google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Lalu Lintas Jembatan Buk Gluduk Dibatasi Usai Struktur Ambrol

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang resmi membatasi arus lalu lintas di kawasan Jembatan Buk Gluduk, Jalan Gatot Subroto, sejak Senin (24/11/2025). Kebijakan ini diterapkan menyusul kerusakan struktur jembatan yang ambrol dan kini masuk tahap perbaikan mendesak. Pengurangan kapasitas jalur menjadi langkah cepat guna menjaga keamanan pengguna jalan selama proses penanganan.

Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menjelaskan mulai tadi malam setiap arah yang sebelumnya memiliki dua lajur kini hanya menggunakan satu lajur. Sebagian badan jalan dialihkan untuk mendukung pengerjaan bagian jembatan yang mengalami kerusakan.

“Dari utara ke selatan dan sebaliknya hanya satu ruas saja. Penggunaan sebagian badan jalan dilakukan untuk menghindari risiko di area pekerjaan,” kata Widjaja, Senin (24/11/2025).

Dishub Kota Malang juga telah berkirim surat kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mengeluarkan imbauan pembatasan kendaraan bertonase besar di ruas Jalan Gatot Subroto. Truk tronton dan kendaraan berat lainnya dinilai berpotensi memperburuk kondisi struktur jembatan selama masa perbaikan.

“Sebagai antisipasi, Dishub menyiapkan rambu dan banner pengalihan di sejumlah titik strategis, termasuk Bululawang, Jalan LA Sucipto, dan Ranugrati. Arus kendaraan berat bakal dialihkan melalui Ranugrati demi mengurangi beban jembatan,” tutur Widajaja.

“Kendaraan besar seperti tronton akan diarahkan ke Ranugrati. Sementara jembatan hanya menggunakan satu ruas per arah. Kami masih menunggu kajian Balai Besar terkait kapasitas jembatan. Bila hasilnya menyatakan tidak layak dilalui, maka pengalihan total harus diberlakukan,” katanya.

Widjaja mengakui kemacetan masih mungkin terjadi, terutama pada jam padat. Namun berbagai skenario rekayasa lalu lintas telah disiapkan untuk menekan potensi penumpukan kendaraan.

“Kami upayakan pengaturan optimal sampai perbaikan selesai,” sebutnya.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, memastikan pengalihan kendaraan besar sudah mulai diterapkan. Hal itu merupakan tindak lanjut dari pemaparan Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) terkait kebutuhan rekayasa lalu lintas selama masa penanganan.

“Kendaraan besar kita alihkan selama dua minggu masa perbaikan. Ini bagian dari langkah pengamanan,” tegas Wahyu.

Pemkot Malang meminta masyarakat mematuhi rambu sementara dan arahan petugas di lapangan. Kepatuhan dianggap penting agar proses perbaikan berjalan cepat sekaligus menghindari risiko kecelakaan.

“Mohon diikuti arahan petugas. Ini demi keselamatan bersama,” ujar Wahyu.

Pembatasan lalu lintas ini direncanakan berlangsung hingga struktur jembatan dinyatakan aman kembali oleh Balai Besar.

“Seluruh tahapan perbaikan dipercepat mengingat jembatan tersebut merupakan salah satu jalur vital penghubung kawasan industri, perdagangan, dan permukiman di Kota Malang,” tukas Wahyu.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *