google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Mendikdasmen Abdul Mu’ti Pastikan Evaluasi Menyeluruh Program MBG

  • Bagikan
banner 468x60

Kab Majalengka, iKoneksi.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti akhirnya buka suara mengenai maraknya kasus keracunan yang menimpa sejumlah siswa akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program unggulan Presiden Prabowo Subianto ini kembali menjadi sorotan publik setelah insiden yang menimpa anak-anak sekolah di berbagai daerah di Jawa Barat.

Saat menghadiri kegiatan di Aula BKPSDM Majalengka, Jawa Barat, Minggu (28/9/2025), Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam. Evaluasi menyeluruh tengah dilakukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) bersama lintas kementerian untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

“Pada prinsipnya kami tetap mendukung. Sebagian besar masyarakat serta sekolah-sekolah juga mengharapkan MBG tetap dilaksanakan,” kata Abdul Mu’ti.

Program Strategis Presiden Prabowo Tak Boleh Gagal

Abdul Mu’ti menekankan MBG adalah salah satu program prioritas Presiden Prabowo untuk membangun generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan unggul. Melalui program ini, anak-anak sekolah dari berbagai lapisan masyarakat diharapkan dapat memperoleh asupan gizi yang seimbang sehingga mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.

“Meski terdapat kendala di lapangan, program ini memiliki tujuan besar dalam memperbaiki gizi anak sekolah,” sebutnya.

Dengan visi sebesar itu, pemerintah tentu tidak ingin program ini terhenti hanya karena persoalan teknis di lapangan. Sebaliknya, justru diperlukan pembenahan tata kelola agar tujuan awal tercapai tanpa mengorbankan keselamatan anak-anak.

Kasus Keracunan Jadi Peringatan Serius

Di Jawa Barat sendiri, kasus keracunan makanan MBG dilaporkan terjadi di beberapa daerah, mulai dari Cianjur, Bandung, Garut, hingga Tasikmalaya. Insiden ini memunculkan keresahan orang tua dan memunculkan pertanyaan besar terkait standar pengolahan, distribusi, dan pengawasan menu MBG.

Abdul Mu’ti mengakui kasus tersebut menjadi perhatian serius pemerintah. Karena itu, langkah evaluasi akan dilakukan menyeluruh, termasuk melibatkan pemerintah daerah, penyedia jasa katering, hingga pihak sekolah yang menjadi pelaksana teknis di lapangan.

“Kami ingin memastikan penyelenggaraan MBG ke depan lebih baik,” tegasnya.

Evaluasi Masih Berjalan, Publik Diminta Bersabar

Meski menegaskan pentingnya evaluasi, Abdul Mu’ti mengaku belum bisa memaparkan detail hasil sementara. Rapat koordinasi lintas kementerian masih akan diagendakan dalam beberapa waktu ke depan. Hasil rapat tersebut diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi strategis yang mampu memperkuat sistem distribusi makanan bergizi secara aman dan tepat sasaran.

“Nanti masih ada rapat-rapat koordinasi lintas kementerian bagaimana MBG ini lebih baik dan juga lebih bermanfaat,” ungkapnya.

Harapan Masyarakat Tetap Tinggi

Menurut Abdul Mu’ti meski diterpa kasus keracunan, dukungan masyarakat terhadap MBG tetap tinggi. Bagi banyak keluarga, program ini bukan hanya soal makanan gratis, tetapi juga kesempatan bagi anak-anak untuk mendapatkan asupan gizi yang lebih baik di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

Kemendikdasmen sebagai penerima manfaat terbesar tentu mendukung penuh keberlanjutan MBG. Abdul Mu’ti menegaskan, selama masalah teknis bisa diselesaikan, program ini akan tetap berjalan sesuai mandat Presiden.

“Target kami jelas, MBG harus mampu meningkatkan gizi anak sekolah tanpa mengorbankan keselamatan mereka,” tekannya.

Abdul Mu’ti menyebutkan kasus keracunan massal akibat menu MBG memang mencoreng pelaksanaan program di lapangan. Namun, pemerintah berupaya menunjukkan keseriusan dengan melakukan evaluasi menyeluruh. Jika evaluasi berhasil, program ini diharapkan kembali ke jalur semula: meningkatkan kualitas gizi anak Indonesia sebagai pondasi lahirnya generasi emas 2045.

“Dengan dukungan masyarakat dan perbaikan tata kelola, MBG diharapkan tetap menjadi program unggulan yang bisa menjawab tantangan gizi nasional sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo Subianto,” pungkasnya. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *