google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Rektor ITB dan USU Inisiasi Konsorsium Kampus Tanggap Bencana

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Bandung, iKoneksi.com — Upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak bencana di Pulau Sumatra memasuki babak baru. Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., bersama Rektor Universitas Sumatera Utara (USU), Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si., menginisiasi pembentukan Konsorsium Perguruan Tinggi untuk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra.

Gagasan tersebut mengemuka dalam diskusi antar-pimpinan perguruan tinggi yang digelar pada Senin (29/12/2025). Konsorsium ini dirancang sebagai wadah kolaborasi lintas kampus untuk mengonsolidasikan keunggulan riset, keahlian multidisiplin, serta kapasitas sumber daya akademik dalam mendukung pemulihan wilayah pascabencana secara berkelanjutan.

Sejumlah perguruan tinggi ternama dilibatkan dalam konsorsium ini, di antaranya Universitas Syiah Kuala, Universitas Malikussaleh, Universitas Samudra, Universitas Andalas, Universitas Negeri Padang, Universitas Indonesia, IPB University, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Airlangga.

Rektor ITB, Tatacipta Dirgantara, menilai kolaborasi antarperguruan tinggi menjadi kebutuhan mendesak dalam menghadapi kompleksitas penanganan pascabencana. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis, tidak hanya dalam aspek tanggap darurat, tetapi juga pada fase rehabilitasi jangka menengah hingga rekonstruksi jangka panjang.

“Kampus memiliki kekuatan riset, teknologi, dan sumber daya manusia yang dapat diintegrasikan untuk membantu pemulihan wilayah terdampak bencana secara lebih terukur dan berkelanjutan,” katanya dalam diskusi tersebut.

Sementara itu, Rektor USU, Muryanto Amin, menegaskan Sumatra merupakan wilayah dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi, mulai dari gempa bumi, banjir, hingga tanah longsor. Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan terpadu berbasis ilmu pengetahuan dan data agar proses pemulihan tidak bersifat parsial.

“Konsorsium ini diharapkan menjadi simpul koordinasi keilmuan dan kebijakan, sehingga rekomendasi yang dihasilkan bisa langsung berdampak bagi masyarakat dan pemerintah daerah,” kata Muryanto.

Melalui konsorsium ini, Tatatacipta menyebutkan perguruan tinggi akan berkolaborasi dalam berbagai bidang, mulai dari perencanaan tata ruang, rekayasa infrastruktur tahan bencana, pemulihan sosial dan ekonomi, kesehatan masyarakat, hingga penguatan kapasitas komunitas lokal. Hasil riset dan kajian diharapkan dapat menjadi rujukan dalam perumusan kebijakan rehabilitasi dan rekonstruksi di tingkat daerah maupun nasional.

“Selain itu, konsorsium ini juga membuka ruang keterlibatan mahasiswa dan dosen dalam program pengabdian masyarakat, penelitian terapan, serta pendampingan langsung di wilayah terdampak bencana. Skema tersebut dinilai mampu memperkuat peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan di tengah masyarakat,” jelasnya.

Tatacipta menekankan pembentukan konsorsium lintas kampus ini menandai komitmen dunia akademik untuk terlibat aktif dalam agenda kemanusiaan dan pembangunan berkelanjutan.

“Ke depan, konsorsium ini diharapkan dapat bersinergi dengan pemerintah, dunia usaha, serta lembaga internasional guna mempercepat pemulihan pascabencana di Sumatra secara menyeluruh dan berkesinambungan,” pungkas Tatacipta.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *