google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Museum Angkut Terbakar, Api Asal London Zone

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Batu, iKoneksi.com – Sebuah kejadian mengejutkan mengguncang Kota Batu pada Kamis siang, (8/5/2025). Asap hitam pekat tampak membumbung tinggi dari kawasan Museum Angkut, salah satu ikon wisata yang dikelola Jatim Park Group. Kebakaran ini sontak mengundang kepanikan masyarakat sekitar dan pengunjung, serta menyedot perhatian publik setelah video dan foto kejadian viral di media sosial.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Dalam hitungan menit, asap sudah terlihat dari berbagai penjuru Kota Batu. Beberapa armada pemadam kebakaran pun segera dikerahkan ke lokasi untuk mengendalikan situasi. Museum Angkut, yang dikenal luas dengan koleksi kendaraan antiknya dan spot-spot ikonik dari berbagai negara, mendadak menjadi pusat perhatian karena kobaran api yang berasal dari salah satu areanya.

Kebakaran Terjadi di Zona London

Manager Marketing Jatim Park Group, Titik S Ariyanto, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa titik api berasal dari salah satu bagian tematik museum, yakni zona London. Zona ini menampilkan atmosfer khas Kota London lengkap dengan miniatur kendaraan dan gedung-gedung bergaya Inggris.

“Saat ini api sudah berhasil dipadamkan oleh para pekerja kami dan tim pemadam kebakaran. Adapun luas area yang terbakar masih dalam proses pengecekan,” ungkap Titik kepada iKoneksi.com, Kamis (8/5/2025).

Ia juga menegaskan meski kebakaran berlangsung cukup cepat dan sempat membuat panik, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

“Museum sendiri saat itu tengah beroperasi sebagaimana biasanya, sehingga respons cepat dari internal dan petugas pemadam menjadi kunci utama dalam mencegah meluasnya kebakaran,” ucap Titik.

Penyebab Kebakaran Masih Didalami

Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti dari kebakaran masih belum diketahui. Tim Damkar dan petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Batu masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Mereka akan menelusuri sumber api dan kemungkinan adanya korsleting listrik atau kelalaian teknis lainnya di area tersebut.

“Status saat ini sudah hijau atau padam. Namun penyebab kebakaran dan laporan lainnya masih kami dalami,” kata Santoso Wardoyo, Kabid Pencegahan Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan DPKP Kota Batu.

Ia menyebutkan saat ini timnya masih berada di lokasi untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa serta melakukan proses pendinginan agar api tidak kembali muncul.

“Tim juga terus mengumpulkan data untuk menghitung kerugian yang ditimbulkan,” tutur Santoso.

Kerugian Belum Bisa Dihitung

Titik maupun pihak DPKP belum bisa memberikan estimasi kerugian yang diakibatkan dari insiden ini. Koleksi di zona London memang tergolong ikonik dan mahal, terutama karena dekorasi dan kendaraan yang digunakan merupakan bagian dari atraksi utama Museum Angkut. Bila benar-benar rusak, maka bukan hanya kerugian material yang ditanggung, tetapi juga dampak pada citra wisata di Kota Batu.

“Untuk jumlah kerugian masih belum bisa dihitung. Kami masih fokus pada penanganan lokasi dan memastikan keamanan area lain di museum,” terang Titik.

Respons Cepat Jadi Kunci Minimalkan Dampak

Respons cepat dari internal Museum Angkut dan petugas Damkar patut diapresiasi. Tanpa reaksi tanggap tersebut, sangat mungkin api meluas ke area lain yang lebih sensitif dan penuh pengunjung. Dengan puluhan hingga ratusan orang yang biasa berada di area wisata ini setiap harinya, potensi bahaya bisa sangat besar.

“Ke depan, pihak pengelola dan DPKP berkomitmen akan memperketat sistem keamanan kebakaran di kawasan wisata. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang. Kejadian ini menjadi pengingat penting tempat wisata, meskipun penuh hiburan dan edukasi, tetap rawan terhadap risiko-risiko teknis yang harus diantisipasi secara serius,” tandas Titik. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *