google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

PHRI Kota Batu Perkuat Hospitality Lewat Ajang Bed Making Tahun 2026

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Batu, iKoneksi.com — Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor perhotelan kembali diperkuat melalui ajang “International Hospitality Bed Making Grand Selection 2026” yang digelar Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu di Amartha Hills Hotel & Resort. Kegiatan ini menjadi panggung unjuk kemampuan teknis sekaligus indikator keseriusan Kota Batu dalam membangun standar layanan pariwisata berkelas dunia.

Didukung penuh oleh Dinas Pariwisata Kota Batu, kompetisi tersebut diikuti perwakilan hotel dari berbagai wilayah. Para peserta diuji dalam keterampilan bed making sebuah pekerjaan yang kerap dianggap sederhana, namun justru menjadi tolok ukur utama kualitas layanan hotel di mata tamu.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto, menegaskan detail kecil dalam pelayanan, seperti kerapian tempat tidur, memiliki dampak besar terhadap pengalaman tamu.

“Bed making bukan sekadar rutinitas, tetapi bagian dari seni pelayanan. Presisi lipatan, kebersihan linen, hingga kecepatan kerja menjadi standar yang menentukan kepuasan tamu,” sebutnya.

Menurutnya, kompetisi ini bukan hanya ajang lomba, melainkan strategi konkret untuk mendorong SDM lokal agar mampu bersaing di level internasional. Ia mencontohkan negara-negara seperti Swiss dan Singapura yang dikenal dengan standar hospitality tinggi, di mana detail pelayanan menjadi prioritas utama.

“Kota Batu ingin menunjukkan SDM kita tidak hanya ramah, tetapi juga kompeten secara teknis dan siap bersaing secara global,” terang mantan Kepala Diskominfo Kota Batu itu.

Ajang ini juga menjadi ruang pembelajaran terbuka bagi para peserta. Selain menguji keterampilan, kompetisi mendorong pertukaran pengalaman dan peningkatan standar kerja di lingkungan hotel masing-masing.

“Para peserta dituntut menunjukkan profesionalisme, ketelitian, serta efisiensi waktu dalam menyelesaikan tugas,” bebernya.

Ketua BPC PHRI Kota Batu, H. Sujud Hariadi, menyampaikan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam menjaga kualitas industri hospitality di tengah persaingan yang semakin ketat. Ia menilai bahwa peningkatan kompetensi SDM menjadi faktor kunci dalam mempertahankan daya tarik Kota Batu sebagai destinasi wisata unggulan.

“Pariwisata tidak hanya soal destinasi, tetapi juga pengalaman yang dirasakan wisatawan. Pelayanan yang detail dan konsisten akan menjadi nilai tambah yang tidak tergantikan,” ujarnya.

Sujud juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri dalam menciptakan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan. Menurutnya, sinergi tersebut akan memperkuat posisi Kota Batu sebagai kota wisata yang tidak hanya menarik secara alam, tetapi juga unggul dalam pelayanan.

“Suasana kompetisi berlangsung ketat namun penuh semangat sportivitas. Para peserta menunjukkan keterampilan terbaik mereka, mulai dari teknik melipat linen, merapikan sudut kasur, hingga memastikan kebersihan dan estetika tempat tidur sesuai standar internasional,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Kota Batu menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan pariwisata berbasis SDM yang profesional. Kompetisi bed making tidak hanya menjadi ajang prestasi, tetapi juga langkah strategis untuk membangun reputasi sebagai destinasi wisata dengan standar pelayanan kelas dunia.

“Ke depan, kegiatan serupa diharapkan terus digelar secara berkelanjutan guna menciptakan SDM perhotelan yang adaptif, kompeten, dan siap menghadapi dinamika industri hospitality global. Dengan demikian, wisatawan yang datang tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga merasakan pengalaman pelayanan yang berkesan dan berkualitas tinggi,” pungkas Sujud.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *