Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

Koordinasi Aktif BULOG Kanwil Jambi Dengan Pemrov, PPL, Petani, TNI dan Polri Untuk Optimalisasi Serap Gabah Beras Petani di Tahun 2026

  • Bagikan
banner 468x60

Jambi, iKoneksi.com – Perum Bulog Kantor Wilayah Jambi kembali memulai kegiatan penyerapan gabah petani untuk tahun anggaran 2026. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas harga gabah di tingkat produsen sekaligus memastikan ketersediaan cadangan pangan nasional tetap aman, pasca pengumuman swasembada beras oleh Pemerintah Pusat.

Kepala Perum Bulog Kanwil Jambi, Ali Ahmad Najih Amsari, mengatakan penyerapan gabah menjadi instrumen penting dalam melindungi pendapatan petani, terutama di awal musim tanam 2026.

“Penyerapan gabah kembali kami mulai untuk menjaga stabilitas harga di tingkat petani dan memastikan stok cadangan beras nasional tetap terjaga,” tutur Ali, Kamis (5/2/2026).

Untuk mempercepat pencapaian target pengadaan, Bulog Kanwil Jambi telah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan. Koordinasi tersebut dilakukan melalui rapat pembahasan penguatan tata niaga gabah dan beras, mekanisme pembelian gabah petani, serta strategi pencapaian target serapan di musim tanam 2026.

Ali menegaskan, upaya ini tidak dapat berjalan sendiri. Oleh karena itu, Bulog menggandeng seluruh pemangku kepentingan di daerah, mulai dari Pemerintah Provinsi Jambi, pemerintah kabupaten dan kota, hingga instansi teknis terkait.

“Bulog Kanwil Jambi berkolaborasi dengan Kepala BPRMP Provinsi Jambi, Dinas Pertanian kabupaten/kota, Dinas Ketahanan Pangan se-Provinsi Jambi, para penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta dukungan TNI dan Polri,” ucap dia.

Sinergi lintas sektor tersebut diarahkan untuk memastikan target pengadaan gabah dan beras di Provinsi Jambi dapat tercapai secara optimal, sekaligus melindungi harga gabah petani sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

Untuk tahun 2026, Ali menyebutkan Bulog Kanwil Jambi ditargetkan menyerap gabah sebanyak 6.478.000 kilogram, atau setara dengan 5.394.000 kilogram beras. Hingga Kamis (5/2/2026), realisasi penyerapan gabah telah mencapai 150.787 kilogram, atau setara 143.141 kilogram beras, atau sekitar 2,65 persen dari total target.

“Adapun wilayah dengan penyerapan gabah tertinggi sejauh ini berasal dari Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kota Sungai Penuh, dan Kabupaten Batanghari,” terang dia.

Ali menilai capaian awal ini menjadi sinyal positif, meski masih memerlukan kerja keras dan konsistensi agar target pengadaan dapat terpenuhi hingga akhir musim tanam.

“Dengan koordinasi yang terus kami perkuat, kami optimistis serapan gabah akan meningkat dan harga gabah petani tetap terlindungi,” lugasnya dia.

Bulog Kanwil Jambi juga menegaskan komitmennya untuk membeli gabah petani sesuai ketentuan pemerintah, yakni Rp6.500 per kilogram. Harga tersebut diharapkan mampu memberikan kepastian usaha bagi petani sekaligus mendukung agenda besar pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.

“Melalui penguatan koordinasi dan pengawalan di lapangan, Bulog berharap proses penyerapan gabah dan beras di Provinsi Jambi dapat berjalan optimal, berkelanjutan, dan memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan petani,” tandasnya.

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *