.

Terkait rencana penanaman ulang, DLH masih menunggu rekomendasi teknis dari Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Timur mengenai jenis tanaman yang paling sesuai untuk ditanam kembali di kawasan Suhat. Rekomendasi ini diperlukan karena karakter lahan di sepanjang koridor tersebut berbeda-beda.

“Di beberapa titik, seperti di depan Polinema, jarak antara pagar dan saluran drainase hanya sekitar 30 sampai 40 sentimeter. Area sempit seperti itu tidak memungkinkan ditanami pohon besar, sehingga alternatifnya adalah tanaman hias dalam pot besar,” urai Raymond.

DLH juga membuka ruang partisipasi masyarakat, termasuk usulan agar jenis pohon yang ditanam tetap seragam demi estetika kawasan. Namun, penentuan jenis tanaman tetap mempertimbangkan karakter biologis dan tingkat ketahanannya.

“Mahoni misalnya, masih bisa tumbuh meski dipotong pendek. Sementara Palem Raja tidak bisa hidup jika ditebang habis. Ini yang menjadi pertimbangan teknis kami,” ujarnya.

Untuk mendukung program penghijauan, DLH Kota Malang telah menyiapkan lebih dari 1.200 bibit pohon. Rinciannya, sebanyak 1.000 bibit berasal dari Polinema, 147 bibit dari DLH Kota Malang, serta 147 bibit tambahan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Jika penanaman di Suhat segera diminta, kami siap. Termasuk bila nantinya diputuskan menggunakan Tabebuya, berapa pun kebutuhan bibitnya akan kami sediakan,” ucap Raymond.

Bibit tersebut merupakan bagian dari kewajiban penggantian pohon sesuai ketentuan daerah, yang mengatur jumlah bibit pengganti berdasarkan diameter pohon yang ditebang. DLH memastikan seluruh bibit pengganti telah tersedia, namun penanaman masih menunggu keputusan teknis final dari SDA Provinsi Jawa Timur.

“Penanaman akan dilakukan setelah seluruh evaluasi dan arahan teknis diputuskan. Semua harus menyesuaikan kondisi lapangan dan ruang tanam yang tersedia,” pungkasnya.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *