google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

PLN Pematangsiantar Galang Aksi Hijau Lewat Bank Sampah

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Pematangsiantar, iKoneksi.com – Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Pematangsiantar menggelar aksi nyata peduli lingkungan. Tidak sekadar seremonial, kegiatan ini menekankan komitmen jangka panjang PLN dalam pengelolaan sampah berkelanjutan dan ekonomi sirkular. Bertempat di Bank Sampah Balai Diklat Kehutanan, para pegawai PLN menyerahkan tumpukan sampah botol plastik dan anorganik yang telah dikumpulkan secara mandiri.

Bukan Sekadar Pengumpulan Sampah

Aksi lingkungan yang dilaksanakan Kamis, (12/6/2025) ini bukanlah program tempelan atau kewajiban rutin, melainkan bagian dari inisiatif sadar lingkungan yang terstruktur. PLN UP3 Pematangsiantar menunjukkan bahwa kontribusi terhadap lingkungan bisa dimulai dari hal sederhana: memilah dan mengelola sampah secara bijak dari tempat kerja.

Sampah yang dikumpulkan kemudian diserahkan kepada Bank Sampah Balai Diklat Kehutanan, sebuah lembaga pengelola sampah yang sudah aktif mengembangkan konsep ekonomi sirkular di Kota Pematangsiantar. Lembaga ini berlokasi di Jalan Bali Nomor 12, Kelurahan Bantan, Kecamatan Siantar Barat.

Diterima Langsung oleh Pengelola Bank Sampah

Kedatangan tim PLN UP3 Pematangsiantar disambut langsung oleh Haqqi, selaku pengelola Bank Sampah. Pihak bank sampah menyambut baik kerja sama ini sebagai bentuk kolaborasi yang memperkuat kesadaran kolektif dalam menangani persoalan limbah.

Dijelaskan jenis sampah yang diserahkan oleh tim PLN terdiri dari botol plastik bekas dan sampah anorganik lainnya, hasil dari pemilahan internal para pegawai. Pemilahan ini tidak hanya berdampak pada pengurangan volume sampah, tapi juga berkontribusi pada terciptanya bahan baku daur ulang yang bernilai ekonomi.

Sampah, Bukan Akhir dari Nilai

Perwakilan PLN UP3 Pematangsiantar, Riyadi Afdol, menyampaikan kegiatan ini lahir dari kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus bentuk partisipasi aktif terhadap agenda keberlanjutan global.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa sampah bukan akhir dari nilai, tetapi bisa menjadi awal dari perubahan,” ucap Riyadi dengan penuh semangat.

Ia menambahkan, PLN sebagai perusahaan layanan publik tidak boleh abai terhadap isu lingkungan.

“Dengan menjadi nasabah aktif Bank Sampah Balai Diklat Kehutanan, PLN berharap dapat menjadi contoh nyata bahwa perusahaan besar pun bisa berperan aktif dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat,” tuturnya.

Bank Sampah: Pilar Ekonomi Sirkular Lokal

Menurut Riyadi, peran bank sampah saat ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Selain mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA), bank sampah juga menciptakan nilai tambah ekonomi dari barang yang semula dianggap limbah. Lebih dari itu, bank sampah membangun kesadaran dan budaya baru: memilah sampah dari sumbernya.

“Bank sampah ini sangat strategis. Ia bukan hanya tempat menaruh sampah, tapi juga tempat menanam nilai tentang lingkungan dan kemandirian,” katanya.

Langkah Menuju Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Aksi ini menjadi bagian dari semangat Power Beyond Generations, filosofi PLN untuk terus memberi manfaat lintas generasi. Dalam konteks tanggung jawab sosial dan lingkungan, PLN membuktikan bahwa mereka tidak sekadar beroperasi untuk kelistrikan, tetapi juga berkontribusi dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

“Kami akan terus berkomitmen menjalankan tanggung jawab lingkungan melalui aksi nyata, bukan hanya slogan. Ini juga bagian dari komitmen kami mendukung SDGs, terutama dalam aspek pelestarian lingkungan hidup,” ungkap Riyadi.

Momentum Bagi Lembaga dan Masyarakat

Apa yang dilakukan oleh PLN UP3 Pematangsiantar ini bisa menjadi momentum penting, baik bagi korporasi maupun masyarakat umum. Bahwa pengelolaan sampah bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh elemen, termasuk dunia usaha.

“Dengan menggandeng Bank Sampah lokal, PLN menunjukkan model kolaborasi yang inklusif dan berdampak. Di tengah situasi darurat sampah yang menghantui banyak kota, langkah ini bukan hanya patut diapresiasi, tapi juga layak ditiru. Hari Lingkungan Hidup Sedunia bukan lagi perayaan simbolik, melainkan panggilan untuk bergerak. Dan PLN UP3 Pematangsiantar telah menjawab panggilan itu dengan aksi,” pungkas Riyadi. (04/iKoneksi.com)

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *