google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Playground Impor, DLH Kota Malang Beberkan Alasannya

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Biaya pembangunan dan perbaikan fasilitas playground Alun-Alun Merdeka Kota Malang menjadi sorotan publik setelah resmi dibuka dan dipadati pengunjung. Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, membeberkan alasan di balik tingginya anggaran yang digunakan.

Raymond menjelaskan, salah satu faktor utama adalah asal produk playground yang secara teknis tergolong impor, meski pembuatnya merupakan putra daerah asal Malang.

“Agak besar biayanya, karena playground ini sebetulnya dibuat oleh orang Indonesia, bahkan orang Malang. Tapi showroom-nya ada di Malaysia, sehingga secara administrasi bisa dibilang impor,” ucap Raymond.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat harga fasilitas menjadi lebih mahal dibandingkan produk lokal murni, meskipun dari sisi sumber daya manusia, pembuatnya berasal dari dalam negeri.

Raymond menegaskan, revitalisasi playground tidak dilakukan secara total. Pemerintah Kota Malang hanya melakukan perbaikan dan penyesuaian pada bagian tertentu, sesuai dengan perencanaan awal.

“Bukan diubah total. Ada beberapa bagian yang diperbaiki, ada yang ditambahkan. Terutama pada alas permainan, struktur besi, dan jenis cat yang digunakan,” katanya.

Ia menambahkan, material cat yang diaplikasikan pada playground telah melalui kajian teknis dan dipastikan aman untuk anak-anak. Cat tersebut dipilih berdasarkan rekomendasi perencana, dengan mempertimbangkan aspek kesehatan dan keselamatan pengguna.

“Cat yang dipakai adalah cat aman untuk anak-anak, itu berdasarkan penelitian dan perencanaan teknis,” jelas Raymond.

Selain playground, perhatian publik juga tertuju pada lintasan skateboard yang berada di kawasan alun-alun. Raymond mengakui, pada tahap awal ini DLH hanya melakukan perbaikan dasar tanpa mengubah desain lintasan secara signifikan.

“Khusus skateboard, kita baru sebatas memperbaiki. Belum sempat konsultasi dengan atlet atau pelatih skateboard,” ujarnya.

Meski demikian, DLH membuka ruang evaluasi lanjutan. Jika ke depan muncul masukan dari komunitas skateboard atau atlet, pemerintah kota siap melakukan penyesuaian desain maupun penambahan fasilitas.

“Nanti kalau memang ada permintaan perubahan, akan kita kaji lagi. Bisa melalui anggaran pemerintah atau kerja sama branding jangka panjang,” tutur Raymond.

Ia juga menyebutkan, dalam waktu dekat DLH akan melakukan penataan lanjutan untuk meningkatkan faktor keselamatan, terutama bagi anak-anak.

“Rencananya dalam waktu sekitar seminggu ke depan, akan dibuat pembatas permanen atau pagar. Tujuannya agar tidak semua anak kecil bisa masuk ke lintasan skateboard,” terang dia.

Raymond mengungkapkan, lintasan skateboard memang telah mengalami perubahan dari sisi model. Ke depan, opsi penyesuaian masih terbuka, baik dengan mengubah desain lintasan maupun menambah luasan area.

Untuk memastikan fasilitas tersebut sesuai standar olahraga, DLH Kota Malang berencana menggandeng KONI Kota Malang, atlet, serta pengurus cabang olahraga skateboard.

“Nanti kita akan kerja sama dengan KONI Kota Malang dan pengurus cabor skateboard. Supaya fasilitas ini tidak hanya aman, tapi juga layak digunakan untuk pembinaan atlet,” pungkasnya.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *