google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Kota Batu Diserbu 1,1 Juta Wisatawan, Polres Turun Tangan!

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Batu, iKoneksi.com — Lonjakan wisatawan saat libur Lebaran 2026 diprediksi kembali membanjiri Kota Wisata Batu. Mengantisipasi potensi kemacetan parah, Polres Batu menyiagakan Tim Urai khusus untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas di berbagai titik strategis.

Langkah ini diambil menyusul proyeksi jumlah kunjungan wisatawan yang diperkirakan mencapai 1,1 juta orang selama periode libur panjang. Angka tersebut berpotensi memicu kepadatan signifikan, terutama di jalur utama dan kawasan destinasi wisata favorit. Tim Urai yang disiapkan merupakan gabungan personel dari Satlantas Polres Batu dan Sabhara Polres Batu. Lebih dari 30 personel berpengalaman diterjunkan untuk bergerak secara mobile dan responsif di lapangan.

Kapolres Batu, Aris Purwanto, melalui Kasat Lantas Polres Batu, Kevin Ibrahim, menjelaskan bahwa Tim Urai akan beroperasi penuh selama pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026.

“Tim urai bertugas memantau kawasan rawan macet, blind spot atau titik buta rawan kecelakaan, hingga trouble spot di sekitar objek vital dan destinasi wisata,” tutur Kevin.

Menurutnya, kehadiran tim ini menjadi kunci dalam merespons cepat setiap potensi gangguan lalu lintas. Dengan sistem patroli dinamis, petugas dapat langsung bergerak ke titik kemacetan untuk melakukan penguraian arus kendaraan. Selain mengurai kemacetan, Tim Urai juga difungsikan untuk menekan angka pelanggaran lalu lintas yang kerap meningkat saat liburan. Kepadatan kendaraan sering kali membuat pengendara mengabaikan aturan, sehingga berisiko memicu kecelakaan.

“Kehadiran petugas di lapangan diharapkan bisa meningkatkan kedisiplinan pengendara, terutama wisatawan yang belum familiar dengan kondisi jalan di Kota Batu,” jelas Kevin.

Berdasarkan evaluasi tahun-tahun sebelumnya, sejumlah titik menjadi prioritas pengawasan karena kerap mengalami kepadatan tinggi. Jalur masuk Kota Batu melalui Jalan Ir Soekarno (Pendem) menjadi salah satu titik utama yang diawasi ketat.

“Selain itu, kawasan pusat kota seperti Alun-alun Kota Batu juga menjadi perhatian khusus, mengingat tingginya aktivitas wisatawan yang berkunjung ke pusat keramaian tersebut,” sebut Kevin.

Destinasi wisata unggulan yang tersebar di berbagai wilayah Kota Batu juga masuk dalam radar pengawasan, termasuk kawasan Songgoriti, jalur Klemuk, hingga Payung yang dikenal memiliki karakteristik jalan menanjak dan berkelok. Kevin menyebutkan, kondisi geografis Kota Batu yang didominasi perbukitan menjadi tantangan tersendiri dalam pengaturan lalu lintas. Jalan yang sempit, menanjak, serta tikungan tajam memerlukan kewaspadaan ekstra dari para pengendara.

“Untuk mengantisipasi kepadatan, kepolisian juga menyiapkan berbagai skema rekayasa lalu lintas yang bersifat situasional. Salah satu opsi yang disiapkan adalah penerapan sistem satu arah (one way) di jalur-jalur tertentu. Selain itu, pengalihan arus kendaraan ke jalur alternatif juga menjadi bagian dari strategi, seperti melalui wilayah Karangploso atau Giripurno,” urai dia.

“Semua bersifat situasional. Begitu terdeteksi adanya kepadatan melalui pantauan tim maupun CCTV, skema pengaturan langsung kami eksekusi,” tegas Kevin.

Ia membeberkan, penggunaan teknologi seperti CCTV menjadi alat bantu penting dalam memantau kondisi lalu lintas secara real time. Dengan sistem tersebut, potensi kemacetan dapat dideteksi lebih awal sebelum berkembang menjadi antrean panjang. Di sisi lain, kepolisian juga mengimbau para pengendara untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik sebelum memasuki kawasan Kota Batu. Kondisi kendaraan menjadi faktor utama yang harus diperhatikan, terutama sistem pengereman.

“Pastikan kendaraan dalam kondisi prima, terutama rem, karena kontur jalan di Kota Batu banyak tanjakan dan turunan,” tekannya.

Imbauan ini menjadi penting mengingat setiap tahun, kasus kendaraan mogok atau rem blong kerap menjadi pemicu kemacetan di jalur wisata. Selain mengganggu arus lalu lintas, kondisi tersebut juga berpotensi menimbulkan kecelakaan.

“Polres Batu juga mengingatkan pengendara untuk tetap mematuhi rambu lalu lintas dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Kedisiplinan menjadi faktor kunci dalam menjaga kelancaran arus kendaraan di tengah lonjakan wisatawan. Dengan berbagai langkah antisipatif yang telah disiapkan, kepolisian berharap arus lalu lintas selama libur Lebaran 2026 dapat berjalan lancar dan aman,” terangnya.

Kevin mengungkapkan lonjakan wisatawan memang menjadi berkah bagi sektor pariwisata Kota Batu, namun di sisi lain juga membawa tantangan besar dalam pengelolaan lalu lintas. Karena itu, sinergi antara petugas di lapangan dan kesadaran masyarakat menjadi kunci utama untuk memastikan perjalanan tetap nyaman.

“Kalau semua tertib dan mengikuti arahan, potensi kemacetan bisa ditekan. Kami juga akan terus siaga untuk memastikan kondisi tetap terkendali,” ucap Kevin.

“Dengan puncak kunjungan yang diprediksi terjadi dalam beberapa hari setelah Lebaran, seluruh pihak kini bersiap menghadapi gelombang wisatawan yang dipastikan akan memadati Kota Batu,” tukas Kevin.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *