google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Kunjungan Kementrian PKP Di Kota Malang Soroti Transformasi Kayutangan Heritage

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menerima kunjungan kerja Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) di Ruang Sidang Balai Kota Malang, Jumat (2/1/2026). Kunjungan ini difokuskan pada diskusi penataan Kawasan Kayutangan Heritage, yang dinilai berhasil dan layak direplikasi di daerah lain.

Dalam pertemuan tersebut, jajaran Kementerian PKP memberikan apresiasi atas konsep penataan kawasan heritage yang dikembangkan Pemkot Malang. Penataan Kayutangan dinilai tidak hanya menjaga nilai sejarah, tetapi juga mampu mendorong kebangkitan ekonomi kawasan secara berkelanjutan.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menyampaikan pengakuan dari pemerintah pusat menjadi dorongan penting bagi Pemkot Malang untuk terus menyempurnakan pengelolaan kawasan heritage. Ia memaparkan bahwa Kayutangan Heritage awalnya ditata sebagai bagian dari program penanganan kawasan kumuh perkotaan, dengan fokus pada perbaikan lingkungan hunian, penguatan fungsi sosial, serta pelestarian budaya.

“Penataan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan infrastruktur dasar, pengaturan tata ruang, hingga pelestarian bangunan bersejarah peninggalan kolonial yang masih berdiri di sepanjang koridor Kayutangan,” tutur Wahyu.

Menurutnya, penataan Kayutangan Heritage dilakukan dengan paradigma holistik. Selain sebagai upaya penegakan regulasi cagar budaya, kawasan ini dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis sejarah dan komunitas. Langkah tersebut diambil mengingat Kota Malang memiliki keterbatasan kawasan wisata berbasis alam, sehingga potensi wisata kota perlu dioptimalkan.

“Untuk mewujudkan hal itu, Pemkot Malang memperkuat sinergi heksaheliks yang melibatkan kementerian pusat, perangkat daerah, kelompok sadar wisata (pokdarwis), perbankan, serta berbagai mitra lainnya. Kolaborasi ini diarahkan pada penataan dan aktivasi kawasan, pemberdayaan masyarakat, pelatihan keterampilan, penguatan edukasi, serta fasilitasi kegiatan dan event wisata,” ucapnya.

Wahyu menuturkan, dampak penataan Kayutangan Heritage mulai terlihat signifikan, terutama pascapandemi Covid-19. Berdasarkan data Bappeda Kota Malang, sebelum aktivasi kawasan, sebanyak 112 dari 147 bangunan atau sekitar 76,19 persen yang difungsikan sebagai toko atau perkantoran tercatat tutup dan tidak beroperasi.

“Memasuki 2023, jumlah bangunan yang masih tutup turun drastis menjadi 44 atau sekitar 29,93 persen. Penurunan ini terjadi seiring munculnya toko, kafe, dan restoran baru, serta beroperasinya kembali usaha lama yang sempat tutup,” jelasnya.

Selain itu, nilai investasi di sektor hotel, restoran, dan jasa juga mengalami peningkatan signifikan, dari Rp407 miliar pada 2022 menjadi Rp552 miliar pada 2023, dan terus berlanjut pada tahun berikutnya. Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pajak hotel, restoran, dan hiburan tercatat meningkat lebih dari 33 persen.

“Dampak sosial ekonomi pun semakin terasa. Jumlah wisatawan domestik tercatat lebih dari 99 ribu orang, disertai mulai masuknya wisatawan mancanegara. Aktivitas wisata tersebut mendorong perputaran ekonomi di kawasan permukiman, dengan UMKM lokal yang ikut tumbuh. Tingkat hunian hotel berbintang meningkat hingga di atas 45 persen, menunjukkan sinergi antara penataan permukiman dan sektor pariwisata,” bebernya.

“Tahun 2024 menjadi momentum penting. Kayutangan Heritage dinilai sebagai inovasi unggulan dan mengantarkan Kota Malang meraih Kota Terbaik I Penghargaan Pembangunan Daerah tingkat nasional. Pada tahun yang sama, IPM Kota Malang mencapai 84, tertinggi di Jawa Timur, serta angka kemiskinan menurun menjadi 4,26 persen,” ungkap Wahyu.

Prestasi berlanjut pada 2025, ketika Kayutangan Heritage meraih Juara I Pokdarwis tingkat nasional melalui Wonderful Indonesia Award (WIA) 2025. Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan pengelolaan wisata berbasis komunitas, tata kelola yang baik, pelestarian nilai heritage, dan pemberdayaan masyarakat.

Menutup pemaparannya, Wahyu menyebut Kayutangan Heritage kini semakin mengukuhkan diri sebagai ikon wisata Kota Malang. Selama libur Natal dan Tahun Baru 2025, kunjungan harian mencapai hingga 3.000 orang, atau meningkat sekitar 100 persen dibandingkan hari biasa.

“Ini membuktikan penataan permukiman bisa menjadi motor pertumbuhan ekonomi daerah. Ke depan, kami akan terus berbenah dan membuka diri terhadap masukan, termasuk untuk mendukung Program Tiga Juta Rumah Kementerian PKP,” pungkasnya.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *