google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Ma Chung Galakkan Deteksi Anemia Remaja di Desa

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Malang, iKoneksi.com – Kesadaran akan pentingnya kesehatan remaja, khususnya dalam hal gizi dan anemia, kini semakin diperkuat oleh berbagai pihak. Salah satunya datang dari Universitas Ma Chung yang pada Ahad, (25/5/2025) lalu, menggelar kegiatan bertajuk Strategi Penanggulangan Anemia pada Remaja di Desa Sumbersekar untuk Pencegahan Masalah Nutrisi Kronis. Bertempat di Desa Sumbersekar, kegiatan ini bukan sekadar kampanye kesehatan biasa, tetapi menjadi bukti nyata bagaimana pendidikan tinggi bisa terlibat aktif dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada poin ketiga: Good Health and Well-Being.

Kegiatan tersebut melibatkan kolaborasi antardisiplin ilmu dari Universitas Ma Chung, yakni Program Studi Teknik Informatika, Sistem Informasi, dan Farmasi. Kolaborasi ini menunjukkan isu kesehatan tidak bisa diselesaikan dengan pendekatan tunggal. Perlu ada sinergi antara edukasi, teknologi, dan farmasi untuk mencapai hasil yang maksimal.

Tim Multidisiplin Hadirkan Solusi Inovatif

Tim penggerak kegiatan ini terdiri dari dosen dan mahasiswa lintas program studi. Bertindak sebagai ketua tim adalah Bita Parga Zen, S.Kom., M.Han., dengan anggota dosen lainnya yakni Hendry Setiawan, S.T., M.Kom., Muhammad Nurwegiono, S.Kom., M.Kom., serta Apt. Devilke Yandriyani, S.Farm., M.Farm. Sejumlah mahasiswa turut dilibatkan sebagai pelaksana lapangan. Mereka menyasar peserta dari kalangan remaja dan masyarakat umum, dengan jumlah partisipan mencapai sekitar 60 orang.

Yang menarik, kegiatan ini tidak hanya bersifat penyuluhan konvensional. Selain menyampaikan edukasi seputar anemia dan dampaknya terhadap kesehatan, tim juga menggelar layanan pemeriksaan kadar hemoglobin (HB) dan gula darah secara langsung. Sebanyak 40 peserta memanfaatkan layanan ini untuk mengecek kondisi tubuh mereka. Pemeriksaan tersebut penting dilakukan untuk mengetahui status kesehatan awal dan sebagai acuan dalam mengambil langkah medis selanjutnya.

SPK Anemia: Teknologi untuk Remaja Putri

Bita mengatakan salah satu inovasi utama dalam kegiatan ini adalah kehadiran teknologi Sistem Pendukung Keputusan (SPK) untuk diagnosis anemia. SPK tersebut dikembangkan oleh dosen Sistem Informasi Universitas Ma Chung, Muhammad Nurwegiono, menggunakan metode Certainty Factor dan dibangun pada framework Laravel.

“Website ini dirancang agar remaja putri dapat mengaksesnya secara mandiri. Cukup dengan mengisi formulir, pengguna bisa mendapatkan hasil prediksi apakah dirinya berisiko terkena anemia. Ini merupakan langkah preventif berbasis teknologi, sangat sesuai dengan karakter generasi muda yang akrab dengan digitalisasi,” tutur Bita.

Inovasi ini diterangkan Bita menjadi bukti bahwa pendekatan kesehatan masyarakat bisa diperkuat dengan intervensi teknologi.

“Dengan aplikasi tersebut, remaja di pelosok desa sekalipun kini memiliki akses awal untuk memeriksa kondisi kesehatannya tanpa harus langsung ke fasilitas medis,” jelas Bita.

Pentingnya Cegah Anemia Sejak Dini

Anemia bukanlah penyakit sepele, terutama bagi remaja putri yang sedang berada dalam masa pertumbuhan dan mempersiapkan masa depan reproduksi. Apt. Devilke Yandriyani dalam sesi penyuluhan menyampaikan bahwa anemia terjadi ketika kadar sel darah merah seseorang berada di bawah normal, umumnya disebabkan oleh kekurangan zat besi dan nutrisi penting lainnya.

“Gejala anemia sering kali diabaikan karena mirip dengan kelelahan biasa seperti mudah lelah, wajah pucat, jantung berdebar. Padahal, jika tidak ditangani, anemia kronis bisa berdampak pada konsentrasi belajar, daya tahan tubuh, bahkan kesuburan di masa depan,” paparnya.

Devilke juga menambahkan peserta diberikan edukasi mengenai jenis-jenis anemia, penyebabnya, serta langkah-langkah pencegahan yang bisa dilakukan secara mandiri.

“Edukasi ini disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami dan disertai dengan simulasi praktis agar peserta bisa langsung mempraktikkan pola hidup sehat,” seru Devilke.

Pembagian Suplemen dan Pemantauan Berkala

Sebagai bentuk tindak lanjut, Bita mengungkapkan tim juga membagikan suplemen zat besi atau pil penambah darah kepada remaja putri yang menunjukkan indikasi anemia atau berisiko tinggi. Namun, tim tidak berhenti sampai di situ. Mereka juga merancang skema follow-up berkala untuk memantau kondisi kesehatan para peserta setelah intervensi dilakukan.

“Upaya ini penting agar hasil dari program tidak berhenti pada kegiatan sesaat, tetapi memberikan dampak berkelanjutan. Selain itu, pendekatan ini menjadi contoh baik tentang bagaimana kampus bisa melibatkan masyarakat secara aktif dalam program pengabdian yang berorientasi pada hasil jangka panjang,” beber Bita.

SDGs Bukan Sekadar Wacana

Apa yang dilakukan Universitas Ma Chung di Desa Sumbersekar menjadi bukti konkret bahwa pencapaian SDGs bukan hanya wacana global yang dibicarakan di konferensi internasional. Melainkan bisa dijalankan dari skala desa, dengan melibatkan perguruan tinggi, mahasiswa, dan warga lokal secara partisipatif.

“Dengan mengangkat isu anemia salah satu masalah gizi yang paling banyak dialami remaja putri di Indonesia program ini menjadi jembatan antara ilmu pengetahuan dan kebutuhan nyata masyarakat. Melalui edukasi, inovasi teknologi, dan intervensi farmasi, Universitas Ma Chung berhasil menunjukkan peran penting institusi pendidikan dalam membangun generasi sehat dan tangguh,” jelas Bita.

Langkah Kecil, Dampak Besar

Kegiatan Strategi Penanggulangan Anemia pada Remaja di Desa Sumbersekar menjadi cerminan bahwa solusi atas masalah gizi dan kesehatan bisa dimulai dari langkah sederhana dari sebuah desa. Dengan melibatkan teknologi, tenaga profesional, dan semangat kolaboratif lintas disiplin, kegiatan ini bukan hanya menciptakan kesadaran, tetapi juga menghadirkan harapan.

“Universitas Ma Chung telah mengambil peran penting sebagai penggerak perubahan di tengah masyarakat. Kini, tantangannya adalah menjaga keberlanjutan gerakan ini agar lebih banyak remaja putri di desa-desa lain bisa merasakan manfaatnya. Sebab, satu generasi yang sehat hari ini adalah fondasi bagi masa depan bangsa yang kuat esok hari,” pungkas Bita. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *