google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Puting Beliung Terjang Dau: 80 Rumah Warga Sumbersekar Rusak Parah

  • Bagikan
banner 468x60

Kabupaten Malang, iKoneksi.com — Suara gemuruh keras memecah kesunyian dini hari di Desa Sumbersekar, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, pada Ahad (2/11/2025). Dalam hitungan menit, pusaran angin besar melintas deras di antara rumah-rumah warga. Angin puting beliung itu meninggalkan jejak kehancuran: puluhan atap beterbangan, pohon tumbang, dan warga yang berlarian menyelamatkan diri di tengah kegelapan.

Dalam waktu tak lebih dari 15 menit, angin kencang itu meluluhlantakkan sekitar 80 rumah di tiga dusun: Krajan, Semanding, dan Banjartengah. Sebanyak 80 kepala keluarga (KK) tercatat terdampak langsung akibat bencana ini. Meski tak ada korban jiwa, namun peristiwa itu meninggalkan trauma dan kerugian material yang cukup besar.

Malam Penuh Kepanikan

Warga setempat menyebut momen itu sebagai “malam paling mencekam” sepanjang tahun ini. Sekitar pukul 02.00 WIB, hembusan angin tiba-tiba berubah menjadi pusaran kuat. Atap rumah terangkat satu per satu, sementara suara teriakan dan benda beterbangan memenuhi udara.

“Cuaca ekstrem datang tiba-tiba disertai suara gemuruh seperti guntur panjang. Kami semua kaget, keluar rumah dalam keadaan panik. Genteng rumah beterbangan,” tutur salah satu warga Dusun Semanding.

Listrik padam, suasana gelap total, dan hanya cahaya senter dari ponsel yang menjadi penuntun warga mencari tempat aman. Sejumlah keluarga memilih berlari ke lapangan desa atau bersembunyi di rumah tetangga yang bangunannya masih kokoh.

Jejak Pusaran dari Pondok ke Permukiman

Kepala Desa Sumbersekar, Ririn Catur Kurniasasi, menjelaskan titik awal munculnya puting beliung terpantau di sekitar kawasan Pondok Pesantren Arrohmah Putri. Dari lokasi itu, pusaran angin bergerak cepat ke arah timur laut, menyapu permukiman warga di Dusun Semanding dan Krajan.

“Awalnya dari Ponpes Arrohmah Putri, lalu terus ke Dusun Semanding dan Krajan. Pusaran baru pecah saat sampai di Dusun Banjartengah,” ungkap Ririn saat ditemui di lokasi kejadian, Ahad (2/11/2025)

Ia menambahkan, sebagian besar rumah yang rusak berada di kawasan padat penduduk dengan struktur bangunan semi permanen.

“Kerusakannya bervariasi. Ada yang atapnya beterbangan, dinding roboh, hingga kandang ternak rusak berat,” jelasnya.

Gotong Royong dan Tanggap Cepat

Begitu angin mereda, Ririn membeberkan aparat desa bersama relawan BPBD Kabupaten Malang dan masyarakat langsung turun tangan. Mereka membersihkan puing-puing rumah yang berserakan, menebang pohon tumbang, serta membantu warga mengevakuasi barang berharga.

Sejumlah keluarga memilih mengungsi sementara ke rumah kerabat di desa sekitar. Posko darurat didirikan di balai desa untuk menampung warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat.

“Kami fokus pada penanganan awal dulu membersihkan sisa reruntuhan, memastikan listrik aman, dan mendata kerugian. Relawan dan perangkat desa siaga 24 jam,” terang Ririn.

Bantuan logistik juga mulai berdatangan dari berbagai pihak, termasuk makanan siap saji dan selimut. Pemerintah Kecamatan Dau turut mengerahkan personel untuk membantu pendataan kerusakan.

Cuaca Ekstrem dan Kewaspadaan Musim Peralihan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah memperingatkan potensi cuaca ekstrem di wilayah Malang Raya selama masa peralihan musim hujan ke musim kemarau. Fenomena puting beliung seperti yang terjadi di Sumbersekar menjadi salah satu dampak dari perubahan suhu udara yang drastis di lapisan atmosfer bawah.

Plt Kepala BPBD Kabupaten Malang, R Ichwanul Muslimin melalui laporan singkat, mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan disertai angin kencang dan petir dalam beberapa pekan ke depan.

“Kami mengingatkan warga agar segera berlindung ke tempat aman saat terjadi hujan deras atau angin berputar,” kata Ichwanul

Hingga Minggu malam, situasi di Desa Sumbersekar dilaporkan mulai kondusif. Namun aparat gabungan tetap disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan cuaca ekstrem susulan.

Dari Bencana Menuju Solidaritas

Meski bencana datang mendadak, semangat gotong royong warga Sumbersekar justru menjadi sorotan positif. Setiap warga bahu-membahu membantu tetangga yang rumahnya hancur, tanpa menunggu perintah.

“Di tengah reruntuhan genteng dan kayu patah, tampak anak-anak tersenyum saat relawan datang membawa bantuan. Rasa lega dan syukur pun terpancar dari wajah mereka karena tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu,” sebut Ririn.

Bagi warga Desa Sumbersekar, malam kelam 2 November itu menjadi pengingat betapa dahsyatnya kekuatan alam. Namun juga menjadi bukti kuatnya persaudaraan dan kepedulian di tengah bencana.

“Dan saat pagi menjelang, di balik rumah-rumah yang porak poranda, muncul satu harapan sederhana agar angin serupa tak kembali berhembus di tanah mereka,” tandas Ririn.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *