google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Ramai Isu LGBT, Kartika Soroti Lemahnya Peran Keluarga dan Sekolah

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Fenomena LGBT yang belakangan ramai diperbincangkan di tengah masyarakat mendapat perhatian dari Anggota DPRD Kota Malang, Kartika. Politisi yang juga memiliki latar belakang sebagai pendidik itu menilai persoalan tersebut perlu disikapi secara bijak, hati-hati, dan tidak dengan pendekatan yang menyederhanakan masalah.

Menurut Kartika, salah satu hal yang perlu mendapat perhatian serius adalah masih belum optimalnya kolaborasi antara keluarga dan sekolah dalam proses pendidikan anak. Ia menilai kedua lingkungan tersebut memiliki peran yang sama penting dalam membentuk karakter dan kepribadian anak.

“Sering kali pendidikan anak sepenuhnya diserahkan kepada sekolah. Padahal pendidikan di rumah dan di sekolah harus berjalan beriringan. Keduanya tidak bisa dipisahkan,” ujarnya.

Kartika menjelaskan, fokus pendidikan saat ini cenderung lebih banyak diarahkan pada kemampuan akademik seperti membaca, menulis, dan berhitung, khususnya pada jenjang pendidikan usia dini.

“Sementara pendidikan karakter, pembentukan sikap, serta pemahaman mengenai perlindungan diri dinilai belum mendapat porsi yang cukup,” sebut Alumnus UM itu.

Menurutnya, anak-anak perlu mendapatkan pemahaman yang sesuai dengan usia mereka mengenai batasan tubuh, perlindungan diri, serta bagaimana menjaga keselamatan pribadi sejak dini. Selain itu, ia menyoroti pentingnya keteladanan dari lingkungan terdekat. Dalam beberapa kasus, perilaku yang dianggap sebagai candaan oleh orang dewasa bisa saja memengaruhi cara pandang dan proses tumbuh kembang anak.

Karena itu, Kartika mengingatkan para orang tua untuk lebih bijak dalam memberikan contoh serta membangun komunikasi yang sehat di lingkungan keluarga. Di sisi lain, perkembangan teknologi juga menjadi tantangan tersendiri. Kartika melihat penggunaan gawai yang semakin tinggi kerap membuat interaksi antara orang tua dan anak berkurang.

“Kadang orang tua sibuk dengan telepon genggamnya, anak juga sibuk dengan gadget masing-masing. Akibatnya komunikasi dalam keluarga menjadi semakin minim,” jelas dia.

Padahal, lanjut dia, anak membutuhkan ruang untuk berbicara, didengarkan, serta mendapatkan perhatian dan kenyamanan di lingkungan keluarga. Ketika kebutuhan emosional tersebut tidak terpenuhi, anak berpotensi mencari kenyamanan dari lingkungan lain. Atas dasar itu, Kartika menilai hubungan yang hangat dan terbuka di dalam keluarga menjadi fondasi penting dalam mendampingi tumbuh kembang anak di tengah berbagai tantangan sosial dan perkembangan teknologi.

“Untuk langkah ke depan, saya mendorong adanya deteksi dini melalui kerja sama yang lebih kuat antara sekolah dan orang tua. Pengawasan terhadap penggunaan gawai juga dinilai perlu dilakukan secara proporsional dengan tetap mengedepankan komunikasi yang sehat,” terang politisi Golkar itu.

Kartika juga mengusulkan agar sekolah secara rutin menggelar seminar maupun sosialisasi bagi orang tua terkait pola pengasuhan, pendidikan karakter, keamanan digital, serta berbagai isu yang dapat memengaruhi perkembangan anak.

“Kegiatan seperti ini perlu melibatkan sekolah, pemerintah daerah, Dinas Pendidikan, dan instansi terkait agar upaya pencegahan dan pendampingan dapat dilakukan secara bersama-sama,” tekannya.

Lebih jauh, ia berharap pemerintah memperkuat kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan instansi yang membidangi komunikasi dan informasi, guna meningkatkan literasi digital masyarakat sekaligus memperkuat pengawasan terhadap konten-konten yang berpotensi memberikan dampak negatif bagi anak. Menurut Kartika, penguatan pendidikan karakter, komunikasi keluarga, serta sinergi antara orang tua, sekolah, dan pemerintah menjadi langkah penting untuk menciptakan lingkungan tumbuh kembang yang sehat, aman, dan positif bagi generasi muda.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita memperkuat pendidikan karakter, komunikasi dalam keluarga, dan pendampingan terhadap anak. Dengan kerja sama semua pihak, anak-anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang baik dan mendukung perkembangan mereka,” pungkas Anggota dewan dapil Klojen itu.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *