Menu
Koneksi Informasi Pikiran Merdeka

Rp 1,9 Miliar Sudah Disiapkan, Kenapa Angkutan Pelajar Gratis Kota Malang Belum Jalan?

  • Bagikan
banner 468x60

Kota Malang, iKoneksi.com – Program angkutan pelajar gratis di Kota Malang belum juga berjalan meski pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran Rp1,9 miliar untuk operasional. Hingga kini, kesiapan armada masih menjadi salah satu kendala utama. Dari kebutuhan sebanyak 96 armada, baru 64 angkutan kota (angkot) yang dinyatakan siap mengikuti program tersebut.

Hal itu terungkap dalam rapat Komisi C DPRD Kota Malang bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang di Gedung DPRD Kota Malang, Kamis (13/8/2026).

Sekretaris Komisi C DPRD Kota Malang, Dito Arief Nurakhmadi, mengatakan masih terdapat kekurangan 32 armada. Pemenuhan armada tersebut diharapkan dapat dilakukan secara bertahap.

“Jadi ada kekurangan 32 armada. Mungkin nanti sambil berjalan dilengkapi,” ujar Dito.

DPRD Dorong Program Segera Diluncurkan

Dito menyebut program angkutan pelajar gratis ditargetkan mulai diluncurkan pada Agustus 2026. Namun, hingga rapat tersebut digelar, DPRD belum mendapatkan kepastian mengenai tanggal peluncuran secara resmi oleh Pemerintah Kota Malang.

“Kami sudah mendorong agar program ini segera direalisasikan,” sebut dia.

Padahal, dukungan anggaran untuk program tersebut telah tersedia. Komisi C DPRD Kota Malang sebelumnya telah meloloskan alokasi Rp 1,9 miliar untuk kebutuhan operasional angkutan pelajar gratis. Persoalan tidak hanya terletak pada jumlah armada. Sejumlah kendaraan yang akan digunakan juga masih harus memenuhi persyaratan teknis dan regulasi.

Dito mengatakan, hasil rapat menunjukkan masih ada armada yang belum memenuhi standar kelayakan, termasuk kewajiban menjalani uji KIR.

“Dari rapat tadi, diketahui bahwa masih banyak armada yang belum memenuhi standar regulasi seperti kelayakan dan uji KIR. Ya memang itu harus dipenuhi pada akhirnya,” ucap politisi Nasdem itu.

Data Armada Berbeda dengan Organda

Ia menekankan persoalan kesiapan armada juga terlihat dari adanya perbedaan data antara DPRD dan Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Malang. Dito menyebut terdapat 64 armada yang saat ini siap.

Sementara Sekretaris Organda Kota Malang, Purwono Tjokro Darsono, sebelumnya menyampaikan terdapat sekitar 160 angkot yang siap mengikuti program. Meski demikian, Purwono menjelaskan belum semua pengemudi angkot bergabung karena masih terkendala persyaratan administrasi kendaraan.

Menurutnya, pengemudi yang ingin mengikuti program pemerintah harus segera melengkapi dokumen dan memastikan kendaraan memenuhi ketentuan, termasuk uji KIR.

“Organda juga menyebut pengemudi telah memperoleh fasilitas uji KIR gratis. Namun, kewajiban membayar pajak kendaraan tetap menjadi tanggung jawab masing-masing pemilik kendaraan,” terang dia.

“Teman-teman niat kerja, ya diurus. Kalau tidak, ya kami tidak bisa memaksa. Kami juga ingatkan, ini peluang teman-teman mendapatkan program yang dijalankan pemerintah,” kata Purwono.

Keselamatan Pelajar Jadi Sorotan

Pemenuhan standar kendaraan dinilai Purwono tidak bisa ditawar karena angkot yang bergabung nantinya digunakan untuk mengangkut pelajar. Purwono menegaskan aspek keselamatan harus menjadi prioritas sebelum kendaraan beroperasi dalam program tersebut.

“Karena yang dibawa ini kan manusia, jadi harus memprioritaskan keselamatan,” tekan dia.

Dito menegaskan dengan target peluncuran pada Agustus 2026, Pemkot Malang masih memiliki pekerjaan untuk menutup kekurangan armada sekaligus memastikan seluruh kendaraan yang digunakan memenuhi standar kelayakan.

“Bagi DPRD, program yang telah mendapatkan dukungan anggaran tersebut harus segera diwujudkan agar manfaat angkutan pelajar gratis benar-benar dapat dirasakan masyarakat,” tukas alumnus UB itu.

banner 325x300 banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *