google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Mendikdasmen Abdul Mu’ti Kunjungi Kota Batu, Dorong Pendidikan Unggul dan Berakhlak

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Batu, iKoneksi.com — Kota Batu kembali menjadi sorotan nasional. Bukan karena pariwisatanya yang terkenal, melainkan karena komitmennya dalam membangun sektor pendidikan. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, melakukan kunjungan kerja ke kota sejuk di lereng Panderman itu pada Kamis (9/10/2025) untuk meninjau perkembangan dunia pendidikan sekaligus memberi motivasi bagi para pelajar.

Kedatangan Mendikdasmen disambut hangat oleh Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, bersama jajaran pemerintah daerah. Pertemuan berlangsung penuh semangat di tengah suasana akrab yang menggambarkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam membangun kualitas sumber daya manusia.

Pendidikan Jadi Prioritas Utama Kota Batu

Dalam sambutannya, Heli Suyanto menekankan meski luas wilayah Kota Batu hanya sekitar 20 km², namun sektor pendidikan tetap menjadi prioritas utama selain pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Kami memiliki 293 satuan pendidikan, terdiri atas 186 PAUD, 77 SD/MI, dan 30 SMP/MTs. Alhamdulillah, capaian pendidikan kita cukup baik, dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 76 persen, menempatkan Kota Batu di peringkat ke-8 dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur,” ungkap Heli.

Ia menambahkan, Pemkot Batu terus berinovasi dalam memperluas akses pendidikan melalui program beasiswa 1.000 Sarjana, yang seluruhnya didanai dari APBD dan CSR, terutama dari Bank Jatim.

“Tahun ini, sebanyak 280 mahasiswa penerima beasiswa akan diresmikan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Kota Batu,” terang Heli.

Heli juga melaporkan kabar menggembirakan lima sekolah di Kota Batu akan menerima bantuan revitalisasi senilai Rp1,7 miliar dari Kementerian Pendidikan. Sekolah tersebut yakni SMP Muhammadiyah 8, SMPN 4 Batu, SMP Darul Sholihin, SDN 1 Sumbergondo, dan TK Arjuna.

“Bapak Menteri, kami percaya pendidikan bukan sekadar urusan angka, tetapi tentang masa depan peradaban. Kemajuan sebuah kota diukur dari semangat belajar anak-anaknya,” tegas Heli disambut tepuk tangan peserta acara.

Mendikdasmen Tekankan Pentingnya SDM Unggul dan Berakhlak

Dalam kesempatan tersebut, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyampaikan apresiasinya atas komitmen kuat Pemerintah Kota Batu dalam memajukan dunia pendidikan. Ia menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

“Indonesia bisa menjadi negara hebat dan kuat bila memiliki SDM unggul. Pendidikan adalah sarana utama untuk mewujudkannya,” sebut Mu’ti.

Ia kemudian membagikan tiga kunci kesuksesan bagi generasi muda:

  1. Menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.
  2. Sabar dan tidak mudah menyerah.
  3. Percaya diri terhadap kemampuan diri sendiri.

“Jadilah generasi Indonesia hebat. Yang mau jadi petani, jadilah petani hebat. Yang ingin jadi dokter, jadilah dokter hebat. Semua profesi itu mulia. Kalian juga harus punya jiwa kepemimpinan, karenanya saya wajibkan Pramuka sebagai ekstrakurikuler,” pesannya tegas.

Selain kecerdasan, Mu’ti menekankan pentingnya moralitas dan budi pekerti luhur.

“Selain pintar, jadilah anak yang saleh, sopan, dan berakhlak. Pendidikan sejati membentuk karakter, bukan hanya kecerdasan,” lugasnya.

Program Strategis Kementerian Pendidikan

Dalam sesi pemaparan program nasional, Mu’ti menjelaskan berbagai program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang bertujuan memperkuat mutu pendidikan di seluruh Indonesia.

Tahun ini, kementerian telah menyalurkan bantuan ke 16.111 satuan pendidikan serta mendukung digitalisasi sekolah melalui penyediaan interactive flat panel untuk 288.000 sekolah di Indonesia.

“Selain itu, pemerintah juga menyiapkan beasiswa bagi 12.500 guru yang belum menempuh jenjang D4 atau S1 pada tahun ini, dan akan meningkat menjadi 150.000 guru pada 2026. Untuk Program Profesi Guru (PPG), terdapat lebih dari 600.000 peserta tahun ini dan akan meningkat menjadi 808.000 guru tahun depan,” beber Mu’ti.

Menariknya, Mu’ti juga mengumumkan kebijakan baru: satu hari dalam seminggu bagi guru digunakan khusus untuk belajar, bukan mengajar, demi peningkatan kompetensi. Kementerian juga mulai memperkenalkan pembelajaran berbasis kecerdasan buatan (AI) dan coding sebagai mata pelajaran pilihan di sekolah.

“Tak berhenti di situ, pemerintah terus memperkuat pendidikan karakter melalui berbagai program seperti 7 Kebiasaan Indonesia Hebat, Pagi Ceria, serta penerapan bimbingan konseling oleh semua guru sebagai bagian dari beban mengajar,” lugasnya.

Momentum Kebangkitan Pendidikan di Kota Batu

Kunjungan kerja Mu’ti di Kota Batu tidak hanya sekadar agenda seremonial, melainkan simbol kolaborasi nyata antara pemerintah pusat dan daerah dalam menciptakan pendidikan yang berdaya saing dan berkarakter.

Dengan semangat yang sama, Pemkot Batu berkomitmen menjadikan pendidikan sebagai pondasi utama pembangunan, sejajar dengan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Pendidikan di Batu bukan hanya mencetak lulusan, tapi membangun peradaban,” ucap Heli Suyanto menutup sambutan dengan optimisme.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *