google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Pembangunan Alun-alun Kepanjen Masuk PAK 2026, DPRD Kabupaten Malang Kawal Proyek hingga Target Rampung 2027

  • Bagikan
banner 468x60

Kabupaten Malang, iKoneksi.com — Rencana pembangunan Alun-alun Kepanjen mulai menunjukkan titik terang. Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Malang, Tantri Bararoh, menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proyek tersebut agar terealisasi optimal dan menjawab kebutuhan masyarakat akan ruang publik representatif.

Upaya yang selama ini diperjuangkan kini memasuki fase krusial. Pemerintah daerah memastikan pembangunan alun-alun tersebut akan masuk dalam tahap perencanaan anggaran tahun 2026, menjadi sinyal awal dimulainya realisasi proyek yang telah lama dinantikan.

Tantri mengungkapkan, lokasi pembangunan telah resmi ditetapkan berada di sisi timur wilayah Kepanjen. Keputusan ini dinilai strategis untuk mendorong pemerataan pembangunan kawasan sekaligus membuka potensi pertumbuhan baru.

“Sekarang sudah ditetapkan pembangunan Alun-alun Kepanjen berada di sebelah timur. Perencanaan anggarannya juga akan masuk dalam PAK bulan Agustus,” tutur Tantri.

Lokasi Ditetapkan, Anggaran Disiapkan: Sinyal Positif untuk Warga

Penetapan lokasi dan masuknya rencana anggaran dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2026 menjadi indikator kuat bahwa aspirasi masyarakat mulai direspons pemerintah daerah. Tantri menilai, kepastian ini menjadi langkah maju yang cukup signifikan setelah proses panjang yang dilalui. Ia menyebut, masyarakat khususnya di wilayah Malang Selatan telah lama menantikan hadirnya ruang publik yang layak dan representatif.

“Kita patut bersyukur karena lokasi sudah ditetapkan dan proses anggarannya mulai berjalan. Ini langkah maju yang sangat dinanti masyarakat,” terang Ketua PA GMNI Kabupaten Malang itu.

Menurutnya, pembangunan alun-alun tidak hanya sekadar proyek infrastruktur, tetapi memiliki nilai strategis dalam meningkatkan kualitas hidup warga.

Bukan Sekadar Taman, Alun-alun Ditarget Jadi Pusat Ekonomi Baru

Lebih jauh, Tantri menegaskan pembangunan Alun-alun Kepanjen harus memiliki dampak jangka panjang. Ia mendorong agar proyek ini dirancang tidak sekadar menjadi ruang terbuka hijau, tetapi juga pusat aktivitas masyarakat. Keberadaan alun-alun diharapkan mampu menggerakkan sektor ekonomi lokal, mulai dari pelaku UMKM hingga sektor jasa yang akan tumbuh di sekitarnya. Dengan demikian, kawasan Kepanjen berpotensi berkembang sebagai pusat baru kegiatan sosial dan ekonomi. Tantri juga menekankan pentingnya perencanaan yang matang agar proyek ini benar-benar memberikan manfaat luas.

“Alun-alun ini harus menjadi ikon baru, bukan hanya tempat rekreasi, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tegas politisi PDI Perjuangan itu.

Target Rampung 2027, DPRD Awasi dari Desain hingga Konstruksi

Tantri memastikan fungsi pengawasan DPRD akan berjalan maksimal sepanjang proses pembangunan. Pengawalan tidak hanya berhenti pada tahap perencanaan anggaran, tetapi juga mencakup pematangan desain hingga pelaksanaan konstruksi. Ia menyoroti sejumlah aspek penting yang perlu diperhatikan, termasuk potensi pembebasan lahan dan kesiapan teknis lainnya. Semua tahapan tersebut, kata dia, harus berjalan transparan dan tepat sasaran.

“Proyek Alun-alun Kepanjen ditargetkan dapat terealisasi sepenuhnya pada tahun 2027. Dengan target tersebut, percepatan dan konsistensi pelaksanaan menjadi kunci utama. Meski sudah ada kepastian awal, saya akan terus mengawal setiap tahapannya. Kita ingin memastikan hasilnya benar-benar membanggakan masyarakat,” tandasnya.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *