google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Lonjakan Sampah Tahun Baru Tembus 800 Ton, Kepala DLH Kota Malang Ingatkan Disiplin Warga

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang kembali mengingatkan pentingnya kedisiplinan masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya. Imbauan tersebut disampaikan menyusul lonjakan volume sampah saat perayaan malam Tahun Baru 2025/2026 yang mencapai 800 ton, atau meningkat sekitar 80 ton dibandingkan hari normal.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, menyebut peningkatan volume sampah itu menjadi catatan serius bagi pemerintah daerah. Menurutnya, momen perayaan besar selalu berbanding lurus dengan peningkatan produksi sampah, sehingga membutuhkan dukungan aktif dari masyarakat.

“Dari total sekitar 800 ton sampah hari ini, kurang lebih 600 ton masuk ke TPA Supit Urang, sementara sisanya dikelola melalui TPS3R dan TPST,” ucap dia.

Raymond menjelaskan, sampah paling banyak dihasilkan dari titik-titik keramaian, seperti kawasan Jalan Besar Ijen, Kayutangan Heritage Jalan Basuki Rahmat, area depan Stasiun Malang, hingga sejumlah lokasi pengajian dan doa bersama di masjid-masjid. Jenis sampah didominasi oleh kemasan makanan dan minuman sekali pakai, seperti plastik, botol plastik, dan styrofoam.

Tingginya volume sampah tersebut membuat petugas kebersihan harus bekerja lebih lama dari jadwal normal. Tanpa penambahan armada maupun personel, DLH memilih memperpanjang waktu pengangkutan agar seluruh sampah dapat tertangani.

“Biasanya pengambilan sampah dilakukan mulai pukul 05.00 WIB hingga 12.00 WIB. Saat perayaan Tahun Baru ini, kami perpanjang sampai sekitar 15.30 WIB, sehingga petugas harus lembur,” ungkapnya.

Meski volume sampah meningkat tajam, Raymond menilai terdapat indikasi perbaikan kesadaran masyarakat. Ia menyebut lonjakan sampah pada perayaan Tahun Baru kali ini relatif tidak jauh berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Pada malam Tahun Baru 2024/2025, volume sampah tercatat sekitar 780 ton, atau naik sekitar 60 ton dari hari biasa.

“Secara tren, peningkatannya masih terkendali. Ini menunjukkan ada upaya masyarakat untuk lebih tertib, meski belum ideal,” katanya.

Raymond mengakui, di sejumlah lokasi masih ditemukan sampah berserakan atau menumpuk di sekitar tempat sampah. Kondisi tersebut umumnya terjadi akibat keterbatasan daya tampung, terutama di kawasan dengan kepadatan pengunjung tinggi.

“Memang ada yang menumpuk di sekitar tempat sampah karena kapasitasnya terbatas. Tapi ini menunjukkan warga berusaha membuang sampah di titik yang tersedia, meski perlu penanganan lanjutan,” ujarnya.

DLH Kota Malang kembali mengimbau seluruh warga dan wisatawan untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke selokan dan sungai. Menurut Raymond, sampah yang masuk ke saluran air berpotensi menyebabkan banjir, sebagaimana kejadian genangan yang sempat viral sebelumnya.

“Kami berharap masyarakat tidak membuang sampah ke selokan atau sungai. Banjir yang terjadi sebelumnya salah satunya disebabkan drainase yang tersumbat sampah. Dampaknya kembali ke masyarakat sendiri,” pungkasnya.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *