google.com, pub-7927405703202979, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Ribuan Relawan Susuri Brantas, Misi Selamatkan Sungai Kehidupan

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Batu, iKoneksi.com — Sungai Brantas kembali menjadi pusat perhatian. Setelah sukses digelar pada 2019 dan 2022, Susur Sungai Brantas 2025 kembali digelar sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap kelestarian sumber daya air di wilayah Malang Raya. Ajang ini bukan sekadar kegiatan simbolis, melainkan gerakan kolaboratif lintas instansi, komunitas, dan masyarakat dalam menjaga “urat nadi kehidupan” yang mengalir dari Batu hingga hilir Malang.

Forum Brantas Malang Raya wadah komunikasi yang menaungi berbagai lembaga, komunitas, dan instansi peduli lingkungan kembali menjadi motor utama kegiatan ini. Tahun ini, kegiatan susur sungai berlangsung lebih panjang dan menyeluruh, mencakup lintasan dari Arboretum Sumber Brantas di Kota Batu hingga Bendungan Sengguruh di Kabupaten Malang.

Rute Lebih Panjang, Tantangan Lebih Berat

Menurut Sucipto Eko, Kepala Sub Divisi Wilayah Sungai Brantas 1 bagian hulu Perum Jasa Tirta I, Susur Sungai Brantas 2025 menghadirkan rute yang jauh lebih menantang dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Titik mulainya tetap di Arboretum Sumber Brantas, namun tahun ini kami akan berakhir di Bendungan Sengguruh. Ini adalah salah satu infrastruktur keairan besar yang kami kelola di Kabupaten Malang,” katanya.

Kegiatan yang dilakukan pada 13–15 Oktober 2025 itu akan melewati tiga wilayah administratif: Kota Batu, Kota Malang, dan Kabupaten Malang. Setiap wilayah memiliki koordinator sektor yang mengatur jalur dan etape perjalanan.

“Di sektor Kota Batu terdapat enam etape, dari Arboretum Brantas hingga Dam Klerek UMM. Di sektor Kota Malang, terdapat empat etape dari Kampus III UMM hingga Jembatan Pasar Gadang. Sementara sektor Kabupaten Malang memiliki lima etape, dari Jembatan Gadang menuju Bendungan Sengguruh,” jelas Sucipto.

“Setiap etape akan diisi kegiatan observasi dan pendataan kondisi sungai secara langsung,” kata Doddy Eko, Koordinator Forum Brantas Malang Raya.

Misi Utama: Selamatkan Brantas, Sumber Kehidupan

Doddy menyebutkan tujuan utama Susur Sungai Brantas bukan hanya menelusuri aliran air, melainkan memetakan kondisi fisik dan ekologis sungai secara menyeluruh.

“Tim akan mencatat berbagai aspek penting: kondisi mata air, lokasi pengambilan air, titik pembuangan limbah, longsoran tebing, tumpukan sampah, hingga kualitas air. Data tersebut akan menjadi dasar dalam merumuskan langkah nyata perbaikan,” terangnya.

“Kami mencatat semuanya, dari kondisi tebing dan tanggul, flora-fauna, hingga produk kebudayaan yang masih hidup di sekitar sungai,” ungkap Achmad Rifai, atau akrab disapa Mad Berlin, koordinator sektor Kota Batu.

Ia menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar inspeksi lingkungan, tetapi juga bentuk dokumentasi sosial-budaya di sepanjang daerah aliran Sungai Brantas (DAS).

Teknologi dan Tradisi Menyatu dalam Aksi

Kegiatan ini menggunakan beragam metode, mulai dari hiking, observasi udara dengan drone, hingga penyusuran air menggunakan perahu karet.

“Kami memetakan titik-titik sampah, sedimentasi, dan pembuangan limbah cair. Kalau jalur darat tak memungkinkan, kami lanjutkan lewat sungai,” jelas Sugeng Widodo, koordinator sektor Kabupaten Malang.

Selain peralatan observasi seperti kamera, GPS, dan drone, tim juga menyiapkan perlengkapan keselamatan lengkap mulai dari pelampung, rescue system, hingga ambulans dan armada transportasi darurat.

“Keamanan dan kesehatan peserta menjadi prioritas utama. Semua personel dilatih dan berpengalaman di lapangan,” terang Fitri Haryanto, koordinator sektor Kota Malang.

Kolaborasi Besar: Pemerintah, Akademisi, dan Komunitas

Susur Sungai Brantas 2025 melibatkan lebih dari sekadar pegiat lingkungan. Dari pemerintah, akademisi, aparat keamanan, hingga komunitas akar rumput, semua bergandeng tangan.

Kegiatan ini diikuti oleh BBWS Brantas, Perum Jasa Tirta I, TNI/Polri, BPBD, PMI, PDAM, serta akademisi dari berbagai universitas di Malang Raya. Tak ketinggalan, elemen pengelola hutan seperti Tahura R. Soeryo, Perhutani KPH Malang, dan Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Malang turut berperan aktif.

“Kick off Susur Sungai Brantas 2025 akan dimulai Senin, 13 Oktober, di Arboretum Sumber Brantas. Tim dilepas bersama oleh Nurochman selaku Walikota Batu saat ini, Dewanti Rumpoko sesepuh Kota Batu dan Walikota Batu Masa Bhakti 2017–2022, serta Dan Lanal Malang, serta para kepala daerah di Malang Raya,” terang Doddy.

Dari Sungai, Untuk Masa Depan

Doddy menyebutkan sungai Brantas bukan hanya aliran air, melainkan sumber kehidupan bagi jutaan penduduk Jawa Timur.

“Dari hulu di Batu hingga hilir di Mojokerto, Brantas menjadi tumpuan irigasi, air minum, hingga sumber energi listrik. Namun, pencemaran dan penurunan kualitas air menjadi ancaman serius dalam dua dekade terakhir,” bebernya.

Sucipto menerangkan melalui Susur Sungai Brantas 2025, diharapkan muncul langkah konkret dan terukur untuk menyelamatkan sungai kebanggaan masyarakat Jawa Timur ini.

“Kegiatan ini bukan sekadar nostalgia atau simbolik. Ini aksi nyata untuk memastikan Brantas tetap hidup, lestari, dan memberi manfaat bagi generasi mendatang,” tegas Sucipto.

Gelaran ini menjadi bukti ketika masyarakat, pemerintah, dan akademisi bersatu dalam satu arus, sungai bisa kembali menjadi sumber kehidupan, bukan sumber masalah.

“Susur Sungai Brantas 2025 bukan hanya perjalanan menyusuri air, tapi juga perjalanan menyelami kesadaran masa depan bumi dimulai dari sungai yang dijaga bersama,” tandas Sucipto.

banner 325x300banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *