google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

PIKI Pematangsiantar Tegaskan Siantar Tangguh Sambut Rizieq Shihab dengan Toleransi

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Pematangsiantar, iKoneksi.com – Rencana kedatangan Imam Besar Al Habib Dr. Muhammad Rizieq Shihab ke Kota Pematangsiantar mendapat sorotan publik. Di tengah ramainya wacana yang beredar, suara tegas datang dari Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI). Organisasi yang menaungi para cendekiawan Kristen ini menyatakan bahwa mereka sama sekali tidak merasa khawatir dengan agenda tersebut.

Ketua PIKI, Basrin A. Nababan, menegaskan justru kehadiran Rizieq Shihab bisa menjadi momentum penting untuk merefleksikan sekaligus menguji kekuatan toleransi yang selama ini telah tumbuh subur di Pematangsiantar.

Pematangsiantar, Kota Toleran

Basrin mengingatkan Pematangsiantar bukan kota sembarangan dalam soal keberagaman. Tahun 2025, kota ini berhasil menyabet predikat kota paling toleran peringkat kelima di Indonesia dan menempati urutan pertama di Sumatera Utara.

“Prestasi ini bukan hadiah, melainkan hasil kerja keras dan gotong royong seluruh elemen masyarakat. Sesuai dengan semboyan Sapangambei Manoktok Hitei, kita mencapainya dengan saling bahu-membahu,” tegasnya.

Menurut Basrin, predikat itu mencerminkan karakter masyarakat Siantar yang cerdas, beriman, sekaligus beradat. Warga Siantar terbiasa hidup dalam perbedaan, sehingga tidak mudah digoyahkan oleh provokasi atau isu-isu pemecah belah.

Masyarakat Siantar Dinilai Dewasa

Basrin menambahkan, masyarakat Siantar memiliki kemampuan untuk melakukan “filter” terhadap setiap ajaran atau gagasan yang masuk. Mereka bisa membedakan mana pesan yang mencerahkan dan mana yang berpotensi memecah belah.

“Masyarakat kita sudah teruji. Fondasi iman dan adat kita kuat. Keberagaman suku, agama, dan etnis bukan ancaman, melainkan kekayaan yang diciptakan Tuhan. Itu harus terus dijaga,” ujarnya.

Dengan dasar tersebut, PIKI menilai kedatangan Rizieq Shihab tidak seharusnya ditanggapi dengan kekhawatiran berlebihan. Sebaliknya, hal itu justru menjadi ajang pembuktian bahwa toleransi di Pematangsiantar bukan rapuh, melainkan tangguh.

Dakwah yang Mencerahkan

PIKI juga menekankan pandangannya mengenai esensi dakwah. Menurut Basrin, dakwah sejati seharusnya mengajak pada kebaikan, memperbaiki perilaku, dan mendorong masyarakat untuk beribadah dengan tulus.

“Dakwah itu hakikatnya mencerahkan. Ia bukan untuk menimbulkan keresahan, tetapi untuk membangun moralitas dan persaudaraan. Karena itu, kita mari hormati rencana dakwah tersebut dan berdoa agar setiap pesan yang disampaikan membawa kebaikan serta memperkuat persatuan di Siantar,” kata Basrin.

Pernyataan ini memperlihatkan sikap dewasa PIKI dalam memandang dinamika sosial. Alih-alih memandang kehadiran tokoh besar seperti Rizieq Shihab sebagai ancaman, mereka memilih menjadikannya kesempatan untuk menguji dan memperkuat ikatan kebersamaan yang telah lama terbina.

Toleransi Bukan Sekadar Slogan

Lebih jauh, Basrin menegaskan toleransi di Pematangsiantar telah berakar kuat, bukan sekadar slogan. Sejarah panjang kota ini membuktikan bahwa masyarakatnya bisa hidup berdampingan dalam keberagaman budaya dan agama.

Menurutnya, menjaga kerukunan tidak cukup dengan retorika. Ia membutuhkan kerja nyata, kesadaran kolektif, serta penghormatan terhadap nilai-nilai lokal yang sudah menjadi warisan leluhur.

“Kita harus mewarisi nilai itu kepada generasi muda, agar mereka tidak mudah dipengaruhi oleh ujaran kebencian atau provokasi,” tuturnya.

Momentum Persaudaraan Sejati

Bagi PIKI, kedatangan Rizieq Shihab bukanlah ujian yang menakutkan, tetapi momentum untuk menunjukkan ketangguhan kerukunan warga Siantar. Dengan semangat Ad Caritas Et Veritas (Demi Kasih dan Kebenaran), Basrin menutup pesannya dengan ajakan optimis

“Kita tidak perlu khawatir. Mari jadikan ini kesempatan untuk menunjukkan bahwa persaudaraan kita kokoh. Toleransi di Pematangsiantar tidak rapuh, melainkan tangguh,” pungkasnya. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *