google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Mahasiswi UGM Ditemukan Tewas di Lereng Lawu

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Magetan, iKoneksi.com – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Universitas Gadjah Mada (UGM) setelah mahasiswi Fakultas Pertanian, Sheila Amelia Christanti, yang sempat dilaporkan hilang selama hampir tiga pekan, akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Penemuan jenazah ini mengakhiri pencarian panjang yang melibatkan keluarga, pihak kampus, mahasiswa, hingga aparat kepolisian.

Sheila, yang berasal dari Madiun, Jawa Timur, diketahui terakhir kali terlihat pada 25 Maret 2025. Niat awalnya sederhana: mudik Lebaran dengan mengendarai sepeda motor dari Yogyakarta ke kampung halamannya. Namun, perjalanan itu justru menjadi awal dari tragedi yang mengundang banyak tanda tanya.

Hilang Saat Mudik, Pencarian Tak Membuahkan Hasil

Sheila meninggalkan tempat kosnya di daerah Seturan, Yogyakarta, pada Selasa, 25 Maret 2025 pukul 11.03 WIB, berdasarkan rekaman CCTV. Ia mengarah ke Jalan Solo dengan mengendarai sepeda motor seorang diri. Menurut penelusuran, Sheila sempat terlihat di daerah Lawu, Tawangmangu sekitar pukul 15.00 WIB pada hari yang sama. Namun setelah itu, jejaknya menghilang.

Pihak fakultas dan keluarganya segera bergerak cepat. Pada 26 Maret, mereka melaporkan kehilangan Sheila ke pihak berwajib. Keluarga juga berinisiatif menyebarkan informasi melalui media sosial dan jaringan mahasiswa, berharap ada yang melihat atau mengetahui keberadaannya. Namun hingga beberapa pekan setelahnya, hasil pencarian nihil.

Keluarga bahkan sempat menyisir kawasan Sragen dan Tawangmangu pada tanggal 29–30 Maret, namun tidak menemukan petunjuk. Harapan mulai menipis, hingga akhirnya kabar memilukan itu datang pada Sabtu, 12 April 2025.

Ditemukan Tak Bernyawa di Jurang Lawu Green Forest

Pada pagi hari itu, sekitar pukul 10.00 WIB, Kapolsek Plaosan menerima laporan dari warga tentang penemuan jenazah perempuan di kawasan Lawu Green Forest, Magetan. Lokasi penemuan berada di wilayah yang memiliki kontur ekstrem: turunan tajam, belokan menyempit, serta tebing dan jurang yang membentang di sisi jalur.

Tim medis dan kepolisian yang datang ke lokasi melakukan pemeriksaan identitas dan memastikan jenazah yang ditemukan adalah Sheila Amelia Christanti. Dugaan kuat menyatakan Sheila mengalami kecelakaan tunggal. Ia diduga menabrak rambu jalan lalu terperosok ke dalam parit di kawasan tersebut.

Jalur yang dilewatinya memang terkenal berbahaya. Rute dari Solo ke Magetan melalui Sarangan dan lereng Gunung Lawu merupakan jalur berliku dengan banyak tikungan tajam dan minim penerangan. Kondisi medan yang berat itulah yang diduga menjadi penyebab kecelakaan maut tersebut.

Ungkapan Duka dan Sosok Sheila di Mata Keluarga

Pihak Fakultas Pertanian UGM turut berduka cita atas kepergian Sheila. Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Ahad, Dekan Fakultas Peternakan, Jaka Widada, menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya.

“Kami mengucapkan belasungkawa atas berpulangnya Almarhumah Sheila Amelia Christanti. Semoga mendapat tempat terbaik di sisi Allah Swt dan diterima amal ibadahnya di dunia,” ucap Jaka.

Jenazah Sheila telah diserahkan ke keluarga dan dimakamkan pada Ahad (13/4/2025) di kampung halamannya di Madiun. Suasana haru menyelimuti prosesi pemakaman. Kehilangan ini sangat terasa bagi keluarga dan juga komunitas akademik di UGM.

Sosok Sheila dikenal sebagai pribadi pendiam, mandiri, dan sangat tekun dalam belajar. Menurut ayahnya, Suprapto, ia awalnya berharap Sheila kuliah di Madiun saja agar dekat dengan keluarga. Namun, Sheila diam-diam mendaftar ke UGM dan lolos.

“Kami malah baru tahu setelah dia diterima. Katanya mau pindah ke Jogja,” kata Suprapto lirih.

Mengenang Mahasiswi Gigih yang Tak Banyak Bicara

Selama kuliah di Program Studi Sosial-Ekonomi Pertanian, Sheila dikenal sebagai mahasiswi yang aktif di kelas namun tak banyak bicara. Ia lebih memilih mengekspresikan diri melalui ketekunan belajar. Teman-teman sekelasnya menggambarkannya sebagai sosok yang tidak pernah mengeluh, bahkan dalam situasi sulit sekalipun.

Kisah kepergian Sheila bukan hanya duka bagi keluarga dan kampus, tapi juga menjadi peringatan keras tentang keselamatan perjalanan. Medan berat seperti kawasan Lawu seharusnya diwaspadai, apalagi oleh pengendara tunggal tanpa pendamping.

Tragedi ini menutup perjalanan hidup seorang mahasiswa yang penuh semangat dan dedikasi. Meski kepergiannya begitu mendadak, semangatnya akan selalu hidup di hati orang-orang yang mengenalnya. Selamat jalan, Sheila. Perjuanganmu tidak akan pernah dilupakan. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *