google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

PIKI Pematangsiantar Tegaskan Peran Intelektual Kristen di Era Digital

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Pematangsiantar, iKoneksi.com – Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) Cabang Pematangsiantar menggelar seminar bertajuk “Peran Strategis Intelektual Kristen dalam Pembangunan Kota Pematangsiantar di Era Digital” di Gedung Sekolah Minggu GKPI Jalan Simbolon, Senin (18/8/2025). Acara ini menjadi momentum refleksi sekaligus kebangkitan baru bagi PIKI Pematangsiantar dalam mengoptimalkan potensi intelektual Kristen untuk memberi kontribusi nyata bagi masyarakat dan pemerintah daerah.

Basrin A Nababan: PIKI Harus Jadi Sumber Energi Kota

Ketua DPC PIKI Pematangsiantar, Basrin A Nababan, dalam sambutannya mengungkapkan kegelisahan sekaligus harapannya. Ia menyampaikan bahwa sejak memimpin organisasi ini dua tahun dua bulan lalu, ia terus merenung dan berjuang agar PIKI benar-benar hadir sebagai kekuatan konstruktif di tengah masyarakat.

“Pertanyaan yang selalu ada di pikiran saya adalah: bagaimana caranya agar PIKI ini bisa benar-benar memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kota Pematangsiantar?” kata Basrin dengan suara bergetar namun penuh keyakinan.

Menurutnya, berbagai langkah sudah ditempuh, mulai dari menyediakan kantor sekretariat, mengirim perwakilan ke kegiatan Pemerintah Kota, hingga mengadakan diskusi publik dan seminar. Namun, ia menilai semangat kolektif anggota masih belum menyala sepenuhnya.

Basrin kemudian mengibaratkan PIKI seperti sebuah waduk raksasa yang menyimpan air melimpah, namun belum mampu mengalirkannya menjadi energi produktif.

“Kita punya banyak ide dan keahlian, tetapi belum sepenuhnya bergerak. Keberhasilan PIKI baru akan nyata ketika waduk itu mengalir menjadi air terjun yang menggerakkan turbin, menghasilkan listrik, dan menerangi kota,” tegasnya.

Inspirasi dan Harapan dari Para Narasumber

Seminar ini menghadirkan tiga narasumber yang dianggap mampu memantik gagasan baru: Pdt. Dr. Sukanto Limbong, Sebastian Saragih, dan Dr. Naslindo Sirait yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PIKI Sumatera Utara.

Para pembicara menekankan pentingnya peran intelektual Kristen di era digital yang penuh tantangan. Teknologi informasi, media sosial, serta dinamika global menuntut setiap individu, khususnya kalangan intelektual, untuk mampu memberi sumbangsih nyata melalui gagasan, kritik, dan solusi kreatif.

Dr. Naslindo Sirait dalam paparannya menekankan bahwa PIKI harus mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah.

“Kita tidak boleh hanya berdiam diri di ruang diskusi. Intelektual Kristen harus hadir di tengah-tengah masyarakat, menjadi penyejuk sekaligus penuntun dalam pembangunan daerah. Era digital ini adalah peluang besar untuk memperluas dampak,” ujarnya.

Komitmen Baru: Kartu Anggota PIKI

Sebagai simbol kebangkitan baru, pada kesempatan ini PIKI Pematangsiantar juga akan meluncurkan dan membagikan kartu anggota. Bagi Basrin, kartu tersebut bukan sekadar tanda keanggotaan, melainkan pengingat bahwa setiap intelektual Kristen dipanggil untuk menjadi agen perubahan.

“Kartu itu nantinya akan menjadi tanda bahwa kita siap bergerak. Bukan hanya nama di daftar anggota, tetapi wujud komitmen untuk menghadirkan iman dalam tindakan nyata,” tutur Basrin.

Harapan untuk Pematangsiantar

Acara yang berlangsung dengan khidmat ini diakhiri dengan doa bersama serta komitmen kolektif untuk menghidupkan kembali semangat persatuan dan kontribusi nyata bagi Kota Pematangsiantar. Basrin menegaskan, PIKI harus menjadi wadah yang dicari dan dimintai ide, baik oleh gereja, pemerintah, maupun masyarakat luas.

“Kita ingin PIKI dikenal sebagai rumah gagasan. Tempat di mana setiap persoalan kota bisa mendapat solusi, setiap kebijakan pemerintah bisa diperkuat dengan masukan, dan setiap tantangan masyarakat bisa dijawab dengan ide-ide kreatif,” ungkap Basrin.

Dengan semangat baru yang terbangun, PIKI Pematangsiantar bertekad menjadikan wadah ini bukan sekadar organisasi formal, melainkan motor penggerak perubahan.

“Harapan besar pun tertuju pada lahirnya sinergi antara intelektual Kristen, pemerintah, dan masyarakat demi mewujudkan Pematangsiantar yang lebih maju, inklusif, dan terang di era digital,” pungkas Basrin. (05/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *