google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Parlemen Go To Campus, Soetarto: Mahasiswa Jembatan Aspirasi Rakyat

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Medan, iKoneksi.com — Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara Soetarto menggelar kegiatan Parlemen Go To Campus bertema “Demokrasi Sehat, Bangsa Kuat: Peran Strategis Mahasiswa sebagai Jembatan Aspirasi” di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN Sumut), Selasa (10/3/2026).

Kegiatan tersebut menjadi forum dialog antara dunia kampus dan lembaga politik untuk membahas peran mahasiswa dalam menjaga kualitas demokrasi di Indonesia.

Dalam pemaparannya, Soetarto menegaskan, mahasiswa memiliki posisi penting sebagai katalisator aspirasi masyarakat. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai kelompok intelektual, tetapi juga sebagai penghubung antara suara rakyat dengan para pengambil kebijakan.

“Sebagai katalisator aspirasi rakyat, mahasiswa harus tetap berpikir cerdas, kritis, dan konstruktif dalam menyikapi berbagai persoalan sosial,” tutur Soetarto.

Peran Mahasiswa di Era Digital

Soetarto menilai perkembangan teknologi dan media sosial saat ini membuka ruang demokrasi yang lebih luas bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat. Namun di sisi lain, kebebasan tersebut juga menghadirkan tantangan baru, terutama terkait penyebaran informasi yang belum tentu benar.

Ia mengingatkan mahasiswa untuk memiliki kemampuan memvalidasi serta menyeleksi informasi yang diterima sebelum menyebarkannya kepada publik.

“Di era digital dengan kebebasan menggunakan media sosial, mahasiswa harus mampu memvalidasi setiap informasi agar kebenarannya dapat dipastikan,” katanya.

Ia berpendapat, kemampuan berpikir kritis dan analitis sangat penting agar mahasiswa tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak akurat.

Aspirasi Mahasiswa Berpengaruh pada Kebijakan

Dalam kesempatan tersebut, Soetarto juga menekankan berbagai pandangan dan kritik yang disampaikan mahasiswa terhadap persoalan sosial memiliki nilai strategis dalam proses pengambilan kebijakan.

Ia menyebut aspirasi mahasiswa, baik yang disampaikan secara langsung maupun melalui media sosial, dapat menjadi bahan pertimbangan penting bagi para pemangku kepentingan.

“Yakinlah apa yang disampaikan mahasiswa dalam menyikapi persoalan rakyat akan menjadi pertimbangan strategis dalam proses pengambilan kebijakan,” lugas mantan ketua DPC GMNI Medan itu.

Karena itu, Soetarto mendorong mahasiswa untuk terus aktif menyampaikan gagasan, kritik, dan solusi terhadap berbagai persoalan masyarakat.

Pengawalan Aspirasi Secara Sistemik

Soetarto menyebutkan gagasan dan aspirasi yang telah disampaikan kepada para pengambil kebijakan perlu dikawal secara sistemik agar dapat diwujudkan dalam kebijakan nyata.

Dalam pandangannya, proses tersebut membutuhkan pendekatan yang komprehensif serta kerja sama antara berbagai pihak, termasuk mahasiswa, akademisi, dan pemerintah.

“Setiap gagasan dan aspirasi yang disampaikan harus dikawal secara sistemik dan komprehensif agar dapat diimplementasikan,” jelas dia.

Melalui kegiatan Parlemen Go To Campus tersebut, Soetarto berharap mahasiswa semakin aktif dalam berpartisipasi dalam kehidupan demokrasi. Ia juga menilai keterlibatan mahasiswa dalam ruang publik dapat memperkuat kualitas demokrasi sekaligus mendorong terciptanya kebijakan yang lebih berpihak kepada kepentingan rakyat.

“Dengan semangat kritis, konstruktif, dan bertanggung jawab, mahasiswa diharapkan mampu menjadi bagian penting dalam mewujudkan demokrasi yang sehat serta bangsa yang kuat,” pungkas Soetarto.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *