google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Reses di Sumbersari, Ginanjar Bahas Stunting dan HIV

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com — Anggota DPRD Kota Malang Fraksi Partai Gerindra, Ginanjar, menggelar kegiatan reses yang dihadiri sekitar 200 peserta di Balai Serbaguna RW 01, Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Lowokwaru, Senin (9/2/2026). Peserta berasal dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari kader posyandu, tokoh masyarakat, hingga pemuda.

Dalam reses tersebut, Ginanjar menggandeng Dinas Kesehatan Kota Malang untuk menyerap aspirasi sekaligus membahas isu-isu kesehatan yang dinilai masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah.

Ginanjar menjelaskan, keterlibatan Dinas Kesehatan bukan tanpa alasan. Selain dirinya berada di Komisi D DPRD Kota Malang yang membidangi kesehatan, isu kesehatan juga menjadi prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Malang.

“Kesehatan adalah salah satu poin utama peningkatan sumber daya manusia, selain pendidikan dan ekonomi kreatif. Ini mandat yang harus dijalankan pemerintah daerah,” kata Ginanjar.

Ia menekankan, meski Kota Malang telah memenuhi target nasional pada sejumlah indikator kesehatan, persoalan di lapangan masih membutuhkan perhatian serius. Salah satunya adalah angka stunting yang meskipun telah berada di bawah target nasional, tetap menyisakan ribuan anak dalam kondisi rentan.

“Target pusat stunting di atas 10 persen, Kota Malang sudah di angka 8 persen. Tapi itu artinya masih ada sekitar dua ribu anak yang terdampak. Negara harus hadir,” ujarnya.

Menurut Ginanjar, peran kader posyandu menjadi kunci dalam memperkuat layanan kesehatan dasar. Karena itu, ia mendorong agar kualitas pelayanan, kapasitas, serta dukungan terhadap kader posyandu terus ditingkatkan.

Selain stunting, Ginanjar juga menyoroti kasus HIV/AIDS di Kota Malang yang dinilainya perlu penanganan lebih serius. Ia menyebut Kota Malang sebagai kota pendidikan dengan mobilitas penduduk yang tinggi, sehingga berpotensi meningkatkan kerentanan terhadap penyakit menular.

“Data yang kami terima, ada hampir 300 kasus HIV tambahan, banyak di wilayah padat penduduk seperti Lowokwaru dan Sumbersari. Ini harus ditangani dengan serius agar tidak berdampak ke masyarakat lokal,” jelas dia.

Ia mendorong skrining aktif oleh puskesmas untuk mendeteksi dan melokalisasi kasus HIV/AIDS, sehingga penularan dapat ditekan sejak dini.

Dalam forum tersebut, Ginanjar juga mengangkat isu penyakit menular lain seperti demam berdarah (DBD), ISPA, hingga potensi munculnya penyakit baru di kawasan dengan kepadatan penduduk dan mobilitas tinggi.

“Kegiatan ini bukan hanya soal layanan, tapi juga edukasi. Bagaimana masyarakat memahami pola hidup bersih dan sehat, sanitasi, serta pencegahan penyakit,” tekan Ginanjar.

Ia menyinggung kasus campak yang sempat muncul di wilayah Kota Malang beberapa waktu lalu. Menurutnya, respons cepat dari pemerintah daerah menjadi contoh pentingnya koordinasi lintas sektor dalam menangani persoalan kesehatan.

“Begitu ada kasus campak, kami di Komisi D langsung memberi peringatan agar segera ditangani dan tidak meluas. Alhamdulillah bisa terlokalisir,” ungkapnya.

Sementara itu, perwakilan DPC Partai Gerindra Kota Malang, Prana Jaya, menjelaskan bahwa reses merupakan masa kerja anggota dewan di luar gedung parlemen untuk menyerap aspirasi langsung dari masyarakat.

“Reses ini adalah belanja masalah. Kalau hanya duduk di meja, anggota dewan tidak akan mendapatkan gambaran nyata di lapangan,” ujar Prana.

Ia mengajak masyarakat untuk aktif menyampaikan aspirasi, keluhan, dan kebutuhan selama forum reses berlangsung agar dapat diperjuangkan di tingkat kebijakan.

“Kami berharap warga tidak ragu menyampaikan unek-uneknya. Inilah ruang untuk menyampaikan aspirasi langsung kepada wakil rakyat,” katanya.

Kegiatan reses ini juga mendapat perhatian dari unsur lembaga kemasyarakatan setempat. Ketua LPMK Sumbersari, Sentot, menyampaikan apresiasi atas kehadiran anggota DPRD di tengah masyarakat dan berharap aspirasi warga dapat ditindaklanjuti secara konkret.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *