google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Lansia Ditemukan Tewas Gantung Diri di Pohon Jeruk

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Malang, iKoneksi.com – Warga Dusun Kedungboto, Desa Kedungrejo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, mendadak dikejutkan oleh penemuan sesosok pria lanjut usia yang tewas dalam posisi tergantung di pohon jeruk di pekarangan rumah. Peristiwa menggemparkan itu terjadi pada Selasa (22/4/2025) menjelang malam dan langsung mengundang perhatian warga sekitar.

Korban diketahui bernama Rojalih, pria berusia 80 tahun yang baru beberapa hari tinggal di rumah anak perempuannya. Ia ditemukan oleh menantunya sendiri, Ahmad Yani, dalam kondisi tidak bernyawa dan tergantung di sebuah pohon jeruk yang berada persis di samping rumah tempat mereka tinggal.

Detik-detik Penemuan Mayat

Kapolsek Pakis, AKP Suyanto, mengungkapkan penemuan tersebut terjadi sekitar pukul 17.40 WIB. Saat itu, Ahmad Yani baru saja mengantar tamu pulang dan ketika hendak kembali masuk rumah, ia menoleh ke arah kiri, ke pekarangan. Di sana ia melihat sosok menyerupai orang yang sedang berdiri diam.

“Karena minim penerangan, awalnya menantu korban tidak langsung menyadari. Ia berjalan mendekat untuk memastikan. Betapa terkejutnya saat ia sadar bahwa sosok tersebut adalah mertuanya sendiri, dalam posisi tergantung di pohon jeruk,” kata Suyanto.

Ahmad Yani pun langsung melaporkan kejadian tersebut kepada perangkat desa, yang kemudian diteruskan ke Polsek Pakis. Tak berselang lama, petugas tiba di lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP).

“Proses olah TKP dilakukan oleh Unit Inafis Satreskrim Polres Malang bersama petugas dari Puskesmas Pakis,” tutur Suyanto.

Kondisi Fisik dan Keterangan Keluarga

Hasil pemeriksaan awal menyebutkan bahwa tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Jenazah pun langsung disemayamkan di rumah duka atas permintaan keluarga, dan tidak dilakukan proses otopsi.

“Sekira pukul 22.35 WIB, proses olah TKP selesai. Keluarga korban menolak otopsi dan telah membuat surat pernyataan tidak akan menuntut pihak mana pun,” ungkap Suyanto.

Diketahui bahwa Rojalih baru saja pindah ke rumah anak perempuannya, Yunita Rita, sejak 18 April lalu. Sebelumnya, ia tinggal di Jakarta bersama anaknya yang lain. Pada hari kejadian, korban sempat ditemui Yunita sekitar pukul 10.00 WIB di dalam rumah dan tidak menunjukkan gelagat aneh.

“Namun, menurut penuturan keluarga, Rojalih beberapa kali mengutarakan keinginannya untuk meninggal dan dimakamkan di samping istrinya, yang telah wafat satu tahun lalu karena sakit,” terang Suyanto.

Tak Ada Riwayat Penyakit, Tapi Ada Luka Dalam

Meskipun tidak memiliki riwayat penyakit, pernyataan korban kepada keluarganya dalam beberapa hari terakhir menunjukkan kemungkinan gangguan psikologis yang dialaminya secara diam-diam. Dugaan kuat, korban mengalami tekanan batin mendalam karena kehilangan pasangan hidup. Suyanto juga menegaskan bahwa tidak ditemukan bukti adanya keterlibatan pihak lain dalam kematian Rojalih.

“Semua bukti yang kami kumpulkan menunjukkan bahwa ini murni tindakan bunuh diri. Keluarga sudah menerima kejadian ini dengan ikhlas,” tegas Suyanto.

Warga Masih Syok, Imbauan untuk Kewaspadaan Psikologis Lansia

Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan kejutan bagi warga sekitar. Banyak warga yang merasa kehilangan, mengingat korban dikenal sebagai pribadi yang ramah dan tidak pernah terlihat mengalami kesulitan yang mencolok.

“Kejadian ini menjadi pengingat kondisi kesehatan mental, terutama pada usia lanjut, perlu lebih diperhatikan. Rasa sepi, kehilangan pasangan hidup, dan tekanan batin sering kali menjadi pemicu keputusan tragis yang tak terduga,” tukas Suyanto. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *