google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

LARAS 2026, FH UB Dorong Perspektif Hukum Global

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi – Fakultas Hukum Universitas Brawijaya kembali menegaskan komitmennya dalam memperluas jejaring akademik internasional melalui program The Brawijaya Summer School on Law, Human Rights & Sustainable Development (LARAS) 2026. Kegiatan bertema “Enhancing Global Legal Awareness for Sustainable and Inclusive Society” ini resmi dibuka pada Kamis (2/2/2026) di Ballroom Gedung B Fakultas Hukum UB.

Dekan Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, Dr. Aan Eko Widiarto, menyebut LARAS sebagai agenda strategis untuk memperkaya sudut pandang global di bidang hukum, hak asasi manusia, dan pembangunan berkelanjutan. Program yang berlangsung selama lima hari tersebut diikuti mahasiswa internasional dari berbagai negara bersama sivitas akademika kampus.

“Melalui LARAS, kami ingin membangun atmosfer akademik yang global dan inklusif, di mana terjadi pertukaran gagasan serta perspektif lintas budaya dan sistem hukum,” ujar Dr. Aan Eko Widiarto.

Menurutnya, kehadiran peserta asing, baik yang tengah menempuh studi di Indonesia maupun yang datang langsung dari negara asal, diharapkan menciptakan interaksi akademik yang dinamis. Tak hanya antar mahasiswa, tetapi juga dengan dosen, fasilitas akademik, dan ekosistem kampus.

“Yang kami harapkan adalah terbentuknya atmosfer akademik global, sehingga perspektif tentang Indonesia, baik dari sisi keilmuan, budaya, maupun kekayaan sumber daya, dapat dikenal lebih luas oleh komunitas internasional,” tambahnya.

Pelaksanaan LARAS 2026 juga dikaitkan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Fokus pembahasan diarahkan pada SDGs poin 5 (Kesetaraan Gender), 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), 10 (Berkurangnya Kesenjangan), serta 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh). Pendekatan ini menegaskan kontribusi akademik FH UB dalam diskursus hukum dan HAM di tingkat global.

Ketua International Relations Office (IRO) FH UB, Ranitya Ganindha, menjelaskan bahwa LARAS merupakan bagian dari program inbound yang secara konsisten digelar, termasuk summer school dan short course. Pada tahun ini, program tersebut memperoleh dukungan pendanaan melalui skema World Class University (WCU).

“Peserta LARAS berasal dari 42 negara karena program ini dibuka untuk umum dan tidak terbatas pada mitra tertentu. Hal ini menjadi peluang besar untuk memperkenalkan FH UB dan Universitas Brawijaya di tingkat internasional,” jelas Ranitya Ganindha.

Ke depan, Fakultas Hukum Universitas Brawijaya menargetkan LARAS berkembang menjadi platform akademik berskala internasional yang lebih luas. Selain agenda tahunan, kegiatan ini diharapkan melahirkan forum lanjutan seperti seminar global, kompetisi internasional, hingga peluang kerja sama joint degree dan double degree bersama Universitas Brawijaya dan mitra luar negeri.

“Keberlanjutan program ini penting agar generasi mahasiswa berikutnya dapat terus merasakan manfaat dari atmosfer akademik global yang kami bangun,” pungkas Dr. Aan.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *