google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Kisruh Yai Mim dan Sahara Merembet ke Hilangnya Barang Mewah

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Kisruh antara eks dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Imam Muslimin atau akrab disapa Yai Mim, dengan tetangganya Sahara, kembali menimbulkan babak baru yang tak kalah mengejutkan. Setelah sebelumnya muncul kabar pembakaran sajadah langka, kini terungkap bahwa sejumlah barang mewah milik Yai Mim ikut hilang secara misterius, termasuk jam tangan mewah merek Rolex yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah.

Kuasa hukum Yai Mim, Fahrudin Uma Sugi, mengungkapkan fakta mengejutkan tersebut usai mendampingi pemeriksaan istri Yai Mim, Rosida, di Satreskrim Polresta Malang Kota pada Selasa (14/10/2025). Dalam pemeriksaan yang berlangsung intensif dengan lebih dari 20 pertanyaan, penyidik menemukan adanya dugaan kehilangan barang-barang pribadi milik kliennya yang belum ditemukan hingga kini.

“Dari pemeriksaan tadi, baru terbuka dalam BAP bahwa ada beberapa barang pribadi milik klien kami yang belum ditemukan, entah hilang atau ikut terbakar,” kata Fahrudin kepada iKoneksi.com.

Menurutnya, barang-barang yang dimaksud bukanlah benda biasa. Selain empat jam tangan mewah satu di antaranya Rolex ada pula perhiasan emas seberat 210 gram, serta dua tasbih bernilai tinggi. Jika ditotal dengan sajadah langka yang terbakar, nilai kerugian ditaksir mencapai Rp 660 juta.

“Empat jam tangan, salah satunya Rolex, emas 210 gram, dua tasbih dengan harga cukup mahal, dan sajadah sekitar 9 ribu riyal atau setara Rp 660 juta,” jelasnya.


Misteri di Tanah Kosong Joyogrand

Peristiwa ini bermula pada 16 September 2025 lalu. Malam itu, Yai Mim diketahui tengah melakukan salat istikharah di sebidang tanah kosong di kawasan Joyogrand, Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, yang kabarnya sedang ditawarkan kepadanya untuk dibeli. Tanah itu memang tak jauh dari rumahnya, dan di atasnya berdiri sebuah gubuk kecil tempat ia sering beristirahat.

“Barang-barang itu dibawa ke tanah kosong karena klien kami ingin membeli lahan tersebut. Ia salat istikharah di sana bersama istri,” terang Fahrudin.

Namun, kejadian berubah menjadi misteri ketika sekitar 30 menit setelah meninggalkan lokasi, api tiba-tiba melahap gubuk dan membakar sajadah beserta barang-barang yang diletakkan di atasnya. Saat kembali ke lokasi, Yai Mim mendapati segala barang berharga itu lenyap.

“Ketika kembali, semuanya sudah terbakar. Ditinggal sebentar saja, kurang lebih 30 menit. Itu dini hari,” ungkapnya.

Awalnya, Yai Mim mengira semua barangnya hangus terbakar. Namun setelah diperiksa lebih lanjut, beberapa benda terutama jam tangan dan perhiasan tidak ditemukan di sisa lokasi kebakaran. Hal inilah yang memunculkan dugaan kuat adanya unsur kehilangan yang disengaja.

Kebiasaan Bawa Barang Berharga

Dalam keterangannya, Yai Mim mengakui bahwa ia memang memiliki kebiasaan membawa barang-barang berharga seperti jam tangan, tasbih, serta dokumen penting di dalam sebuah tas khusus. Tas itu, menurutnya, sempat ia letakkan di atas sajadah tempatnya berdoa.

“Saya selalu membawa barang berharga, termasuk surat-surat penting. Ketika saya datang lagi, sajadah sudah terbakar dan barang-barangnya hilang,” ujarnya.

Istri Yai Mim, Rosida, bahkan sempat menyusul ke lokasi sebelum akhirnya kembali ke rumah. Beberapa saat kemudian, Yai Mim pergi ke Brojan Kafe, yang tak jauh dari tempat kejadian, untuk berdiskusi dengan mahasiswa. Saat kembali, lokasi sudah porak-poranda dilalap api.

“Setelah itu saya ke Brojan Kafe, dan ketika kembali sudah terbakar. Barang-barang saya hilang,” sebutnya.

Polisi Selidiki Dua Kemungkinan: Terbakar atau Hilang

Kasus ini kini tengah ditangani oleh Satreskrim Polresta Malang Kota, yang berupaya memastikan apakah barang-barang tersebut benar-benar terbakar atau hilang dicuri sebelum api melalap lokasi. Sejumlah saksi, termasuk Rosida dan warga sekitar, sudah dimintai keterangan untuk memperjelas kronologi.

Meski demikian, hingga kini belum ada titik terang. Apakah kebakaran itu murni kecelakaan, atau ada pihak yang memanfaatkan situasi untuk mengambil barang-barang berharga milik sang eks dosen UIN tersebut?

Kuasa hukum Yai Mim meminta penyidik untuk mengusut tuntas dan memeriksa semua kemungkinan, termasuk dugaan keterlibatan pihak tertentu dalam konflik berkepanjangan antara Yai Mim dan Sahara yang sebelumnya sudah ramai diperbincangkan publik.

“Fakta-fakta baru terus berkembang. Kami berharap kepolisian bisa bekerja profesional agar klien kami mendapatkan keadilan,” tegas Fahrudin.

Konflik yang Kian Rumit

Kasus yang bermula dari perselisihan dua tetangga kini berubah menjadi drama hukum dan misteri kehilangan barang mewah. Publik pun menanti bagaimana aparat penegak hukum mengurai benang kusut ini.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *