google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Kisah Perjalanan Kartika dari Dunia Pendidikan ke DPRD Kota Malang

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Anggota DPRD Kota Malang, Kartika, mencatatkan capaian tersendiri dalam Pemilihan Legislatif 2024. Ia menjadi satu-satunya kader Partai Golkar yang berhasil lolos dari Daerah Pemilihan (Dapil) Klojen wilayah yang dikenal kompetitif.

Menariknya, pencapaian tersebut diraih Kartika pada kali pertama dirinya terjun dalam kontestasi politik lima tahunan. Di balik keberhasilan itu, tersimpan perjalanan panjang yang tidak sederhana. Kartika mengaku dirinya merupakan sosok introver yang sebelumnya kesulitan membuka diri.

Keputusan untuk berubah menjadi titik balik yang mengantarkannya masuk ke dunia politik.

“Perang Terberat Melawan Diri Sendiri”

Kartika mengungkapkan, tantangan terbesar bukanlah saat kampanye atau menghadapi lawan politik, melainkan saat harus mengalahkan dirinya sendiri.

“Perang sesungguhnya bukan di lapangan, tapi melawan diri saya sendiri,” kata dia.

Ia menyebut, perubahan karakter dari pribadi tertutup menjadi sosok yang mampu bersosialisasi luas merupakan proses yang penuh tantangan. Dalam dunia politik, kemampuan berinteraksi dengan berbagai lapisan masyarakat menjadi keharusan.

“Harus bisa bertemu semua kalangan, dari berbagai latar belakang, dan mampu merangkul semuanya,” sebut alumnus UM itu.

Berawal dari PAUD, Belajar Bersosialisasi

Perubahan itu mulai terbangun sejak 2015, saat Kartika mendirikan lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD). Awalnya, jumlah murid hanya lima orang. Namun dalam waktu sekitar tiga setengah tahun, jumlah tersebut meningkat hingga 150 siswa. Dari pengalaman tersebut, Kartika mulai belajar berinteraksi dengan banyak orang, terutama para wali murid dari berbagai latar belakang.

“Itu pelajaran besar bagi saya untuk mulai membuka diri dan bersosialisasi,” ungkapnya.

Pengalaman Kartika itu menjadi fondasi penting dalam membentuk kepercayaan dirinya.

Aktif Organisasi hingga Perjuangkan Insentif Guru

Selain di dunia pendidikan, Kartika juga aktif di berbagai organisasi, termasuk HIPMI Kota Malang. Ia meniti karier dari anggota hingga dipercaya menjadi ketua umum. Pengalaman organisasi tersebut memperkuat kapasitasnya dalam kepemimpinan dan komunikasi publik.

Kini, sebagai anggota Komisi D DPRD Kota Malang, Kartika fokus memperjuangkan isu pendidikan, khususnya kesejahteraan guru PAUD. Ia mengaku sempat menolak keras kebijakan pemotongan anggaran insentif guru PAUD yang bahkan sempat menjadi nol.

“Guru PAUD itu bergantung pada insentif tersebut. Tidak bisa dipotong begitu saja,” tekan dia.

Upaya tersebut membuahkan hasil, di mana insentif guru PAUD akhirnya kembali diberikan.

“DPRD menilai kebijakan tersebut penting untuk menjaga keberlangsungan dan kesejahteraan tenaga pendidik di tingkat dasar,” tukas Kartika.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *