google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

PKS Copot Mardani dari BKSAP, Ini Alasannya

  • Bagikan
banner 468x60

Jakarta, iKoneksi.com – Pergantian pucuk pimpinan Badan Kerja Sama Antarparlemen (BKSAP) DPR kembali menjadi sorotan setelah Fraksi PKS resmi mencopot Mardani Ali Sera dari jabatan ketua. Keputusan itu diambil melalui rapat pleno BKSAP yang dipimpin Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Selasa (18/11/2025).

Pergantian Mendadak dari Internal PKS

Langkah pergantian ini menempatkan Syahrul Aidi, anggota Komisi I DPR dari Fraksi PKS, sebagai ketua baru BKSAP. Perubahan tersebut langsung berlaku setelah rapat pleno dan dipandang sebagai penataan ulang posisi strategis untuk memperkuat diplomasi parlemen Indonesia.

Ketua Fraksi PKS di DPR, Abdul Kharis Almasyhari, menjelaskan bahwa pencopotan Mardani bukan karena konflik internal ataupun evaluasi kinerja. Menurutnya, Mardani kini memegang tanggung jawab besar sebagai ketua pemenangan pemilu PKS, sebuah tugas yang dinilai tidak mungkin berjalan beriringan dengan kepemimpinan BKSAP yang kerap menuntut perjalanan dinas luar negeri.

“Tidak mungkin dibarengkan dengan BKSAP yang pergi ke luar negeri terus. Karena itu kemudian diganti,” kata Kharis.

Syahrul Aidi: Diplomasi Parlemen Harus Lebih Aktif

Dalam sambutan perdananya, Syahrul menyoroti kondisi global yang dinilai makin kompleks dan menuntut respons parlemen Indonesia yang lebih aktif serta tegas. Ia menyebut sejumlah isu kemanusiaan, termasuk tragedi Gaza dan konflik berkepanjangan di Sudan, sebagai perhatian utama parlemen Indonesia di forum internasional.

“Dengan kekuatan kolektif yang dimiliki, saya percaya BKSAP dapat menjadi garda depan diplomasi parlemen yang dihormati,” kata Syahrul.

Pernyataan itu menegaskan bahwa BKSAP tidak hanya bekerja pada tataran diplomasi formal, tetapi juga harus membawa suara moral Indonesia dalam isu-isu global.

Respons Mardani: Tidak Ada Masalah, Fokus ke Partai

Terpisah, Mardani Ali Sera merespons pencopotan itu dengan santai. Anggota Komisi II DPR tersebut mengatakan dirinya memahami keputusan fraksi dan menyebut amanah sebagai ketua pemenangan pemilu PKS membutuhkan fokus penuh.

“Alhamdulillah amanah sudah dijalankan. Partai meminta saya fokus buat pemenangan PKS. Amanah berat dan mohon doanya,” ujarnya.

Sikap Mardani yang terbuka dan tidak mempermasalahkan rotasi jabatan tersebut memperlihatkan bahwa pergantian ini merupakan langkah strategis partai, bukan konflik personal.

Rotasi Jabatan untuk Tahun Politik

Pergantian ini menegaskan partai politik tengah memperkuat kesiapan menghadapi tahun politik. PKS memilih memastikan mesin pemenangan berjalan solid, sembari menjaga posisi Indonesia dalam percaturan diplomasi global melalui BKSAP.

“Dengan dinamika global yang terus berubah dan intensitas politik nasional yang meningkat, rotasi ini menjadi cerminan upaya partai menjaga keseimbangan antara agenda internal dan peran strategis di parlemen,” tukas Mardani.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *