google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Kota Batu Krisis Guru, Alfi Nurhidayat Siapkan Program Batu Mengajar

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Batu, iKoneksi.com — Dinas Pendidikan Kota Batu tengah menyiapkan langkah strategis untuk mengatasi kekurangan guru di sejumlah sekolah. Salah satu solusi yang digagas adalah program “Kota Batu Mengajar”, yang akan melibatkan mahasiswa serta relawan pendidikan untuk membantu proses belajar mengajar.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Alfi Nurhidayat, mengungkapkan kekurangan tenaga pendidik saat ini menjadi tantangan serius bagi dunia pendidikan di daerah tersebut.

“Sekarang memang ada kekurangan guru. Karena itu kita akan mendata ulang, termasuk menginterview guru-guru yang sudah pensiun atau yang akan memasuki masa pensiun,” tutur Alfi.

Alfi menuturkan pendataan tersebut dilakukan untuk mengetahui potensi tenaga pendidik yang masih dapat berkontribusi, sekaligus memetakan kebutuhan guru di berbagai sekolah.

“Selain itu, Dinas Pendidikan juga berencana mengajukan penambahan formasi guru kepada pimpinan daerah serta pemerintah pusat. Namun, proses tersebut membutuhkan waktu karena harus melalui berbagai mekanisme kebijakan,” sebut dia.

Program Kota Batu Mengajar

Sambil menunggu proses penambahan guru secara resmi, Disdik Kota Batu menyiapkan program Kota Batu Mengajar sebagai solusi jangka pendek agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan optimal. Program ini ditekankan Alfi akan membuka kesempatan bagi mahasiswa maupun relawan yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan untuk mengajar di sekolah-sekolah yang mengalami kekurangan tenaga pendidik.

“Kita akan memanggil kader-kader terbaik Kota Batu, bahkan dari luar Kota Batu, yang peduli dengan pendidikan di sini,” ucap Alfi.

Menurutnya, sasaran utama program tersebut adalah mahasiswa yang sedang menjalani program magang atau menyelesaikan tugas akhir. Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Malang Raya, baik negeri maupun swasta, akan diajak berpartisipasi dalam kegiatan ini.

“Kita akan bekerja sama dengan beberapa kampus di Malang Raya. Mahasiswa bisa magang atau mengambil tugas akhir dalam bentuk mengajar di sekolah-sekolah di Kota Batu,” jelasnya.

Fokus pada Mata Pelajaran yang Kosong

Dalam pelaksanaannya, Disdik akan memetakan sekolah mana saja yang mengalami kekurangan guru serta mata pelajaran yang belum terisi. Program ini tidak hanya membantu menutup kekosongan tenaga pengajar, tetapi juga diharapkan dapat memperkuat pembelajaran pada mata pelajaran tertentu.

“Sekolah mana yang kekurangan guru akan kita tetapkan. Mata pelajaran yang kosong juga akan kita petakan,” sebut Alfi.

Ia menambahkan, sejumlah muatan pelajaran yang selama ini belum maksimal juga akan menjadi perhatian, termasuk penguatan bahasa asing seperti Bahasa Inggris.

“Muatan yang selama ini belum optimal akan kita tekankan, seperti Bahasa Inggris dan beberapa pelajaran lainnya,” terang dia.

Bukan Rekrutmen Honorer

Meski melibatkan mahasiswa dan relawan, Alfi menegaskan program tersebut bukan merupakan rekrutmen guru honorer baru. Alfi membeberkan, kebijakan terkait pengangkatan tenaga pendidik tetap harus mengikuti aturan yang ditetapkan pemerintah pusat.

“Untuk rekrutmen guru tentu harus menunggu arahan dari pimpinan, dari Kementerian Pendidikan, serta dari BKPSDM. Jadi kita belum bisa menentukan sekarang,” tegas dia.

“Program Batu Mengajar lebih diarahkan sebagai bentuk partisipasi sosial dan kolaborasi antara dunia pendidikan dan masyarakat dalam membantu sekolah yang membutuhkan tenaga pengajar,” lanjut Alfi.

Target Diluncurkan April

Saat ini, konsep dan mekanisme program tersebut masih dalam tahap pematangan. Dinas Pendidikan tengah menyusun berbagai persiapan teknis sebelum program resmi diluncurkan. Alfi memperkirakan program Kota Batu Mengajar dapat mulai dibuka dalam waktu dekat, sekitar satu hingga dua bulan ke depan.

“Sekarang masih kita godok dan matangkan. Mudah-mudahan satu dua bulan lagi sudah bisa dibuka,” ungkap Alfi.

Jika tidak ada kendala, program tersebut ditargetkan mulai berjalan pada April, bertepatan dengan momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional maupun Hari Kartini.

“Dengan melibatkan mahasiswa dan relawan pendidikan, Pemerintah Kota Batu berharap proses belajar mengajar di sekolah tetap berjalan optimal meskipun tengah menghadapi keterbatasan jumlah guru. Program ini juga diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Batu,” pungkas Alfi.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *