google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

PDIP Minta Maaf soal Polemik Deddy Sitorus dan Sadarestuwati

  • Bagikan
banner 468x60

Jakarta, iKoneksi.com – Polemik di Gedung DPR kembali mencuat setelah ulah dua anggota Fraksi PDI Perjuangan, Deddy Sitorus dan Sadarestuwati, menuai sorotan publik. Keduanya disorot karena pernyataan dan sikap yang dianggap tidak pantas, salah satunya berjoget di tengah Sidang Tahunan. Situasi itu membuat Ketua DPP PDIP yang juga anggota Fraksi PDIP DPR RI, Said Abdullah, angkat bicara.

Dengan nada rendah hati, Said menyampaikan permintaan maaf secara terbuka mewakili keduanya.

“Saya sebagai anggota fraksi PDI Perjuangan, atas nama Pak Deddy Sitorus dan Ibu Sadarestuwati, sungguh-sungguh minta maaf jika kemudian ada kesalahan atau kekhilafan yang dilakukan. Dengan segala kerendahan hati, kami minta maaf,” kata Said kepada iKoneksi.com di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (1/9/2025).

Polemik yang Jadi Pelajaran

Said menegaskan, peristiwa yang menjerat dua koleganya harus dijadikan bahan renungan dan evaluasi serius bagi partai. Menurutnya, PDIP sebagai partai besar tidak boleh abai dalam menjaga etika politik, apalagi ketika setiap gerak-gerik anggota DPR berada di bawah sorotan publik.

“Menyangkut hal-hal yang seperti disebutkan tadi, Pak Deddy Sitorus dan Ibu Sadarestuwati, maka menurut hemat kami, dari sisi fraksi PDI Perjuangan, dengan kedaulatan dan otonomi yang kami miliki, berilah kesempatan kepada DPP partai untuk menyikapi,” ucap Said.

Dia melanjutkan, polemik ini menjadi pengingat bahwa setiap diksi, frasa, maupun sikap anggota DPR harus menimbulkan empati dan simpati, bukan sebaliknya.

“Secara etik, ini pelajaran bagi kita semua agar lebih berhati-hati dalam memilih kata maupun bersikap,” tegasnya.

Deddy Sitorus dan Sadarestuwati Disorot Publik

Sebelumnya, publik ramai memperbincangkan pernyataan Deddy Sitorus yang dinilai kontroversial, serta aksi Sadarestuwati yang terekam kamera berjoget di tengah Sidang Tahunan MPR/DPR. Kedua peristiwa itu dengan cepat viral di media sosial, mengundang kritik tajam dari warganet, pengamat, hingga lawan politik.

Banyak yang menilai sikap tersebut mencederai kehormatan lembaga legislatif, terlebih dalam forum resmi kenegaraan. Meski demikian, hingga saat ini keduanya belum menyampaikan klarifikasi langsung kepada publik, sementara partai memilih jalur institusional dengan menyampaikan permintaan maaf melalui pernyataan resmi.

PDIP Janjikan Evaluasi Internal

Lebih jauh, Said menekankan PDI Perjuangan tidak akan menutup mata atas kasus ini. Menurutnya, DPP partai akan melakukan evaluasi secara menyeluruh, baik terkait disiplin kader maupun penguatan etika berpolitik.

“DPP akan menyikapi dengan mekanisme internal. Yang pasti, peristiwa ini tidak bisa dianggap sepele. Kami semua mendapat pelajaran berharga agar lebih peka terhadap perasaan rakyat,” tutur Said.

Ia juga meminta publik memberi ruang bagi partai untuk menyelesaikan persoalan ini secara internal sebelum mengambil kesimpulan lebih jauh.

Menjaga Marwah Lembaga dan Partai

Polemik ini menambah daftar panjang sorotan publik terhadap perilaku anggota DPR. Dalam konteks yang lebih luas, kasus Deddy Sitorus dan Sadarestuwati memperlihatkan betapa rentannya kepercayaan publik terhadap wakil rakyat.

Di sisi lain, langkah Said Abdullah yang segera meminta maaf menunjukkan sikap tanggung jawab partai untuk menjaga marwah lembaga legislatif sekaligus nama besar PDIP. Namun, publik tetap menunggu tindak lanjut nyata: apakah hanya sebatas permintaan maaf, atau ada sanksi internal yang benar-benar diterapkan.

“Kasus ini menjadi pengingat keras bahwa setiap ucapan dan sikap wakil rakyat tidak hanya milik pribadi, tetapi membawa nama partai dan lembaga,” pungkas Said. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *