google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Ramp Check di Kota Batu Ungkap Banyak Travel Tak Berizin

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Batu, iKoneksi.com — Suasana Terminal Kota Batu mendadak ramai dan tegang pada Senin (13/10/2025) pagi. Sejumlah kendaraan angkutan umum dan travel wisata berjejer menunggu giliran diperiksa. Di bawah koordinasi Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur, kegiatan Ramp Check gabungan kali ini melibatkan berbagai pihak mulai dari Dishub Kota Batu, Satlantas Polres Batu, Jasa Raharja Cabang Malang, hingga tim medis RS Hasta Brata.

Namun di balik kegiatan pemeriksaan rutin itu, muncul temuan serius: banyak angkutan penumpang beroperasi tanpa izin resmi.

Fokus Utama: Keselamatan dan Legalitas Angkutan

Kepala UPT Pengelolaan Prasarana Perhubungan Malang Dishub Provinsi Jatim, Muhammad Binsar Garchah Siregar, S.H., M.M., menegaskan bahwa kegiatan ramp check ini bukan semata mencari kesalahan, melainkan bentuk pembinaan keselamatan transportasi.

“Ini sifatnya bukan mencari kesalahan, tapi pembinaan demi keselamatan semua, baik pengemudi maupun penumpang. Ramp check ini harus memastikan kendaraan laik jalan,” tegas Binsar di lokasi.

Binsar menjelaskan, kontur jalan di Kota Batu yang curam dan berliku membuat kelaikan kendaraan menjadi faktor krusial. Namun, hasil pemeriksaan justru menemukan persoalan lain yang tak kalah mengkhawatirkan banyaknya kendaraan travel beroperasi tanpa izin resmi trayek dan badan hukum.

“Kebanyakan kendaraan belum mengajukan izin perusahaan untuk trayeknya. Padahal, sesuai aturan, hanya badan hukum seperti PT, CV, atau koperasi yang bisa mengajukan izin,” jelasnya.

Penyakit Lama: Travel Perorangan Tak Berizin

Fenomena ini, kata Binsar, sudah menjadi “penyakit lama” di sektor transportasi wisata dan travel perorangan. Banyak pemilik kendaraan hanya memiliki satu hingga dua unit mobil, sehingga tidak memenuhi syarat minimal lima unit untuk mengajukan izin travel resmi.

Selain itu, banyak pelaku usaha transportasi belum memahami sistem perizinan berbasis risiko, sehingga mereka terus beroperasi tanpa status hukum yang jelas.

Masalahnya, lanjut Binsar, kondisi tersebut berimplikasi langsung terhadap perlindungan hukum bagi penumpang.

“Kalau kendaraan tidak berizin, dan terjadi kecelakaan, maka Jasa Raharja tidak bisa memberikan perlindungan maksimal. Ini sangat berisiko bagi penumpang,” ujarnya tegas.

Polisi Fokus Awasi Surat dan Kedisiplinan Pengemudi

Sementara itu, pihak Satlantas Polres Batu juga turut memastikan kelengkapan surat kendaraan dan identitas pengemudi.
Kanit Kamsel Satlantas Polres Batu, Aiptu Nurhadi Santoso, menjelaskan bahwa pemeriksaan berjalan tertib dan sejauh ini tidak ditemukan pelanggaran administratif serius.

“Kami hanya memeriksa SIM dan STNK, dan alhamdulillah semuanya lengkap. Tapi kegiatan seperti ini tetap penting, karena bisa mencegah kejadian fatal seperti rem blong,” tutur Nurhadi.

Ia menambahkan, ramp check rutin perlu digalakkan di daerah pegunungan seperti Batu, mengingat risiko kecelakaan lebih tinggi akibat kondisi jalan yang ekstrem dan padat oleh kendaraan wisata.

Layanan Kesehatan Gratis: Sentuhan Humanis di Tengah Razia

Kegiatan ramp check kali ini tak hanya bersifat penegakan hukum, tapi juga menyentuh sisi kemanusiaan.
Bersama Jasa Raharja Cabang Malang dan RS Hasta Brata, Dishub menyediakan layanan pemeriksaan dan pengobatan gratis bagi pengemudi dan masyarakat sekitar terminal.

Rahmad Widodo, Penanggung Jawab Jasa Raharja di Samsat Kota Batu, menyebutkan antusiasme warga cukup tinggi.

“Alhamdulillah, antusiasme masyarakat cukup tinggi. Sekitar 30 orang memanfaatkan layanan kesehatan gratis hari ini,” ungkapnya.

Menurut Rahmad, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan dan keselamatan berkendara, terutama di tengah meningkatnya angka kecelakaan di wilayah Batu dan sekitarnya.

Aksi Simpatik: Budayakan Tertib dan Aman di Jalan

Selain pemeriksaan dan layanan kesehatan, kegiatan ini juga mengusung pesan edukatif bertajuk “Aksi Simpatik”, dengan spanduk besar bertuliskan:

“Mari Kita Budayakan Tertib Berlalu Lintas dan Utamakan Keselamatan. ±14 Orang Meninggal Dunia Per Hari di Jawa Timur.”

Pesan itu menjadi pengingat keras akan tingginya angka fatalitas di jalan raya dan pentingnya disiplin berlalu lintas.

Keselamatan di Atas Segalanya

Ramp check gabungan ini tidak hanya sekadar inspeksi kendaraan, tetapi panggilan moral bagi seluruh pengemudi dan pemilik usaha transportasi untuk taat aturan dan menjaga nyawa penumpang.
Dishub Jatim menegaskan akan melanjutkan pembinaan intensif dan membuka pendampingan perizinan bagi pelaku usaha agar segera mengurus legalitasnya.

Karena, seperti ditegaskan Binsar, keselamatan adalah investasi jangka panjang.

“Kelengkapan administrasi bukan sekadar formalitas. Itu jaminan atas hak dan keselamatan penumpang,” tutupnya.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *